<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>fahim007's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fahim007.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fahim007.wordpress.com</link>
	<description>yassiru walaa tu’assiru. Mudahkanlah, jangan dipersulit.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Nov 2011 04:02:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fahim007.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>fahim007's Weblog</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fahim007.wordpress.com/osd.xml" title="fahim007&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fahim007.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bercanda yang Berpahala</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2010/06/17/bercanda-yang-berpahala/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2010/06/17/bercanda-yang-berpahala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 13:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bercanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita melengkapi kehidupan ini dengan canda dan tawa. Terkadang kita memerlukan penyegaran kembali setelah lama beraktifitas dan menjalani berbagai kesibukan yang melelahkan. Di saat itulah kita dapat melepaskan lelah dan penat dengan canda dan tawa. Hal itu kerap kali terjadi pada para wanita, terkadang bermula dari pembicaraan beberapa orang (ngobrol) dan setelah itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=178&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita melengkapi kehidupan ini dengan canda dan tawa. Terkadang kita memerlukan penyegaran kembali setelah lama beraktifitas dan menjalani berbagai kesibukan yang melelahkan. Di saat itulah kita dapat melepaskan lelah dan penat dengan canda dan tawa. Hal itu kerap kali terjadi pada para wanita, terkadang bermula dari pembicaraan beberapa orang (ngobrol) dan setelah itu timbul canda dan tawa (guyon).</p>
<p>Namun perlu diwaspadai, akankah canda tersebut menimbulkan masalah atau tidak?</p>
<p>Karena banyak masalah besar yang awalnya hanya diakibatkan karena bercanda yang berlebihan. Nah, mengapa hal ini bisa terjadi? Kemungkinan ada sesuatu yang salah di dalamnya.</p>
<p>Dalam agama Islam canda dan tawa ini diperbolehkan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>, beliau pernah bercanda dengan isteri dan sahabat beliau. Oleh karena itu saudariku, kita perlu mengetahui bagaimana adab bercanda sehingga tidak menimbulkan masalah tetapi justru berpahala yaitu dengan meneladani bagaimana adab bercanda yang Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam ajarkan.</p>
<p><span id="more-178"></span></p>
<p><strong>Bercandalah dengan Niat yang Benar</strong></p>
<p>Saudariku mulailah dari niat yang benar ketika akan mengawali suatu amalan, setelah itu lakukan amalan tersebut sesuai dengan petunjuk dari Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> termasuk dalam bercanda. Perbuatan ini akan mejnadi sia-sia apabila tidak dilandasi dengan kedua syarat tersebut (niat yang lurus dan mengukuti petunjuk Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>).  Niat yang lurus maksudnya supaya bersemangat untuk melakukan perkerjaan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat dan memperhatikan adab Rasulullah dalam bercanda.</p>
<p><strong>Jangan Berlebihan dalam Bercanda dan Tertawa</strong></p>
<p>Saudariku, ketahuilah. Bercanda dan tertawa yang berlebihan dapat mengeraskan hati, serta dapat menjatuhkan kewibawaan kita di hadapan orang lain.</p>
<p><strong>Jangan Bercanda dengan Orang yang Tidak Suka Bercanda</strong></p>
<p>Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada tipe orang yang suka bercanda namun juga ada orang yang serius atau tidak suka bercanda. Terkadang juga ada yang mempunyai sifat perasa dan ada juga yang <em>nyantai</em>/ cuek. Mengenali sifat orang dalam bergaul apalagi dalam bercanda sangat diperlukan. Jangan sampai menempatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan tempatnya sehingga berlaku dhzolim terhadap saudara kita. Bisa saja dengan ucapan tersebut saudara kita menjadi sakit hati, padahal kita tidak menyadari akan hal tersebut.</p>
<p>Saudariku, tidak dalam segala perkara kita boleh bercanda, ada hal-hal yang diharamkan kita bercanda yaitu:</p>
<p><strong>1. Bercanda/ bermain-main dengan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala</strong></p>
<p>Orang-orang bermain-main atau mengejek syari’at Allah atau Al Qur’an atau Rasulullah serta sunnah, maka sesungguhnya dia kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman, yang artinya,</p>
<p><em>“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab,”Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir sesudah beriman…”</em> (Qs. At Taubah: 65-66).</p>
<p>Ayat ini turun berkaitan dengan seorang laki-laki yang mengolok-olok dan berdusta dengan mengatakan bahwa Rosulullah dan shahabatnya adalah orang yang paling buncit perutnya, pengecut dan dusta lisannya. Padahal laki-laki ini hanya bermaksud untuk bercanda saja. Namun bercanda dengan mengolok-olok atau mengejek syari’at agama dilarang bahkan dapat menjatuhkan pelakunya pada kekafiran.</p>
<p><strong>2. Berdusta saat bercanda</strong></p>
<p>Ada sebagian orang yang meremehkan dosa dusta dalam hal bercanda dengan alasan hal ini hanya guyon saja untuk mencairkan suasana. Hal ini telah di jawab oleh sabda Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>,</p>
<p><em>“Aku menjamin sebuah taman di tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yag baik akhlaknya.”</em> (HR. Abu Daud)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bercanda, namun tetap jujur serta tidak ditambahi kata-kata dusta. Beliau bersabda, <em>“Sesungguhnya aku juga bercanda, dan aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”</em> (HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir)</p>
<p>Dalam hadits lain Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Celakalah seorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.”</em> (HR. Ahmad).</p>
<p>Dusta dalam bercanda bahkan sering ditemui bahkan dijadikan tontonan seperti lawak yang dijadikan sebagai hiburan di televisi dan sepertinya sudah akrab dan tidak lagi disalahkan. Padahal hal tersebut bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Apabila kita mau merenungi hadits dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> maka tentunya kita tidak akan berani untuk berdusta sekalipun dalam bercanda.</p>
<p><strong>3. Menakuti-nakuti seorang muslim untuk bercanda</strong></p>
<p>Tidak diperbolehkan menakuti seorang muslim baik serius atau bercanda. Bayangkan apabila kita membuat terkejut seseorang, padahal beliau mempunyai sakit jantung. Perbuatan ini dapat membuat mudharat yang lebih besar, yaitu dapat mendadak meninggal dengan sebab perbuatan tersebut. Perbuatan ini tidak boleh dilakukan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<em> “Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya baik bercanda ataupun bersungguh-sungguh, barangsiapa mengambil tongkat saudaranya hendaklah ia mengembalikan.” </em>(HR. Abu Daud).</p>
<p><strong>4. Melecehkan kelompok tertentu</strong></p>
<p>Ada juga orang yang bercanda dengab mengatakan “Hai si hitam” dengan maksud menjelek-jelekkan penduduk dari daerah tertentu yang asal kulitnya adalah hitam.</p>
<p>Hal ini tidak diperbolehkan sesuai dengan firman Allah Ta’ala, yang artinya,<em> “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim” </em>(Qs. Al-Hujuraat: 11)</p>
<p>Yang dimaksud dengan “Jangan suka mencela dirimu sendiri”,  ialah mencela antara sesama mukmin, sebab orang-orang mukmin seperti satu tubuh.</p>
<p><strong>5. 	Menuduh manusia dan berdusta atas mereka</strong></p>
<p>Misalnya seorang bercanda dengan sahabatnya lalu ia mencela, menuduhnya atau mensifatinya dengan perbuatan keji. Seperti seseorang berkata kepada temannya, “Hai anak zina.” Tuduhan ini bisa menyebabkan jatuhnya hukum, karena menuduh ibu dari anak tersebut telah melakukan zina.</p>
<p><strong>Bercandalah kepada Orang yang Membutuhkan</strong></p>
<p>Bercandalah kepada anak-anak seperti yang pernah dilakukan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Anas bin Malik <em>radhiyallahu’anhu</em> meriwayatkan bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata kepadanya, <em>“Hai dzul udzunain (wahai pemilik dua telinga).”</em></p>
<p>Dari hadits ini dapat kita lihat bahwa Rasulullah tidak pernah berdusta walaupun dalam keadaan bercanda dan beliaulah orang yang paling lembut hatinya.</p>
<p>Saudariku, semoga Allah menjaga kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dapat menjadikan setiap detik kita amalan yang diberkahi. Wallohul musta’an.</p>
<p>*) Diringkas dari buku<em> Panduan Amal Sehari Semalam pada bab “Bercanda Boleh Saja, Tetapi…”</em>dengan sedikit perubahan dan tambahan dari kitab Al Irsyad oleh Ummu Salamah.</p>
<p>Sumber : http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/bercanda-yang-berpahala.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=178&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2010/06/17/bercanda-yang-berpahala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Demo Grafis 3D menggunakan C# dan GDI+</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2010/04/03/aplikasi-demo-grafis-3d-menggunakan-c-dan-gdi/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2010/04/03/aplikasi-demo-grafis-3d-menggunakan-c-dan-gdi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 05:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[c#]]></category>
		<category><![CDATA[download tugas TVG]]></category>
		<category><![CDATA[GDI+]]></category>
		<category><![CDATA[rotation with arbitrary axis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ini merupakan tugas kuliah saya pada mata Teknik Visualisasi Grafis yang saya ambil beberapa semester lalu. Tugasnya yakni membuat aplikasi yang dapat melakukan teknik transformasi-transformasi titik dalam koordinat tiga dimensi. Namun, dalam melakukan teknik tersebut, aplikasinya tidak boleh memakai library tambahan. Untuk itu, dalam source code ini saya harus mendefinisikan kelas-kelas dan algoritma transformasinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=174&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ini merupakan tugas kuliah saya pada mata Teknik Visualisasi Grafis yang saya ambil beberapa semester lalu. Tugasnya yakni membuat aplikasi yang dapat melakukan teknik transformasi-transformasi titik dalam koordinat tiga dimensi. Namun, dalam melakukan teknik tersebut, aplikasinya tidak boleh memakai library tambahan. Untuk itu, dalam source code ini saya harus mendefinisikan kelas-kelas dan algoritma transformasinya secara manual, seperti mulai dari pendefinisian kelas matrix, operator overloading untuk perkalian matriks, bagaimana melakukan scaling, translasi titik, rotasi dengan sumbu X, Y, Z, ataupun dengan sumbu sembarang (arbitrary axis), dan bagaimana memproyeksikan koordinat 3 dimensi ke koordinat 2 dimensi agar dapat ditampilkan ke layar.</p>
<p><a href="http://fahim007.files.wordpress.com/2010/04/untitled.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-175" title="aplikasi_demo_3d" src="http://fahim007.files.wordpress.com/2010/04/untitled.png?w=400" alt="aplikasi_demo_3d" width="400" /></a></p>
<p>Tapi tentunya tidak semua kode saya buat manual. Saya masih harus menggunakan .NET framework untuk membuat form aplikasinya dan GDI+ untuk membuat tampilan gambar akhirnya.</p>
<p>Silahkan unduh di link <a title="download source code aplikasi demo 3D" href="http://cid-34c077500ea9333a.skydrive.live.com/self.aspx/.Public/demo3D.zip" target="_blank">ini </a>bagi yang menginginkan source code program ini. Semoga bisa bermanfaat, khususnya bagi yang ingin mempelajari teknik-teknik dasar visualisasi grafis, atau mungkin juga bisa membantu buat tugas kuliah bagi yang mengambil kuliah semacam ini..hehe..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=174&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2010/04/03/aplikasi-demo-grafis-3d-menggunakan-c-dan-gdi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahim007.files.wordpress.com/2010/04/untitled.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aplikasi_demo_3d</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Lupakan Adab ketika Bercanda !</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2010/02/09/jangan-lupakan-adab-ketika-bercanda/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2010/02/09/jangan-lupakan-adab-ketika-bercanda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 23:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[adab bercanda]]></category>
		<category><![CDATA[bercanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/2010/02/09/jangan-lupakan-adab-ketika-bercanda/</guid>
		<description><![CDATA[Bercanda merupakan salah satu hal yang digemari masyakat Indonesia, baik itu anak-anak maupun orang tua; laki-laki maupun wanita; penarik becak maupun pedagang; pelajar maupun pegawai. Pokoknya segala lapisan gemar bercanda. Saking tersebarnya kegemaran dan hobbi bercanda ini di masyarakat Indonesia, sampai – sampai dijadikan profesi oleh sebagian orang. Nah, muncullah di sana badut- badut, grup-grup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=173&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bercanda merupakan salah satu hal yang digemari masyakat Indonesia, baik itu anak-anak maupun orang tua; laki-laki maupun wanita; penarik becak maupun pedagang; pelajar maupun pegawai. Pokoknya segala lapisan gemar bercanda.</p>
<p>Saking tersebarnya kegemaran dan hobbi bercanda ini di masyarakat Indonesia, sampai – sampai dijadikan profesi oleh sebagian orang. Nah, muncullah di sana badut- badut, grup-grup lawak dan banyolan, ludruk, kelompok musik humoris, pantomin, film-film humoris, promosi dan media massa yang dihiasi dengan humor. Bukan cuma lewat media audio-visual, bahkan lewat karya tulis, dan buku-buku. Lebih ironisnya lagi kegemaran bercanda ini digunakan oleh sebagian kyai dan ustadz untuk menarik massa, pemanis retorika dalam berceramah dan berkhutbah sehingga menjadi ciri khas bagi dirinya. <strong>Tak heran jika disana ada sebagian pelawak dan artis jadi ustadz!</strong></p>
<p><strong><span id="more-173"></span><br />
</strong></p>
<p>Para Pembaca yang budiman, di sana terdapat beberapa canda yang <strong>diharamkan</strong>, karena melampaui batas syari’at, diantaranya:</p>
<ul>
<li><strong> Menyinggung Allah, Rasul-Nya, dan Syari’at-Nya. </strong></li>
</ul>
<p>Di antara musibah terbesar yang banyak melanda umat manusia, dari dulu sampai sekarang. Yaitu menghina dan menyinggung Allah, para Rasul-Nya, dan syari’at yang dibawa oleh mereka karena tidak sesuai dengan hawa nafsunya.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p><strong> فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ</strong></p>
<p><em> “Maka berkatalah pemimpin-pemimpin dari kaumnya:”Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang yang hina-dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apapun atas kami. Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.</em> (QS. <strong>Huud</strong> : 27)</p>
<p>Ejekan seperti ini, sama dengan ejekan dan ocehan sebagian orang yang biasa mengejek orang-orang yang belajar agama seraya berkata, <em>“Tak ada gunanya kamu belajar agama. Coba lihat orang yang belajar, tak ada di antara mereka yang kaya,semuanya kere dan miskin. Modelnya juga kayak orang kampungan dan bodoh-bodoh”.</em></p>
<p>Parahnya lagi, ketika mereka diajak melaksanakan sunnah Rasul Shallallahu ‘alayhi wasallam seperti memanjangkan jenggot sesuai perintah Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam , mereka ngomel, <em>“Wah, ngapain panjangkan jenggot, mirip orang tua aja. Lagian jorok dan ketinggalan zaman”.</em> Si miskin ini tak tahu, <strong>jika ia mencela masalah jenggot termasuk celaan terhadap Syari’at Islam</strong> sehingga membuat dirinya terancam kafir!</p>
<p><strong> Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong><em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>“</em><em>Barang siapa yang mengolok-olok suatu (ajaran) dari agama Rasul, atau pahalanya, atau siksaannya, maka sungguh ia telah kafir berdasarkan firman-Nya: </em></p>
<p><strong> قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ</strong></p>
<p><em> “Katakanlah :”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok”.</em> (QS<strong>.At-Taubah</strong> : 65-66) <em> “</em> . [Lihat <em>Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawwi’ah </em>(1/131)]</p>
<p>Saudari-saudari kita yang yang berjilbab dan bercadar sering mendapatkan olokan dari masyakat disebabkan mereka memakai jilbab yang menutupi seluruh tubuhnya, longgar, tebal dan berwarna hitam. Di mana-mana mereka mendapat olokan dari masyarakat. Digelarilah: <strong><em>Ninja</em></strong><em>, <strong>setan</strong>, <strong>kemah berjalan</strong>, <strong>Vampire</strong>,<strong> tukang copet</strong></em> dan kata-kata yang jorok lainnya.</p>
<p>Menanggapi masalah ini, <strong><em>Lajnah Da’imah</em></strong> berfatwa, <em>“Barangsiapa yang mengolok-olok seorang wanita muslimah atau laki-laki muslim lantaran ia berpegang teguh dengan syari’at Islam, maka ia kafir. Sama saja apakah (olokan) itu karena berhijabnya seorang wanita muslimah dengan hijab syar’i atau karena masalah (syari’at) lainnya”.</em> Lihat <em>Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’</em> (2/14 -15)</p>
<p>Wahai pembaca yang budiman, anda telah melihat bahayanya menyinggung syari’at Allah ketika bercanda dan humor. Janganlah kalian mengolok mereka lantaran mereka memanjangkan jenggot atau memendekkan celananya di atas mata kaki. Sebaiknya kalian diam dan mendoakan mereka agar tetap teguh di atas sunnah.</p>
<p>Di antara perkara yang masuk dalam masalah ini adalah menjadikan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘alayhi wasallam sebagai <strong>bahan anekdot</strong>. Hindarilah karena ini berbahaya.</p>
<ul>
<li><strong> Merendahkan Orang Lain </strong></li>
</ul>
<p>Bercanda merupakan suatu hal yang memang mengasyikkan. Namun hal ini kadang mengantarkan pelakunya <strong>merendahkan orang lain. </strong></p>
<p>Kalian akan melihat ada sebagian orang yang meniru gaya jalan kawannya,  dan <strong>cara ngomongnya</strong> dengan alasan <strong>humor</strong>. Sekelompok lagi, ada sebagian yang memberikan gelar-gelar buruk kepada kawan dan saudaranya. Andaikan gelar itu diberikan kepadanya, niscaya hatinya akan jengkel. Bahkan ada di antara manusia yang tak berperasaan, saat bercanda ia <strong>memukul temannya</strong>. Semua ini mereka lakukan dengan alasan humor.</p>
<p>Semua ini merupakan perendahan terhadap martabat orang lain, apalagi ia muslim. Penyakit ini muncul disebabkan karena penyakit sombong dan hilangnya rasa malu di hati pelakunya. Nabi <em>-Shollallahu ‘alaihi wasallam-</em> pernah bersabda,</p>
<p><strong> الْكِبْرُ: بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ </strong></p>
<p><em> “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain”.</em> [HR.Muslim dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya (91)]</p>
<p>Seseorang yang memiliki iman dan rasa malu di hadapan Allah, niscaya tak mungkin akan mengantarkan pemiliknya kepada sikap sombong dan merendahkan orang lain. Nabi <em>-Shollallahu ‘alaihi wasallam-</em> bersabda,</p>
<p><strong> الْحَيَاءُ وَالْإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا فَإِذَا رَفَعَ أَحَدُهُمَا رَفَعَ الْآخَرُ</strong></p>
<p><em> “Malu dan iman dikumpulkan bersama-sama. Jika yang satu hilang, maka yang lain pun akan hilang”.</em> [HR.Al-Hakim (58) dan Al-Baihaqy dalam <em>Asy-Syu’ab</em> (7727), dan Abu Nu’aim dalam <em>Al-Hilyah</em> (4/297). Lihat <strong><em>Jilbab Al-Mar’ah </em></strong>(hal.136)].</p>
<p><strong> Ibnu Hajar Al-Haitamy</strong><em>-rahimahullah-</em> memandang bahwa di antara dosa besar adalah mengejek para hamba Allah Ta’ala, tidak menghargai mereka, dan merendahkan mereka. Beliau berkata setelah itu, <em>“Semua yang disebutkan tadi, prinsip dan dasarnya adalah keburukan akhlak dan rusaknya hati”</em>. [Lihat <strong><em> Az-Zawajir</em></strong> (1/141-142)]</p>
<p>Seorang yang memperbanyak <strong>canda dan tawa, hatinya akan rusak dan mati dengan perlahan-lahan disebabkan ia tak terasa telah melakukan dosa dan kekufuran yang menodai hati.</strong> Nabi <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p><strong> لَا تُكْثِرُوْا الضَّحْكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحْكِ تُمِيْتُ الْقَلْبِ</strong></p>
<p><em><strong> “Janganlah kalian memperbanyak tertawa karena memperbanyak tertawa bisa mematikan hati”</strong>.</em> [HR. At-Tirmidzy (2305), Ibnu Majah (4193). Lihat <strong><em>Shohih Al-Adab Al-Mufrod (253)</em></strong>]</p>
<ul>
<li><strong> Berbicara Tentang Wanita </strong></li>
</ul>
<p>Berbicara tentang wanita merupakan salah satu bahan humoran bagi sebagian orang yang tipis imannya, dan rendah rasa malunya. Sampai kadang diantara mereka menjadikannya sebagai sebuah propesi dan adat kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Ironisnya lagi, jika kebiasaan ini menjangkit di kalangan agamawan. Karena pembicaraan tentang wanita dominannya mengarah kepada perkara tabu.</p>
<p><strong> Seorang tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois</strong><em> -rahimahullah-</em> berkata, <strong><em>“Jauhkanlah majelis kita dari obrolan seputar wanita dan makanan karena aku benci seseorang yang suka membicarakan (masalah) farji dan perutnya”.</em></strong>[Lihat <strong><em>Siyar A’lam An-Nubala’</em></strong> (4/94)]</p>
<p>Nabi <em>-Shollallahu ‘alaihi wasallam-</em> bersabda,</p>
<p><strong> إِنَّ مِنْ أَشَرُّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ منزلة يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلُ يُفْضِيْ إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِيْ إِلَيْهِ ثُمَّ يُنْشِرُ سَرَّهَا</strong></p>
<p><em> “Di antara manusia yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mendatangi istrinya, dan istrinyapun datang kepadanya, lalu ia menyebarkan rahasianya”.</em> [HR.Muslim dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya (1437), dan Abu Dawud dalam <strong><em>Sunan</em></strong><em>-</em>nya (4870)]</p>
<p><strong> Imam An-Nawawiy</strong><em>–rahimahullah-</em> berkata, <em>“Dalam hadits ini terdapat (faedah) diharamkannya seseorang menyebarkan sesuatu yang terjadi antara dia dengan istrinya berupa perkara jimak, serta menggambarkan hal itu secara rinci dan sesuatu yang terjadi pada wanita di dalamnya berupa ucapan, perbuatan, dan sejenisnya”.</em> [Lihat <strong><em>Syarah Shohih Muslim</em></strong> (10/8)]</p>
<p>Seyogyanya seorang muslim -apalagi pelajar ilmu syar’i- selalu berusaha <strong>membersihkan lidahnya ketika ia berbicara di depan orang.</strong> Karena seorang yang mengotori mulutnya dengan kisah-kisah dan cerita tentang wanita yang bisa membangkitkan gejolak syahwat, akan merusak citra dirinya sendiri dan memberikan dampak buruk kepada teman duduknya .</p>
<p>Abdullah bin Umar <em>-radhiyallahu anhuma- </em>berkata,</p>
<p><strong> أَحَقُّ مَا طُهِّرَ الْعَبْدُ لِسَانَهُ</strong></p>
<p><em> “Sesuatu yang paling pantas disucikan oleh seorang hamba adalah lisannya”</em> . [HR.Ahmad dalam <strong><em>Az-Zuhd</em></strong> (26), Abu Dawud dalam <strong><em>Az-Zuhd</em></strong> (322),Ibnu Abi Ashim dalam <strong><em>Az-Zuhd</em></strong> (26),dan Abu Nu’aim dalam <strong><em>Al-Hilyah</em></strong> (1/307) dengan <em>sanad</em> yang <em>shohih</em>]</p>
<p>Para ulama kita melarang seseorang untuk berbicara tentang wanita, karena itu merupakan jalan tergelincirnya seseorang dan bisa mengantarkan untuk membicarakan perkara yang haram, berupa hal-hal yang berkaitan dengannya; entah itu dengan menggambarkan keelokan tubuh dan perangai seorang wanita, ataukah menyebarkan rahasia yang terjadi antara seorang suami dengan istrinya. Sedang ini merupakan seburuk-buruknya perbuatan yang diberikan ancaman keras bagi pelakunya sebagaimana dalam hadits di atas.</p>
<ul>
<li><strong> Dusta Demi Canda </strong></li>
</ul>
<p>Ciri seorang mukmin adalah jujur dalam berbicara sebagaimana pribadi Nabi kita. Abu Hurairah berkata, “Ya Rasulullah, engkau bercanda dengan kami?” Beliau bersabda,</p>
<p><strong> إِنِّيْ لّا أَقُوْلُ إِلَّا حَقًا </strong></p>
<p><strong><em> “Sesungguhnya aku tak akan mengucapkan sesuatu kecuali itu benar”</em></strong> . At-Tirmidzy dalam <strong><em>As-Sunan</em></strong> (1990). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan Al-Albany dalam <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong> (1726)]</p>
<p>Satu bentuk kebiasaan buruk jika seseorang berusaha untuk membuat orang lain senang dan tertawa, namun ia mengucapkan sesuatu yang dusta sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pelawak, dan pemain sandiwara atau orang yang cari-cari muka.</p>
<p>Jauhilah dusta dalam bercanda sebab ini akan meluputkan kalian dari suatu fadhilah dan balasan yang agung di sisi Allah pada hari kemudian. Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:</p>
<p><strong> أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ ربض الْجَنَّةِ لَمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًا وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ</strong></p>
<p><em> “Aku akan memberikan jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta sekalipun ia bercanda, serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang akhlaknya bagus”.</em> [HR. Abu Dawud dalam <em>As-Sunan</em> (4800). Lihat <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong> (494)]</p>
<p>Inilah sebagian canda dan humor yang dilarang dalam Islam sengaja kami sampaikan di hadapan saudara-saudara sekalian agar kita bisa mengenal dan menjauhinya. Sebab berapa banyak orang masuk dalam neraka hanya karena <strong>salah dalam mengucapkan sesuatu</strong>.</p>
<p><strong>Sumber : </strong><em>Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 25 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp) </em></p>
<p>Dicopy dari : http://almakassari.com/?p=165</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=173&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2010/02/09/jangan-lupakan-adab-ketika-bercanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidur Siang</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/11/05/tidur-siang/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/11/05/tidur-siang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/2009/11/05/tidur-siang/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Agama Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai hal-hal kecil seperti adab berbisik, hingga hal-hal besar seperti kepemimpinan negara. Dan salah satu tanda kebesaran dan lengkapnya agama Islam ini adalah disyariatkannya untuk melakukan tidur siang. Berikut saya nukilkan dari majalah islami sebuah artikel yang membahas tentang tidur siang ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=168&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Agama Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai hal-hal kecil seperti adab berbisik, hingga hal-hal besar seperti kepemimpinan negara. Dan salah satu tanda kebesaran dan lengkapnya agama Islam ini adalah disyariatkannya untuk melakukan tidur siang. Berikut saya nukilkan dari majalah islami sebuah artikel yang membahas tentang tidur siang ini. Mungkin artikel ini juga sedikit menyinggung pendidikan anak karena dalam majalah aslinya artikel ini terdapat dalam bagian pendidikan anak. Semoga Allah memberikan dari manfaat bagi kita semua dari tulisan ini..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Oleh : Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran</p>
<p>Masa anak-anak masa penuh aktivitas. Anak-anak seolah tak berhenti bergerak, dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Lebih-lebih lagi bermain, sebuah aktivitas yang menjadi favorit dalam dunia anak. Kadang karena asyik bermain atau melakukan aktivitas yang lain, anak jadi susah diminta tidur siang. Bahkan tidur siang menjadi sesuatu yang menjengkelkan karena memutuskannya dari kegembiraan aktivitas yang dilakukannya.</p>
<p>Ternyata faktor yang menghalangi anak-anak istirahat di siang hari bukan hanya datang dari diri mereka sendiri. Bahkan terkadang, ada orangtua yang justru menghasung anak-anak untuk menyibykkan waktunya dengan segudang kegiatan, tanpa istirahat siang. Les ini, les itu, kegiatan ini dan itu, bersiap menyongsong ini dan itu, sehingga anak tak berhenti dari satu kesibukan ke kesibukan yang lain.</p>
<p>Kita –orangtua- seyogianya tidak membiarkan anak-anak tanpa tidur siang ataupun sekadar beristirahat di siang hari. Dari sisi kesehatan, tentu hal ini banyak manfaatnya, mengistirahatkan tubuh sejanak dari aktivitas agar bugar kembali untuk menyambut aktivitas berikutnya.</p>
<p>Tak hanya dari sisi kesehatan tinjauannya. Jauh lebih penting lagi, tidur siang adalah sunnah yang diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم  . Beliau memerintahkan kita untuk tidur siang dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه   :<span id="more-168"></span></p>
<p>قيلوا فإن الشياطين لا تقيل</p>
<p><em>“<strong>Qailulah-</strong>lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.”</em> (<strong>HR. Abu Nu’ain dalam Ath-Thibb</strong>, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani رحم الله   dalam <strong>Ash-Shahihah</strong> no.1637 : isnadnya shahih)</p>
<p>Yang dimaksud dengan <em>qailulah </em>adalah istirahat di tengah hari walaupun tidak disertai tidur. <strong>(An-Nihayah fi Gharibil Hadits)</strong></p>
<p>Apa yang dilakukan dan dihasung oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم   ini juga diikuti oleh para sahabat رضي الله عنه   . Di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه   dalam riwayat dari ‘Umar ibnul Khaththab رضي الله عنه    :</p>
<p>ربما قعد على باب ابن مسعود رجال من قريش، فإذا فاء الفيء قال : قوموا فما بقي فهو للشيطان. ثم لا يمر على أحد إلا أقامه</p>
<p><em>Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang, pent.) ! Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari </strong>dalam <strong>Al-Adabul Mufrad </strong>no.1238, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani رحم الله   dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.939: hasanul isnad)</p>
<p>Dalam riwayat yang lainnya disebutkan :</p>
<p>كان عمر رضي الله عنه يمر بنا نصف النهار – أو قريبا منو – فيقول : قوموا فقيلوا، فما بقي فللشيطان</p>
<p><em>Biasanya ‘Umar </em><em>رضي الله عنه </em><em> bila melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari mengatakan, “Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bagian untuk setan.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> dalam <strong>Al-Adabul Mufrad</strong> no.1239, dikatakan <strong>oleh Al-Imam Al-Albani</strong> رحم الله   dalam <strong>Shahih Al-Adabil Mufrad</strong> no.939: hasanul isnad)</p>
<p>Begitulah kebiasaan para sahabat رضي الله عنه   . Diceritakan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه   , ketika datang pengharaman khamr, para sahabat sedang duduk-duduk minum khamr di rumah Abu Thalhah رضي الله عنه   . Dengan segera mereka menuangkan isi bejana khamr, lalu mereka istirahat siang di rumah Ummu Sulaim رضي الله عنها   , istri Abu Thalhah رضي الله عنه   . Anas رضي الله عنه    menuturkan :</p>
<p>ماكان لأهل المدينة شراب – حيث حرمت الخمر – أعجب إليهم من التمر والبسر ، فإني لأسقي اصحاب رسول الله صلى الله عليه  وسلم و هم عند ابي طلحة، مر رجل قال : إن الخمر قد حرمت. فما قالوا: متى ؟ أو حتى ننظر. قالوا: ثا أنس، أهرقها، ثم قالوا عند أم سليم ثم راحوا إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأذا الخمر كما قال الرجل. قال أنس: فما طعموها بعد</p>
<p><em>“Tidak ada minuman yang paling disukai penduduk Madinah tatkala diharamkannya khamr, selain (khamr dari) rendaman kurma. Sungguh waktu itu aku sedang menghidangkan minuman itu kepada para sahabat Rasulullah </em><em>صلى الله عليه و سلم </em><em> yang sedang berada di rumah Abu Thalhah. Tiba-tiba lewat seseorang, dia mengatakan “Sesungguhnya khamr telah diharamkan!” Sama sekali para sahabat tidak menanyakan, “Kapan?” atau “Kami lihat dulu.” Mereka justru langsung mengatakan, “Wahai Anas, tumpahkan khamr itu!” Lalu <strong>mereka pun beristirahat siang </strong>di rumah Ummu Sulaim sampai hari agak dingin, setelah itu mereka mandi. Kemudian Ummu Sulaim memberi mereka minyak wangi. Setelah itu mereka beranjakl menuju ke hadapan Nabi </em><em>صلى الله عليه و سلم </em><em> . Ternyata beritanya memang seperti yang dikatakan orang tadi. Maka mereka tak pernah lagi meminumnya setelah itu.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> dalam <strong>Al-Adabul Mufrad </strong>no.1241. dikatakan oleh Imam Al-Albani رحم الله   dalam <strong>Shahih Al-Adabil Mufrad </strong>no.940: shahihul isnad)</p>
<p>Anas bin Malik رضي الله عنه   mengabarkan kebiasaan para sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم  dahulunya :</p>
<p>كانوا يجمعون ثم يقيلون</p>
<p>Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian <strong>istirahat siang. (HR.Bukhari </strong>dalam <strong>Al-Adabul Mufrad </strong>no.1240, dikatakan oleh Al-Imam Al-Abani رحم الله   dalam <strong>Shahih Al-Adabil Mufrad </strong>no.939: shahihul isnad)</p>
<p>Jika para sahabat saja bersemangat mengikuti perintah Rasulullah صلى الله عليه و سلم  serta mengajak yang lainnya melakukan kebaikan ini, tentu kita tak pantas meninggalkannya. Kita melakukan dan kita ajak anak-anak kita untuk melakukannya pula.</p>
<p>Manfaat yang besar akan mereka dapatkan; tubuh akan terasa segar untuk melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah سبحانه و تعالى  , juga menyelisihi kebiasaan setan yang tak pernah istirahat di siang hari. Lebih penting lagi, membiasakan diri mereka untuk meneladani sunnah Rasulullah صلى الله عليه و سلم  .</p>
<p><em>Wallahu a’lam bish-shawab.</em></p>
<p>(dinukil dari majalah Asy-Syariah Vol. V/No.50/1430 H/2009, hal 80)<em></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=168&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/11/05/tidur-siang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Sanad dan Kedudukan Akal dalam Memahami Agama</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/03/04/pentingnya-sanad-dan-kedudukan-akal-dalam-memahami-agama/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/03/04/pentingnya-sanad-dan-kedudukan-akal-dalam-memahami-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 06:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Pentingnya Sanad dan Kedudukan Akal dalam Memahami Agama   Keyakinan kepada adanya Tuhan harus didasarkan atas kesadaran akal, bukan sekedar kesadaran yang bersifat tradisional yakni melestarikan warisan nenek moyang betapapun corak dan konsepnya (Ahmad Azhar Basyir, 1993: 17). Akal adalah potensi (luar biasa) yang dianugerahkan Allah kepada manusia, karena dengan akalnya manusia memperoleh pengetahuan tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=164&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><br />
Pentingnya Sanad dan Kedudukan Akal dalam Memahami Agama</strong></p>
<p> </p>
<p>Keyakinan kepada adanya Tuhan harus didasarkan atas kesadaran akal, bukan sekedar kesadaran yang bersifat tradisional yakni melestarikan warisan nenek moyang betapapun corak dan konsepnya (Ahmad Azhar Basyir, 1993: 17). Akal adalah potensi (luar biasa) yang dianugerahkan Allah kepada manusia, karena dengan akalnya manusia memperoleh pengetahuan tentang berbagai hal. Dengan akalnya manusia dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang baik mana yang buruk, mana yang menyelamatkan mana yang menyesatkan, mengetahui rahasia hidup dan kehidupan dan seterusnya. Oleh karena itu, adalah pada tempatnya kalau agama dan ajaran Islam memberikan tempat yang tinggi kepada akal, karena akal dapat digunakan memahami agama dan ajaran Islam sebaik-baiknya dan seluas-luasnya. Sangat banyak ayat Al-Qur&#8217;an yang memerintahkan manusia mengunakan akalnya untuk berfikir. Memikirkan alam semesta, memikirkan diri sendiri, memikirkan pranata atau lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya, dengan tujuan agar perjalanan hidup di duniadapat ditempuh setepat-tepatnya sesuai dengan kedudukan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah yang akan kembali kepada-Nya serta memetik hasil tanaman amal perbuatannya sendiri di dunia baik sebagai abdi maupun sebagai khalifah-Nya di bumi.</p>
<p>Setiap orang pasti memiliki fitrah yang meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Akan tetapi, karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan sebagainya, manusia memiliki kecenderungan menyimpang dan tidak sesuai dengan fitrahnya. Fitrah adalah karakter dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Di dalamnya termasuk karakter-karakter yang seragam pada semua manusia meskipun kadarnya mungkin berbeda, dan tidak ditemukan manusia yang tidak memiliki karakter tersebut. Untuk itu, manusia sangat memerlukan agama yang menjaga keadaan hatinya tetap di atas fitrahnya. Atas Rahmat Allah SWT, Islam telah dipilih dalam bentuk yang paling sempurna dan paling sesuai dengan fitrah manusia.  Jika manusia memaksakan diri untuk melanggar batasan-batasan yang telah Allah tetapkan, maka dirinya sendirilah yang akan menderita. Oleh karena itu, jalan hidup yang paling nikmat tentulah sebagaimana yang digariskan oleh agama Islam. Fakta bahwa kata &#8220;<em>fitrah</em>&#8221; hanya sekali saja ditemukan di dalam Al-Qur&#8217;an sangat menarik untuk disimak. Kata ini ditemukan pada firman Allah :</p>
<p><em>Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah  Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada  fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak  mengetahui <strong><span style="font-style:normal;">(Q.S Ar-Ruum : 30)</span></strong></em></p>
<p>Allah menciptakan manusia tanpa pernah melenceng dari fitrahnya. Akan tetapi, perintah untuk tetap atas fitrah yang telah Allah tetapkan di sini menunjukkan bahwa manusia memang memiliki kecenderungan untuk menyimpang dari fitrah itu sendiri akibat hawa nafsunya. Artinya, untuk tetap pada fitrah Allah dibutuhkan usaha nyata. Ironisnya, sebagaimana yang disampaikan di akhir ayat di atas, tidak semua manusia mengetahui fitrahnya sendiri.</p>
<p>Lalu, jika agama merupakan hal yang penting untuk menjaga fitrah manusia, agama mana yang seharusnya seseorang memeluknya? Saat ini, agama bermacam-macam : Kristen, Budha, Konghucu, Islam, Hindhu, Katholik, dan sebagainya. Jika ada yang bilang semua agama itu sama saja, ini adalah anggapan yang salah karena prinsip dasar setiap agama tersebut berbeda dan tidak mungkin menyamakan kedua hal yang sangat bertentangan. Mungkin paham ini dianut oleh agama Hindhu, bahwa setiap ajaran agama intinya sama,<span id="more-164"></span> yakni bertujuan meringankan penderitaan dan membawa kedamaian serta kebahagiaan bagi seluruh umat manusia melalui pelaksanaan etika moral sesuai dengan cara hidup yang benar, hanya caranya saja yang beda. Namun, Islam tidak berpandangan demikian. Dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan secara tegas bahwa Islam hanyalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah, dalam firman-Nya, <em>&#8220;Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.&#8221;</em> <strong>(Q.S Ali Imran : 19)</strong>. Demikian pula, Al-Qur&#8217;an juga membantah pemahaman agama kristen yang menyatakan tuhan itu tiga (trinitas) :</p>
<p><em>Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(Tuhan itu) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.</em> <strong>(Q.S An-Nisa : 171)</strong></p>
<p>Untuk membuktikan agama mana yang paling benar, salah satu caranya adalah kita dapat melakukan seperti halnya peneliti melakukan penelitian ilmiah. Guna mengatasi kecenderungan yang tak menguntungkan ini, maka perlu dan penting bagi semua pihak yang bersangkutan untuk mengadakan suatu pengkajian dan penelitian tentang pelaksanaan prinsip-prinsip agama agar tercapai pemahaman dan kesadaran yang lebih baik mengenai nilai-nilai rohaniah dari suatu agama agar terhindar dari kesalahan-kesalahan masa lampau yang amat disayangkan.</p>
<p>Kita dan para peneliti biasanya mendapatkan data kebenaran dari dua metode : eksperimen atau sumber/pustaka terpercaya. Sebagai contoh sederhananya, di awal-awal semester, biasanya mahasiswa ingin mengetahui jadwal kuliah barunya. Untuk mendapatkannya, mahasiswa tersebut bisa langsung ke kampus melihat papan pengumuman yang berisi jadwal kuliah. Namun, terkadang cara ini tidak mungkin bisa dilakukan. Misalnya, mahasiswa tersebut masih berhalangan/sakit keras/masih mudik dan sebagainya. Maka, hal yang hanya dapat dilakukan adalah mahasiswa tersebut menanyakan kepada teman-temannya yang terpercaya tentang jadwal tersebut. Bisa saja teman-temannya tidak melihat langsung jadwal kuliahnya, tapi mereka mengetahui informasi dari temannya lagi. Namun, sebanyak apapun rantai informasinya, jika setiap pengabar adalah orang yang terpecaya, maka kabar tersebut dapat dijadikan sumber informasi yang terpercaya. Demikian pula cara-cara ini juga dapat digunakan untuk membuktikan agama-agama mana yang paling benar. Dengan metode penelitian ilmiah ini, dapat dibuktikan bahwa Islam merupakan agama yang paling benar, baik dari pembuktian melalui eksperimen-eksperimen yang sederhana hingga canggih maupun dengan melihat rantai informasi sumber ajarannya (biasa disebut dengan istilah sanad)  sehingga dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.</p>
<p>Dengan eksperimen, kita dapat membuktikan kebenaran ajaran-ajaran Islam ini, seperti kisah nabi Ibrahim yang mencari Tuhan, atau hasil-hasil eksperimen terkini yang memperkuat kebenaran Islam (bagusnya pengobatan bekam, manfaat larangan makan sambil berdiri, kencing di air tergenang, kisah-kisah kaum yang diazab yang sisa-sisa peninggalan sejarahnya masih ada, dll).</p>
<p>Kemudian, dengan metode mengecek sisi periwayatan ajarannya (sanad), hanya Islamlah yang ajaran-ajarannya dapat dibuktikan asli dari nabinya, Muhammad. Hal ini dapat dilakukan berkat adanya ilmu mushtolah hadits, yakni ilmu mengecek keabsahan hadits apakah hadits tersebut shohih dengan melihat perawi-perawi hadits yang meriwayatkannya. Maka, semua ajaran Islam dapat dipertanggungjawabkan bahwa ajaran tersebut benar-benar memang berasal dari Rasulullah karena orang-orang yang meriwayatkan terpercaya. Sedangkan Nabi Muhammad sendiri dikenal sebagai orang jujur, amanah dan terpercaya, sehingga setiap perkataan yang berasal dari Nabi Muhammad tidak diragukan lagi kebenarannya, bahkan oleh orang kafir di zaman itu sekali pun. Sebagaimana dikisahkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekkah, orang-orang musyrik lebih percaya untuk menitipkan hartanya kepada Rasulullah dibanding teman-temannya sendiri karena dikenal sikap amanahnya atau orang-orang Yahudi yang membenarkan perkataan Rasulullah walaupun tidak mau masuk Islam, karena sikap dengkinya yang ditimbulkan akibat nabi yang diutus tidak berasal dari keturunan Yahudi.</p>
<p>Sanad juga merupakan keistimewaan umat ini dan tidak ada di umat-umat yang lain, membuktikan bahwa Islamlah agama yang paling benar dan tidak ada agama yang benar kecuali Islam. Ibnu Hazm <em>rahimahullah</em> berkata: &#8220;Periwayatan orang-orang yang terpercaya hingga sampai ke rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah kekhususan yang diberikan Allah kepada umat ini, yang tidak ada di agama lain. Adapun riwayat  <em>mursal </em> atau  <em>mu&#8217;dhal </em> (macam-macam riwayat yang terputus jalur periwayatannya), maka hal ini banyak terdapat di Yahudi tapi riwayat itu tidak sampai mendekati Musa <em>alaihissalam</em> sebagaimana riwayat kita sampai Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Riwayat orang-orang Yahudi itu hanya sampai pada orang yang antara dia dengan Musa <em>alaihissalam</em> jarak lebih dari 30 masa, mereka hanya sampai kepada Syam&#8217;un atau semisalnya. Sedangkan Nashrani, mereka tidak mempunyai periwayatan seperti ini kecuali riwayat pengharaman talak saja. Adapun riwayat yang didalamnya terdapat para pendusta maupun orang-orang yang tidak dikenal, maka hal ini banyak ditemui di periwayatan Yahudi dan Nashrani.&#8221;</p>
<p>Hal ini juga diakui oleh orang-orang diluar Islam, seperti disebutkan oleh seorang Eropa &#8220;Sungguh kita tidak bisa berkata kecuali bahwa sanad yang bersambung baik al Quran maupun hadits hanya dimiliki oleh kaum muslimin saja, maka jika ada seorang yang ingin menolak suatu hadits maka dia sendirilah yang harus membuktikan hal itu &#8230;&#8221;</p>
<p>Karena hal inilah, apabila ada seseorang yang ingin mengkritik Islam dari sisi keabsahan al Quran maupun hadits, dia tidak akan bisa, karena dia harus berhadapan dengan kaidah-kaidah periwayatan yang diwariskan oleh para ulama kita. Maka jika ada seseorang yang ingin mengkritik suatu hadits misalnya, dan mengaatakan bahwa hadits ini bukan berasal dari Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,</em> ia harus memperhatikan dari sisi para perawinya.</p>
<p>Demikianlah Allah menjaga dan umat Islam ini dengan sanad. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu mengecek lagi kebenaran pada setiap hadits-hadits yang sanadnya shohih, karena setiap hadits shohih datangnya dari rasulullah dan setiap perintah yang datang dari Rasulullah hendaknya langsung ditaati tanpa banyak bertanya-tanya, &#8220;apakah ini solusi yang paling tepat?&#8221;, &#8220;apakah ini masuk akal?&#8221; atau semisalnya bagi seorang mukmin, sebagaimana firman Allah : </p>
<p><em>Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. &#8220;Kami mendengar, dan kami patuh.&#8221; Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.</em> <strong>(Q.S An-Nuur: 51)</strong><strong></strong></p>
<p>Sudah sepantasnya kita berusaha menjadi golongan mukminin dengan mengamalkan ayat ini, yakni mengamalkan perintah-perintah nabi tanpa harus dicek apakah ajaran tersebut sesuai dengan akal atau tidak, sesuai hasil penelitian yang mutakhir ataukah tidak, dan sebagainya, karena akal yang sehat pasti bersesuaian dengan petunjuk nabi, dan akal yang tidak sehat tidak bersesuaian dengan petunjuk nabi. Kalaupun ada kabar-kabar yang berasal dari nabi tidak dapat dibuktikan dengan hasil penelitian teknologi masa kini yang semakin canggih, bahkan mungkin bertentangan,  sebagai orang mukmin kita harus menempatkan akal kita di bawah dalil-dalil naqli yang shahih. Kita harus menganggap bahwa Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah lah yang benar dan menganggap penelitian-penilitian yang bertentangan dengan dalil adalah penelitian yang batil. Walaupun kita juga harus menggunakan akal dalam memahami agama, janganlah menempatkan akal secara berlebih-lebihan seperti yang didapati banyak para akademisi, sehingga segala sesuatu harus dihukumi dengan akal dahulu baru kemudian mencari dalil-dalilnya yang maknanya sudah diselewengkan menurut akalnya. Bahkan, mereka menolak Al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits shahih jika bertentangan dengan pemikirannya atau penelitiannya.</p>
<p> Itulah manusia. Kadang ia masih terlalu angkuh untuk menyadari kelemahannya. Seakan dengan teknologi, manusia bisa melakukan segalanya. Padahal masih banyak hal yang belum bisa dicapai hakekatnya dengan teknologi. Contoh mudahnya adalah ruh. Ia bahkan ada dalam diri-diri kita. Kita juga bisa merasakan keberadaanya. Namun belum ada teknologi yang bisa menungkap eksistensi dan substansinya.</p>
<p>Berita penaklukan Romawi Timur dan Persia, dua kekuatan adidaya kala itu oleh Islam sudah diberitakan jauh-jauh hari sebelumnya oleh Rasulullah. Meski sangat mungkin hal itu menjadi sesuatu yang mustahil (tidak masuk akal) terjadi menurut cara pandang manusia di masa itu. Sehingga sekali lagi, tak sepatutnya syariatnya ini dikalahkan oleh logika semata.</p>
<p>Sebagai muslim, semestinya kita mengedepankan keimanan. Bukan dengan logika manusia yang dangkal kita justru hendak mementahkan sebuah berita ghaib yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Mengedepankan kabar dari  rasulullah dibanding akal ini telah dicontohkan oleh para salafush salih, yang merupakan teladan terbaik umat Islam. Seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash-Shidiq. Beliau membenarkan bahwa rasulullah telah melakukan peristiwa isra&#8217; mi&#8217;raj yang sangat tidak mungkin dilakukan menurut kaum musyrikin pada saat itu, bahkan mungkin hal ini belum dapat terbukti oleh teknologi canggih manusia saat ini. Ketika itu kaum musyrikin bergembira dengan &#8220;kegilaan&#8221; umat Islam yang mempercayai bahwa Nabi telah pergi ke baitul maqdis hanya dalam beberapa jam saja. Namun, Abu Bakar tetap berkata, &#8220;Jika kabar itu datang dari Rasulullah, maka aku membenarkannya.&#8221;</p>
<p> Maka, mengedepankan kabar dari  rasulullah dibanding akal ini bukanlah hal yang memalukan, namun justru ini adalah ciri-ciri orang bertaqwa, yang beriman kepada yang ghaib, hal yang tidak dapat dinalar oleh akal. Allah berfirman,</p>
<p>(Orang-orang bertaqwa yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib&#8230;<strong>(Q.S Al-Baqarah : 3)</strong></p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=164&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/03/04/pentingnya-sanad-dan-kedudukan-akal-dalam-memahami-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Pacaran Islami!</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/tidak-ada-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/tidak-ada-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 13:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an yang mulia: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ “Telah tampak kerusakan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=159&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah</em></p>
<p>Menempelkan label <span class="hilite3">Islami</span> memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di h<span class="hilite1">ada</span>pan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman dalam Al-Qur`an yang mulia:</p>
<p>ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</p>
<p><em>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kep<span class="hilite1">ada</span> mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, mudahan-mudahan mereka mau kembali ke jalan yang benar.”</em> (<strong>Ar-Rum: 41</strong>)</p>
<p>‘Ala`uddin Ali bin Muhammad bin Ibrahim Al-Baghdadi <em>rahimahullahu</em> yang masyhur dengan sebutan Al-Khazin menyatakan dalam tafsirnya terh<span class="hilite1">ada</span>p ayat di atas. <em>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut”</em>, karena kesyirikan dan maksiat tampaklah kekurangan hujan (kemarau) dan sedikitnya tanaman yang tumbuh di daratan, di lembah, di padang sahara yang tandus dan di tanah yang kosong. Kurangnya hujan ini selain berpengaruh pada daratan juga membawa pengaruh p<span class="hilite1">ada</span> lautan, di mana hasil laut berupa mutiara menjadi berkurang. (<strong>Tafsir Al-Khazin</strong>, 3/393)</p>
<p>Kerusakan banyak terjadi di darat dan di laut, berupa rusak dan kurangnya penghidupan/pencaharian manusia, tertimpanya mereka dengan berbagai penyakit dan wabah serta perkara lainnya karena perbuatan-perbuatan rusak/jelek yang mereka lakukan. Semua itu ditimpakan kep<span class="hilite1">ada</span> mereka agar mereka mengetahui bahwa Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan membalas apa yang mereka perbuat. Diharapkan dengan semua itu mereka mau bertaubat dari perbuatan jelek mereka. Demikian kata Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di <em>rahimahullahu</em> dalam <strong>Taisir Al-Karimir Rahman</strong>, hal. 634.</p>
<p>Demikianlah, kerusakan dapat kita jumpai di mana-mana. Jangankan di kota besar, bahkan di pedesaan sekalipun. Belum lagi musibah yang terjadi hampir di seluruh negeri. Semua itu <span class="hilite">tidak</span> lain penyebabnya karena dosa anak manusia.</p>
<p>Abul ‘Aliyah <em>rahimahullahu</em> berkata, “Siapa yang bermaksiat kep<span class="hilite1">ada</span> Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> di muka bumi maka sungguh ia telah membuat kerusakan di bumi. Karena kebaikan di bumi dan di langit diperoleh dengan ketaatan.” (<strong>Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim</strong>, 6/179)</p>
<p>Pergaulan anak muda yang rusak merupakan salah satu penyebab kerusakan tersebut. Hubungan pra nikah dianggap sah.<span class="hilite2">Pacaran</span> boleh-boleh saja, bahkan dianggap suatu kewajaran dan tanda kewajaran anak muda.</p>
<p>Di lembar ini, bukan hubungan mereka (baca: yang awam) yang ingin kita bicarakan, karena telah demikian jelas penyimpangan dan kerusakannya! Para pemuda pemudi yang katanya punya <em>ghirah</em> terhadap Islam, yang aktif dalam organisasi Islam, training-training pembinaan keimanan dan kegiatan-kegiatan Islami lah yang hendak kita tuju. Mungkin karena kedangkalan terhadap ilmu-ilmu Islam atau terlalu mendominasinya hawa nafsu, mereka memunculkan istilah “pacaran Islami” dalam pergaulan mereka. Bagaimana pacaran <span class="hilite3">Islami</span> yang mereka maukan? Jelas karena diberi embel-embel Islam, mereka hendak berbeda dengan <span class="hilite2">pacaran</span> orang awam/jahil. Tidak ada saling sentuhan, tidak <span class="hilite1">ada</span> pegang-pegangan,<span class="hilite">tidak</span> ada kata-kata kotor dan keji. Masing-masing menjaga diri. Kalaupun saling berbincang dan bertemu, yang menjadi pembicaraan hanyalah tentang Islam, tentang dakwah, tentang umat, saling mengingatkan untuk beramal, berdzikir kep<span class="hilite1">ada</span>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, mengingatkan negeri akhirat, tentang surga dan neraka. Begitu katanya!</p>
<p><span class="hilite2">Pacaran</span> yang dilakukan hanyalah sebagai tahap penjajakan. Kalau cocok, diteruskan sampai ke jenjang pernikahan. Kalau tidak, diakhiri dengan cara baik-baik. Dulu penulis pernah mendengar ucapan salah seorang aktivis mereka dalam suatu kajian keIslaman untuk mengalihkan anak-anak muda Islam dari merayakan Valentine Day, “Darip<span class="hilite1">ada</span> pemuda Islam, ikhwan sekalian, <span class="hilite2">pacaran</span> dengan wanita-wanita di luar, yang tidak berjilbab, <span class="hilite">tidak</span> shalihah, lebih baik berpasangan dengan seorang muslimah yang shalihah.”</p>
<p>Darimanakah mereka mendapatkan pembenaran atas perbuatan mereka? Benarkah mereka telah menjaga diri dari perkara yang haram atau malah mereka terjerembab ke dalamnya dengan s<span class="hilite1">ada</span>r ataupun tidak? Ya, setanlah yang menghias-hiasi kebatilan perbuatan mereka sehingga tampak sebagai kebenaran. Mereka memang -katanya- tidak bersentuhan, tidak pegangan tangan, tidak ini dan <span class="hilite">tidak</span> itu… Sehingga jauh dan jauh mereka dari keinginan berbuat nista (baca: zina), sebagaimana <span class="hilite2">pacaran</span>nya para pemuda-pemudi awam/jahil yang p<span class="hilite1">ada</span> akhirnya menyeret mereka untuk berzina dengan pasangannya. <em>Na’udzubillah</em>!!! Namun tahukah mereka (anak-anak muda yang katanya punya kecintaan kep<span class="hilite1">ada</span> Islam ini) bahwa hati mereka <span class="hilite">tidak</span>lah selamat, hati mereka telah terjerat dalam fitnah dan hati mereka telah berzina? Demikian pula mata mereka, telinga mereka?</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah mengingatkan dalam sabdanya:</p>
<p>إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak <span class="hilite1">Ada</span>m bagiannya dari zina1. Dia akan mendapatkannya, tidak bisa <span class="hilite">tidak</span>. Maka, zinanya mata adalah dengan memandang (yang haram) dan zinanya lisan <span class="hilite1">ada</span>lah dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> no. 6243 dan <strong>Muslim</strong> no. 2657 dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>)</p>
<p>Dalam lafadz lain disebutkan:</p>
<p>كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَى، مُدْرِكُ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الْاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكلامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ</p>
<p><em>“Ditetapkan atas anak <span class="hilite1">Ada</span>m bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa <span class="hilite">tidak</span>. Kedua mata itu berzina, dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina, dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina, dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina, dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, dan zinanya dengan melangkah (kep<span class="hilite1">ada</span> apa yang diharamkan). Sementara, hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong> no. 2657)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi <em>rahimahullahu</em> berkata: <strong>“Makna dari hadits di atas adalah anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Maka di antara mereka <span class="hilite1">ada</span> yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan yang haram (untuk dimasuki karena bukan pasangan hidupnya yang sah, <em>pent</em>.). Dan di antara mereka <span class="hilite1">ada</span>yang zinanya secara <em>majazi</em> (kiasan) dengan memandang yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kep<span class="hilite1">ada</span> zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahramnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau untuk melihat zina, atau untuk menyentuh wanita non mahram atau untuk melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita non mahram dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara <em>majazi</em>. Sementara kemaluannya membenarkan semua itu atau mendustakannya. Maknanya, terkadang ia merealisasikan zina tersebut dengan kemaluannya, dan terk<span class="hilite1">ada</span>ng ia tidak merealisasikannya dengan <span class="hilite">tidak</span> memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan yang haram, sekalipun dekat dengannya.”</strong> (<strong>Syarhu Shahih Muslim</strong>, 16/206)</p>
<p>Dengan <span class="hilite2">pacaran</span> yang mereka beri embel-embel Islam, <span class="hilite1">ada</span>kah mereka dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram? Sementara memandang wanita <em>ajnabiyyah</em> (non mahram) atau laki-laki ajnabi termasuk perbuatan yang diharamkan.</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memerintahkan:</p>
<p>قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ</p>
<p><em>“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kep<span class="hilite1">ada</span> wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…’.”</em> (<strong>An-Nur: 30-31</strong>)</p>
<p><span class="hilite">Tidak</span>kah mereka tahu bahwa wanita merupakan fitnah yang terbesar bagi laki-laki? Sebagaimana dinyatakan Rasulullah<em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dalam sabda beliau:</p>
<p>مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p><em>“<span class="hilite">Tidak</span>lah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki darip<span class="hilite1">ada</span> fitnahnya wanita.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> no. 5096 dan <strong>Muslim</strong> no. 6880)</p>
<p>Di samping itu, dengan <span class="hilite2">pacaran</span> “<span class="hilite3">Islami</span>” ala mereka, mereka tentu <span class="hilite">tidak</span> akan lepas dari yang namanya <em>khalwat</em> (berdua-duaan dengan lawan jenis) dan <em>ikhtilath</em> (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa <span class="hilite1">ada</span>nya <em>hijab</em>/tabir penghalang).</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah bersabda:</p>
<p>لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ</p>
<p><em>“Sekali-kali <span class="hilite">tidak</span> boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> no. 1862 dan <strong>Muslim</strong> no. 3259)</p>
<p>Al-Qadhi Iyadh <em>rahimahullahu</em> berkata, <strong>“Wanita <span class="hilite1">ada</span>lah fitnah, sehingga laki-laki <em>ajnabi</em> dilarang bersepi-sepi dengannya. Karena jiwa-jiwa manusia diciptakan punya kecenderungan/syahwat terh<span class="hilite1">ada</span>p wanita, dan setan akan menguasai mereka dengan perantaraan para wanita.”</strong></p>
<p>Beliau juga mengatakan bahwa wanita adalah aurat yang sangat urgen untuk dijaga dan dipelihara. Dan mahramnya sebagai orang yang memiliki kecemburuan terh<span class="hilite1">ada</span>pnyalah yang akan melindungi dan menjaganya. (<strong>Al-Ikmal</strong>, 4/448)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi <em>rahimahullahu</em> menyatakan, <strong>“<span class="hilite1">Ada</span>pun bila seorang laki-laki <em>ajnabi</em> berdua-duaan dengan wanita<em>ajnabiyah</em> tanpa ada orang ketiga bersama keduanya, maka hukumnya haram menurut kesepakatan ulama. Demikian pula bila bersama keduanya hanya ada seseorang yang biasanya orang tidak sungkan/tidak merasa malu berbuat sesuatu di hadapannya karena usianya yang masih kecil, seperti anak laki-laki yang baru berumur dua atau tiga tahun dan yang semisalnya. Karena keber<span class="hilite1">ada</span>an orang seperti ini sama saja seperti <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span>nya.”</strong> (<strong>Al-Minhaj</strong>, 9/113)</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda:</p>
<p>لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ</p>
<p><strong><em>“<span class="hilite">Tidak</span>lah sekali-kali seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita melainkan yang ketiganya <span class="hilite1">ada</span>lah setan.”</em></strong>(<strong>HR. At-Tirmidzi</strong> no. 1171, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani <em>rahimahullahu</em> dalam <strong>Shahih Sunan At-Tirmidzi</strong>)</p>
<p>Karena bahayanya fitnah wanita dan bersepi-sepi dengan wanita, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sampai memperingatkan:</p>
<p>إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ</p>
<p><em>“Hati-hati kalian masuk ke tempat para wanita!” Berkatalah seseorang dari kalangan Anshar, “Wahai Rasulullah! Apa pendapat anda dengan ipar?” Beliau menjawab, “Ipar <span class="hilite1">ada</span>lah maut.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> no. 5232 dan <strong>Muslim</strong> no. 5638)</p>
<p>Ipar di sini <span class="hilite1">ada</span>lah kerabat suami selain ayah dan anak laki-lakinya. Makna <em>“Ipar <span class="hilite1">ada</span>lah maut”</em>, kata Al-Imam An-Nawawi<em>rahimahullahu</em>, bahwa kekhawatiran terhadap ipar lebih besar daripada orang selainnya. Kejelekan bisa terjadi darinya dan fitnahnya lebih besar. Karena biasanya ia bisa masuk dengan leluasa menemui wanita yang merupakan istri saudaranya atau istri keponakannya, serta memungkinkan baginya berdua-duaan dengan si wanita tanpa <span class="hilite1">ada</span> pengingkaran, karena dianggap keluarga sendiri. Beda halnya kalau yang melakukan hal itu laki-laki <em>ajnabi</em> yang <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span> hubungan keluarga dengan si wanita. (<strong>Al-Minhaj</strong>, 14/ 378)</p>
<p>Ketika Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahullahu</em> ditanya tentang hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan yang terjalin sebelum <em>zawaj</em>, beliau menjawab, “Bila yang dimaukan penanya, sebelum <em>zawaj</em> <span class="hilite1">ada</span>lah sebelum<em>dukhul</em> (jima’) setelah dilangsungkannya akad nikah, maka <span class="hilite">tidak</span> ada dosa tentunya. Karena dengan <span class="hilite1">ada</span>nya akad berarti si wanita telah menjadi istrinya walaupun belum <em>dukhul</em>. Namun bila yang dimaksud sebelum <em>zawaj</em> <span class="hilite1">ada</span>lah sebelum akad nikah, baru pelamaran atau belum sama sekali, maka yang ini haram. Tidak boleh dilakukan. <span class="hilite">Tidak</span> diperkenankan seorang lelaki bernikmat-nikmat dengan seorang wanita <em>ajnabiyah</em>, baik dalam ucapan, pandangan, maupun <em>khalwat</em>.” (<strong>Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah</strong>, 2/600)</p>
<p><strong>Seorang laki-laki yang telah resmi melamar seorang wanita sekalipun, ia tetap harus menjaga jangan sampai terjadi fitnah. Dengan diterimanya pinangannya <span class="hilite">tidak</span> berarti ia bisa bebas berbicara dan bercanda dengan wanita yang akan diperistrinya, bebas surat-menyurat, bebas telepon, bebas sms, bebas <em>chatting</em>, ngobrol apa saja. Karena hubungan keduanya belum resmi, si wanita masih tetap <em>ajnabiyah</em> baginya. Lalu apatah lagi orang yang baru sekadar <span class="hilite2">pacaran</span>belum <span class="hilite1">ada</span> peminangan, walaupun diembel-embeli kata <span class="hilite3">Islami</span>?</strong></p>
<p>Ada seorang lelaki meminang seorang wanita. Di hari-hari setelah peminangan, ia biasa bertandang ke rumah si wanita, duduk sebentar bersamanya dengan didampingi mahram si wanita dalam ke<span class="hilite1">ada</span>an si wanita memakai hijab yang syar’i. Berbincanglah si lelaki dengan si wanita, namun pembicaraan mereka <span class="hilite">tidak</span> keluar dari pembahasan agama ataupun bacaan Al-Qur`an. Ketika Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin <em>rahimahullahu</em> dimintai fatwa tentang hal ini, beliau menjawab, <strong>“Hal seperti itu<span class="hilite">tidak</span> sepantasnya dilakukan. Karena perasaan si lelaki bahwa wanita yang duduk bersamanya telah dipinangnya secara umum akan membangkitkan syahwat. Sementara bangkitnya syahwat kepada selain istri dan budak perempuan yang dimiliki adalah sesuatu yang haram. Dan sesuatu yang mengantarkan kep<span class="hilite1">ada</span> keharaman, haram pula hukumnya.”</strong>(<strong>Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin</strong>, 2/748)</p>
<p>Permasalahan senada ditanya kep<span class="hilite1">ada</span> Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan <em>hafizhahullah</em>, hanya saja pembicaraan si lelaki dengan si wanita yang telah dipinangnya tidak secara langsung namun lewat telepon. Beliau pun memberikan jawaban, “<span class="hilite">Tidak</span> apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya, bila memang pinangannya telah diterima dan pembicaraan yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada, tanpa <span class="hilite1">ada</span>nya fitnah. Namun bila hal itu dilakukan lewat perantara wali si wanita, maka itu lebih baik dan lebih jauh dari keraguan/fitnah.</p>
<p>Adapun pembicaraan yang biasa dilakukan laki-laki dengan wanita, antara pemuda dan pemudi, padahal belum berlangsung lamaran di antara mereka, namun hanya bertujuan untuk saling mengenal -sebagaimana yang mereka istilahkan- maka ini mungkar, haram. Bisa mengarah kepada fitnah dan menjerumuskan kep<span class="hilite1">ada</span> perbuatan keji.</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p>فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفًا</p>
<p><em>“Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya <span class="hilite1">ada</span>penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf.”</em> (<strong>Al-Ahzab: 32</strong>)</p>
<p>Seorang wanita <span class="hilite">tidak</span> sepantasnya berbicara dengan laki-laki <em>ajnabi</em> kecuali bila ada kebutuhan, dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak <span class="hilite1">ada</span> fitnah di dalamnya dan <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span> keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam).</p>
<p>Ulama telah menyebutkan bahwa wanita yang sedang berihram melakukan talbiyah tanpa mengeraskan suaranya. Dan di dalam hadits disebutkan:</p>
<p>إِذَا أَتَاكُمْ شَيْءٌ فِي صَلاَتِكُمْ، فَلْتُسَبِّحِ الرِّجَالُ وَلْتَصْفِقِ النِّسَاءُ</p>
<p><em>“Apabila datang p<span class="hilite1">ada</span> kalian sesuatu dalam shalat kalian, maka laki-laki hendaklah bertasbih dan wanita hendaknya memukul tangannya.”</em></p>
<p><strong>Hadits di atas termasuk dalil yang menunjukkan bahwa wanita <span class="hilite">tidak</span> semestinya memperdengarkan suaranya kepada laki-laki yang bukan mahramnya, kecuali dalam keadaan-ke<span class="hilite1">ada</span>an yang dibutuhkan sehingga ia terpaksa berbicara dengan laki-laki dengan disertai rasa malu. <em>Wallahu a’lam</em>.”</strong> (<strong>Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatisy Syaikh Shalih bin Fauzan</strong>, 3/163,164)</p>
<p><strong>Kita baru menyinggung pembicaraan via telepon ataupun secara langsung. Lalu bagaimana bila pemuda-pemudi berhubungan lewat surat?</strong></p>
<p>Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman dalam <strong>Fatawa Al-Mar`ah</strong> (hal. 58) ditanya, “Bila seorang lelaki melakukan surat-menyurat dengan seorang wanita <em>ajnabiyah</em>, hingga pada akhirnya keduanya saling jatuh cinta, apakah perbuatan ini teranggap haram?” Beliau menjawab, “Perbuatan seperti itu tidak boleh dilakukan, karena dapat membangkitkan syahwat di antara dua insan. Dan syahwat tersebut mendorong keduanya untuk saling bertemu dan terus berhubungan. Kebanyakan surat-menyurat seperti itu menimbulkan fitnah dan menumbuhkan kecintaan kepada zina di dalam hati. Di mana hal ini termasuk perkara yang menjatuhkan seorang hamba ke dalam perbuatan keji, atau menjadi sebab yang mengantarkan kepada perbuatan nista. Karenanya, kami memberikan nasihat kep<span class="hilite1">ada</span> orang yang ingin memperbaiki dan menjaga jiwanya agar <span class="hilite">tidak</span> melakukan surat-menyurat yang seperti itu dan menjaga diri dari pembicaraan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Semuanya dalam rangka menjaga agama dan kehormatannya. Dan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>-lah yang memberi taufik.”</p>
<p>Bila <span class="hilite1">ada</span> yang berdalih bahwa isi surat-menyurat mereka jauh dari kata-kata keji, <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span> kata-kata gombal dan rayuan cinta di dalamnya, apatah lagi dalam surat menyurat tersebut dikutip ayat-ayat Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, maka dijawab oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahullahu</em>, “<span class="hilite">Tidak</span> boleh bagi seorang lelaki, siapapun dia, untuk surat-menyurat dengan wanita <em>ajnabiyah</em>. Karena hal itu akan menimbulkan fitnah. Terk<span class="hilite1">ada</span>ng orang yang melakukan perbuatan demikian menyangka bahwa <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span> fitnah yang timbul. Akan tetapi setan terus menerus menyertainya, hingga membuatnya terpikat dengan si wanita dan si wanita terpikat dengannya.”</p>
<p>Asy-Syaikh <em>rahimahullahu</em> melanjutkan, <strong>“Dalam surat-menyurat antara pemuda dan pemudi <span class="hilite1">ada</span> fitnah dan bahaya yang besar, sehingga wajib untuk menjauh dari perbuatan tersebut, walaupun penanya mengatakan dalam surat menyurat tersebut <span class="hilite">tidak</span> <span class="hilite1">ada</span> kata-kata keji dan rayuan cinta.”</strong> (<strong>Fatawa Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin</strong>, 2/898)</p>
<p>Demikianlah… Lalu, masihkah <span class="hilite1">ada</span> orang-orang yang memakai label Islam untuk membenarkan perbuatan yang menyimpang dari kebenaran?</p>
<p><em>Wallahul musta’an</em>.</p>
<p><strong>Footnote:</strong></p>
<p>1 Yakni yang namanya zina itu <span class="hilite">tidak</span> hanya diistilahkan dengan apa yang diperbuat oleh kemaluan, bahkan memandang apa yang haram dipandang dan selainnya juga diistilahkan zina. (<strong>Fathul Bari</strong>, 11/28)</p>
<p><em>(Sumber: Majalah Asy Syariah, Vol. IV/No. 39/1429H/2008, kategori: Niswah, hal. 83-87. Dicopy dari http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=638)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=159&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/tidak-ada-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Internet Bekerja Lebih Murah Dibanding Telepon?</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/bagaimana-internet-bekerja-lebih-murah-dibanding-telepon/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/bagaimana-internet-bekerja-lebih-murah-dibanding-telepon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 11:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[cara kerja internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet lebih murah dibanding telepon]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian internet]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip kerja internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Kebutuhan akan informasi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia. Dulu, masalah muncul ketika kita ingin menyampaikan informasi ke tempat yang jauh, sebab memakan waktu hingga berbulan-bulan. Namun, seiring berkembangnya teknologi, penyampaian informasi menjadi semakin cepat dan praktis. Dengan fasilitas pesan singkat atau SMS, misalnya, kita dapat menyampaikan informasi kepada orang yang berada hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=151&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebutuhan akan informasi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia. Dulu, masalah muncul ketika kita ingin menyampaikan informasi ke tempat yang jauh, sebab memakan waktu hingga berbulan-bulan. Namun, seiring berkembangnya teknologi, penyampaian informasi menjadi semakin cepat dan praktis. Dengan fasilitas pesan singkat atau SMS, misalnya, kita dapat menyampaikan informasi kepada orang yang berada hingga beratus-ratus kilometer dari kita hanya dalam beberapa detik saja. Fasilitas lain yang juga penting ialah internet. Dengan menggunakan fasilitas internet, kita dapat berhubungan dengan orang-orang dari seluruh dunia tanpa harus pergi kemana-mana. Dimasukkannya pembelajaran internet dalam kurikulum SMP, atau bahkan SD, merupakan bukti pentingnya teknologi internet ini. Selain<span>  </span>itu, mengingat bahwa hampir semua instansi dan perusahaan telah menggunakan fasilitas ini, internet menjadi hal yang wajib dikuasai oleh para pencari kerja.</p>
<p class="MsoNormal">Komunikasi dengan internet merupakan bentuk telekomunikasi yang paling cepat berkembang saat ini dan paling populer, salah satunya dikarenakan biaya komunikasi yang relatif lebih murah dibanding telepon. Dengan Anda membuka halaman blog saya ini, setidaknya Anda sudah pernah menggunakan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan melalui internet. Namun, kita yang sudah pernah menggunakan berbagai fasilitas-fasilitas lewat internet ini mungkin belum tentu mengerti betul bagaimana internet bekerja, setidaknya prinsip pokok kerjanya. </p>
<p><span lang="IN">Untuk itu, Artikel ini mencoba untuk memberikan gambaran tentang teknologi internet yang sangat berkembang pesat pada dewasa ini, dan termasuk di dalamnya membahas mengapa biaya komunikasi dengan internet dapat jauh lebih murah dibanding telepon.</span></p>
<p><span lang="IN"><span id="more-151"></span><br />
</span></p>
<p><strong> </strong><strong>Pengertian dan Prinsip Kerja Internet</strong></p>
<p> </p>
<p>Internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia di seluruh dunia.</p>
<p>Jika dilihat secara mikroskopis, pada dasarnya jaringan internet dibangun dari sekelompok komputer-komputer yang membentuk jaringan komputer kecil, yang biasa disebut dengan <strong>Local Area Network</strong> <strong>(LAN) </strong>seperti yang terdapat pada jaringan komputer pada universitas atau kantor. LAN ini jika digabung dengan LAN &#8211; LAN lainnya, akan membentuk <strong>Metropolitan Area Network (MAN)</strong>. Kumpulan dari MAN akan membentuk <strong>Wide Area Network (WAN)</strong>, dan kumpulan dari WAN ini akan membentuk rangkaian-rangkaian komputer di seluruh dunia yang disebut <strong>Interconnected Network </strong>atau <strong>internet</strong>.</p>
<p>Setiap komputer dan jaringan terhubung &#8211; secara langsung maupun tidak langsung &#8211; ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone. Jalur-jalur dalam backbone dapat digunakan lebih dari satu komunikasi dalam satu waktu. Untuk itu, data-data yang mengalir  dalam jaringan internet perlu dibedakan antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan alamat unik pada komputer yang dituju data, yang alamat unik ini biasa disebut dengan alamat IP.</p>
<p>Dari karakteristik-karasteristik yang ada pada jaringan internet, jaringan internet ini berbeda dan mempunyai beberapa kelebihan dibanding jaringan telepon yang lebih lama telah muncul sebagai sarana telekomunikasi. Untuk lebih jelasnya, mungkin ada baiknya kita bahas prinsip kerja jaringan telepon terlebih dahulu.</p>
<p>Ketika kita melakukan hubungan dari suatu pesawat telepon ke pesawat yang lain dalam jaringan telepon, kedua pesawat telepon tersebut pada dasarnya dihubungkan dengan langsung dengan kabel/jalur komunikasi membentuk rangkaian antara microphone pada pesawat telepon pembicara dengan speaker pada pesawat telepon lawan bicara dan microphone pada telepon pembicara dengan speaker telepon lawan bicara. Pada saat hubungan tersambung, walaupun kita berbicara ataupun tidak bicara, pesawat telepon lain tidak dapat menghubungi pesawat telepon kita karena pesawat telepon sedang tersambung dengan jalur komunikasi, yang mana jalur komunikasi dalam jaringan telepon tidak dapat digunakan lebih dari satu koneksi pada suatu waktu. Dengan kata lain, pada saat melakukan hubungan telepon kita &#8216;memonopoli&#8217; suatu jalur komunikasi yang menghubungkan kita dengan pesawat telepon yang dituju, yang orang lain tidak dapat menggunakan jalur komunikasi tersebut ketika kita melakukan hubungan. Karena itulah, telekomunikasi dengan menggunakan telepon, khususnya hubungan jarak jauh akan memakan biaya yang sangat besar karena pengguna telepon harus mengambil alih jalur komunikasi yang panjang hanya untuk digunakan satu komunikasi antara pengguna sendiri dengan lawan bicaranya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-154 aligncenter" title="router1" src="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/02/router1.png?w=427&#038;h=261" alt="router1" width="427" height="261" /></p>
<p>Berbeda dengan jaringan telepon yang setiap pesawatnya terhubung secara langsung dan memonopoli jalur komunikasinya ketika terjadi hubungan komunikasi, setiap komputer dapat saja tidak terhubung secara langsung dalam internet. Ketika kita melakukan hubungan telepon, pesan yang kita ucapkan ke microphone telepon akan serta merta didengar oleh lawan bicara dari speaker pesawan teleponnya. Sedangkan pada jaringan internet, setiap pesan yang mengalir biasanya tidak langsung disampaikan ke komputer tujuan, melainkan harus &#8216;singgah&#8217; di komputer-komputer yang menghubungkan antara komputer pengirim dengan komputer penerima. Komputer yang &#8216;disinggahi&#8217; (biasa disebut router atau simpul / node) ini selanjutnya mengecek jalur-jalur ke router lain yang menghubungkan ke komputer penerima, memilih salah satu jalur tersebut dan meneruskan pesan ke router lain yang lebih dekat ke penerima. Maka, setiap jalur komunikasi dalam internet tidak &#8216;dimonopoli&#8217; oleh sebuah komunikasi saja seperti pada jaringan telepon, namun jalur komunikasi dapat digunakan secara bersama oleh banyak komputer yang melakukan komunikasi melalui jalur tersebut dalam suatu waktu. Dengan demikian, efisiensi dari pemakaian jalur komunikasi dapat ditingkatkan dibanding pada sistem komunikasi telepon, yang membuat biaya komunikasi internet secara teoritis dapat lebih rendah dibanding biaya telepon.</p>
<p>Dengan ber INTERNET kita dapat memperoleh berbagai informasi apa saja dimana saja dan kapan saja [ no limit, anywhere and anytime ]. Anda tinggal ke search engine Dunia seperti Yahoo dan google. Ketik kalimat yang Anda ingin cari maka akan ditampilkan alamat website yang memberikan informasi tersebut.</p>
<p><strong>Sejarah Singkat</strong></p>
<p>Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan ARPANET pada tahun 1969. ARPANET merupakan lembaga di bawah departemen pertahanan Amerika Serikat yang melakukan penelitan jaringan telekomunikasi untuk keperluan militer yang dilatarbelakangi oleh perang dingin yang terjadi waktu itu. Sistem telekomunikasi yang ingin dikembangkan adalah yang masih dapat bekerja ketika pusat telekomunikasi jaringan tersebut dihancurkan oleh musuh, tidak seperti jaringan telepon yang dapat lumpuh ketika sentralnya dihancurkan. Namun, seiring perkembangan zaman, jaringan yang dikembangkan untuk keperluan militer ini ternyata mengalami perkembangan pesat ketika digunakan untuk keperluan non-militer. Jaringan ARPANET pertama tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar bandwitdh-nya hanya 50kbps.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-152 aligncenter" title="switching_system" src="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/02/switching_system.png?w=389&#038;h=262" alt="switching_system" width="389" height="262" /></p>
<p align="center">(a) Structure of the telephone system. (b) Baran&#8217;s proposed distributed switching system.</p>
<p align="center">(Gambar dinukil dari <em>Computer Networks, Andrew Tanenbaum.)</em></p>
<p> </p>
<p>Berikut ini diuraikan timeline perkembangan internet sejak berdirinya sampi dekade 90-an menurut sejarah DUNIA :</p>
<p>-          Tahun 1967 &#8211; 1970, Lawrence G. roberts dari machusetts of Technology (MIT) mempre-sentasikan rencana pembangunan ARPANET.</p>
<p>-          Tahun 1968, proposal ARPANET dibuat untuk memulai proyek tersebut.</p>
<p>-          Tahun 1970 , Host ARPANET mulai menggunakan NPC (Network Control Protocol).</p>
<p>-          Tahun 1971-1988 ; Roy Tomlinson dari BNN menciptakan progam E-mail.</p>
<p>-          1975; steve walker membuat mailling list.</p>
<p>-          1979 ; Tom Truscott dan Jim Ellis memperkenalkan USENET.</p>
<p>-          15 maret 1985 ; Syimbolic.com tercatat sebagai domain pertama.</p>
<p>-          1988 ; Internet Relay chat (IRC) diciptakan oleh Jarkko Oikrane</p>
<p>-          1986; National Science Foundation (NSF) Backbone dibentuk.</p>
<p>-          1996 ; Internet World Expo.</p>
<p>-          2003 ; doc type xhtml, W3C, CSS, RSS, ATOM, blogs.</p>
<p> </p>
<p>di INDONESIA internet berawal dari :</p>
<p>1992 &#8211;         Berawal dari BPPT &#8211; UI &#8211; LAPAN, terbentuk Paguyuban &#8211; teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional.</p>
<p>1994 &#8211;         Indointernet sebagai ISP komersial pertama.</p>
<p>1996 &#8211;         paling tidak 20 ISP komersial &amp; 40 ISP menunggu ijin operasi</p>
<p>2004 -         Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak [ dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI dan sebagainya ]</p>
<p>Hingga kini, teknologi internet masih memiliki beberapa kekurangan walaupun telah mengalami banyak perkembangan, sehingga masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satu di antara kekurangan tersebut adalah kecepatan koneksi internet yang masih terbatas, karena pada dasarnya jalur-jalur komunikasi dalam internet tidak seperti jaringan telepon yang setiap jalur komunikasi dipakai hanya 1 komunikasi saja pada suatu waktu, melainkan jalur-jalur data utama dalam internet dipakai secara bersama-sama pada saat bersamaan sehingga akan menimbulkan kemacetan atau lambatnya aliran data ketika jaringan dipakai pada saat sibuk.</p>
<p> </p>
<p><strong>Pemanfaatan Jaringan Internet</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jaringan internet memungkinkan kita untuk berkomunikasi dari suatu komputer ke komputer lain. Bentuk komunikasi ini antar komputer dapat bermacam-macam yang dapat dimanfaatkan , antara lain :</p>
<p>1.       Berkomunikasi koresponden surat-menyurat dengan menggunakan e-mail</p>
<p>2.       Memperoleh informasi dengan menerusi World Wide Web(WWW)</p>
<p>3.       Memindah file dengan menerusi File Transfer Protocol (FTP)</p>
<p>4.       Video streaming yaitu dengan fasilitas ini kita dapat nonton file video, radio online dan sebagainya di komputer</p>
<p>5.       Akses dan control komputer jarak jauh (remote login) menerusi Telnet</p>
<p>6.       Berkomunikasi online/langsung seperti sms di handphone hanya di sini bedanya kita dapat bercakap langsung dengan beberapa orang sekaligus dengan menggunakan Internet Relay Chat (IRC)</p>
<p>7.       Kemudian terdapat chating lain yang baru yang memungkinkan kita chatting dengan langsung dapat melihat gambar orang yang sedang chat juga ( technologi video streaming ) yaitu dapat kita gunakan MSN ( yahoo messenger / hotmail messenger )</p>
<p>8.       Kelompok yang menggunakan Newsgroup sebagai wadah pemberitaan</p>
<p>9.       Mengadakan forum elektronik, sebuah forum yang dapat di baca umum dan dapat kita komentari</p>
<p>10.   Untuk perusahaan dapat dipergunakan untuk central transaction controller, seperti ATM, credit card dan sebagainya langsung connect ke server perusahaan tersebut dengan bantuan jalur internet</p>
<p>11.   Dan technology yang terbaru adalah VOIP yaitu dapat bertelepon dengan kemana saja dengan bantuan jalur internet [ sehingga telepon pun menjadi lebih murah ]</p>
<p>12.   Electronic mail atau surat elektronik adalah fasilitas yang paling sering digunakan di Internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau sekelompok orang lain yang juga terdaftar di Internet</p>
<p> </p>
<p><strong>Manfaat Internet</strong></p>
<p> </p>
<p>Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke Internet. Berikut ini hanyalah sebagian dari apa yang tersedia di Internet :</p>
<p>a.       Informasi untuk kehidupan pribadi :</p>
<p>Kesehatan, Rekreasi, Hobby, Pengembangan Pribadi, Rohani, Sosial.</p>
<p>b.       Informasi untuk kehidupan profesional/Pekerja :</p>
<p>Sains, Teknologi, Perdagangan, Saham. Komoditas, Berita Bisnis, Asosiasi Profesi, Asosiasi Bisnis, Berbagai Forum Komunikasi.</p>
<p>Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan Internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat Internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=151&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/02/28/bagaimana-internet-bekerja-lebih-murah-dibanding-telepon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/02/router1.png" medium="image">
			<media:title type="html">router1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/02/switching_system.png" medium="image">
			<media:title type="html">switching_system</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Kajian “Sebab Datangnya Pertolongan Allah” -Untukmu, Palestina!-</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/download-kajian-%e2%80%9csebab-datangnya-pertolongan-allah%e2%80%9d-untukmu-palestina/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/download-kajian-%e2%80%9csebab-datangnya-pertolongan-allah%e2%80%9d-untukmu-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 13:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa kera]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[krisis Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[palestine]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[zionis]]></category>
		<category><![CDATA[zionist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Segala sesuatu tidaklah muncul tanpa sebab, maka apa yang kita lihat hendaklah diambil pelajaran darinya. Tidaklah yang menimpa umat Islam saat ini berupa kehinaan dikarenakan cinta dunia dan takut mati, dan Allah tidak akan mengangkatnya hingga umat ini mau kembali kepada agamanya. Berikut kajian-kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dzulqarnain dalam kunjungannya ke Jakarta 12-14 Muharram [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=132&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala sesuatu tidaklah muncul tanpa sebab,  maka apa yang kita lihat hendaklah diambil pelajaran darinya. Tidaklah yang menimpa umat Islam saat ini berupa kehinaan dikarenakan cinta dunia dan takut mati, dan Allah tidak akan mengangkatnya hingga umat ini mau kembali kepada agamanya.</p>
<p>Berikut kajian-kajian yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dzulqarnain<br />
dalam kunjungannya ke Jakarta 12-14 Muharram 1430H / 9-11 Januari 2009</p>
<p>Ada baiknya kajian ini disebarluaskan kepada kaum muslimin. Banyak<br />
sekali pelajaran yang dpt diambil menyikapi krisis di Palestina.<br />
Mudah-mudahan Allah memberikan keselamatan kepada kaum muslimin di Palestina.</p>
<p>Dan diantara bentuk kembali kepada agama ada beberapa macam. Apa saja? silakan simak kajiannya…</p>
<ol>
<li> Bagaimana cara menolong saudara kita di palestina? Apabila berupa harta disalurkan kemana?</li>
<li> Bolehkah menggunakan dana infaq masjid untuk disalurkan ke palestina?</li>
<li> Apa beda musibah, adzab, serta fitnah?</li>
<li> Haruskah berdamai dengan zionist yahudi, padahal diketahui hingga hari ini mereka berkali-kali melanggar perjanjian damai?</li>
<li> Bolehkah menjadi tenaga medis untuk membantu ke Palestina?</li>
<li> Bolehkah melihat berita2 tentang palestina di televisi?</li>
<li> Bagaimana tanggapan kita terhadap mereka yang menyerukan jihad fisik ke Palestina?mengapa kita menurut pemerintah, bukankah Jihad dalam konteks ini adalah jihad mudafa’ah bertahan sehingga tidak perlu ulil amri?</li>
</ol>
<p>temukan semua jawabannya!</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Sebab-sebab Pertolongan Allah, Masjid Al-itishom Jakarta<br />
<a href="http://www.salafishare.com/id/24VMD4DP42NN/Al-itishom,Jakarta.zip">http://www.salafishare.com/id/24VMD4DP42NN/Al-itishom,Jakarta.zip</a></p>
<p>Kitaabut Tauhid Karya Ibnu Khuzaimah, Masjid Fatahillah Depok<br />
<a href="http://www.salafishare.com/id/245X91T9FGGW/Depok.rar">http://www.salafishare.com/id/245X91T9FGGW/Depok.rar</a></p>
<p>BarokAllahu fiikum..</p>
<p>(Dikutip dari http://hanif019.wordpress.com/2009/01/14/download-kajian-sebab-datangnya-pertolongan-allah/ )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=132&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/download-kajian-%e2%80%9csebab-datangnya-pertolongan-allah%e2%80%9d-untukmu-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Aplikasi Java dengan JDBC</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/contoh-aplikasi-java-dengan-jdbc/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/contoh-aplikasi-java-dengan-jdbc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 02:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh aplikasi java]]></category>
		<category><![CDATA[contoh jdbc]]></category>
		<category><![CDATA[contoh program java]]></category>
		<category><![CDATA[contoh swing]]></category>
		<category><![CDATA[java]]></category>
		<category><![CDATA[jdbc]]></category>
		<category><![CDATA[swing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah contoh aplikasi Swing dengan menggunakan JDBC API untuk koneksi ke database mySQL. Mungkin program ini agak kurang modern ya, soalnya tren nya sekarang kan kalo koneksi ke database biasanya pake persistence API seperti Hibernate dan sebagainya. Tapi gpp, namanya juga belajar, mulai dari yang paling mudah dulu, baru yang mudah, dan jangan dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=116&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"> </span></p>
<p>Ini adalah contoh aplikasi Swing dengan menggunakan JDBC API untuk koneksi ke database mySQL. Mungkin program ini agak kurang modern ya, soalnya tren nya sekarang kan kalo koneksi ke database biasanya pake persistence API seperti Hibernate dan sebagainya. Tapi gpp, namanya juga belajar, mulai dari yang paling mudah dulu, baru yang mudah, dan jangan dibuat sulit..</p>
<p>Aplikasi ini sebenarnya hasil kerja kelompok tugas akhir semester pemrograman berorientasi objek di kuliah saya. Namanya bernama Waroeng Laptop, kegunaanya untuk keperluan manajemen pembelian dan penjualan barang-barang Laptop di suatu toko.</p>
<div id="attachment_117" class="wp-caption alignnone" style="width: 505px"><img class="size-full wp-image-117 " title="waroeng_laptop_screenshot" src="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/01/waroeng_laptop_screenshot.png?w=495&#038;h=278" alt="Waroeng Laptop Screenshot" width="495" height="278" /><p class="wp-caption-text">Waroeng Laptop Screenshot</p></div>
<p><span id="more-116"></span></p>
<p>Source codenya dapat di-download di <a href="http://www.mediafire.com/?sharekey=14ff9ccf29ae96644c17ca8801618ef7e04e75f6e8ebb871">sini</a> berupa NetBeansProject , dikompress dalam format <a href="www.7-zip.org/">7 zip</a>.</p>
<p>(Catatan : link sudah diperbaiki, sekarang Anda bisa mendownload source code nya. )</p>
<p>Oh ya,  agar programnya bisa dikompile dan dijalankan, komputer yang digunakan perlu dipasang server mySQL, trus dimasukin database laptop, dengan sintaks-sintaks dalam file   <a href="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/01/laptopdatabasesamplesql.doc">laptopDatabaseSample.sql</a> (sebenarnya ekstension filenya .sql , tapi agak susah upload file .sql di wordpress).</p>
<h2><strong>Pembahasan</strong></h2>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Pembahasan Kelas </strong><strong>Item</strong><strong></strong></p>
<pre style="padding-left:30px;">package waroeng_laptop.domain;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">public class Item {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String merek;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String type;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String processor;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String hdd;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String memory;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String layar;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private int harga;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private Integer custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public boolean equals(Object obj) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (obj == null)</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (getClass() != obj.getClass())</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        final Item other = (Item) obj;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if ((this.kodeBarang == null) ? (other.kodeBarang != null) : !this.kodeBarang.equals(other.kodeBarang))</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return true;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int hashCode() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        int hash = 7;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 79 * hash + (this.kodeBarang != null ? this.kodeBarang.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return hash;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Object[] toArray() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        Object[] obj = {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            kodeBarang,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            merek,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            type,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            processor,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            hdd,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            memory,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            layar,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            harga,</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            custID</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        };</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return obj;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String toString() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Item() {}</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Item(String kodeBarang) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.kodeBarang = kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Item(String kodeBarang, String merek, String type, String processor, String hdd, String memory, String layar, int harga, Integer custID) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.kodeBarang = kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.merek = merek;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.type = type;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.processor = processor;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.hdd = hdd;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.memory = memory;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.layar = layar;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.harga = harga;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.custID = custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Item(String kodeBarang, String merek, String type, String processor, String hdd, String memory, String layar, int harga) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.kodeBarang = kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.merek = merek;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.type = type;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.processor = processor;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.hdd = hdd;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.memory = memory;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.layar = layar;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.harga = harga;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int getCustID() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setCustID(Integer custID) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.custID = custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int getHarga() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return harga;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setHarga(int harga) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.harga = harga;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getHdd() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return hdd;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setHdd(String hdd) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.hdd = hdd;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getKodeBarang() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setKodeBarang(String kodeBarang) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.kodeBarang = kodeBarang;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getLayar() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return layar;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setLayar(String layar) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.layar = layar;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getMemory() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return memory;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setMemory(String memory) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.memory = memory;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getMerek() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return merek;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setMerek(String merek) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.merek = merek;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getProcessor() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return processor;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setProcessor(String processor) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.processor = processor;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getType() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return type;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setType(String type) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.type = type;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p>Berikut adalah isi dari kelas Item. Kelas ini merupakan POJO (<em>Plain Old Java Object</em>) untuk merepresentasikan setiap instans pada entity laptop dalam database. Di dalam badan kelas ini, kita dapat melihat atribut-atributnya, yakni kodeBarang, merek, processor, dan seterusnya sebagai atribut spesifikasi pada entity laptop dalam database. Selain atribut yang menyatakan spesifikasi, terdapat pula atribut custID untuk menyatakan customer ID mana yang memesan suatu instans item. Atribut custID merupakan representasi kolom customer_id pada tabel laptoptable dalam database mySQL yang terdapat pada server. Kolom customer_id diset sebagai foreign key yang menunjuk pada kolom customer_id pada tabel customer.</p>
<p>Di bagian deklarasi method kelas, kita mendapati sebagian besar method adalah getter dan setter kelas dari attribut kodeBarang, merek, hingga custID. Getter dan setter method merupakan penerapan salah satu konsep dasar pemrograman berorientasi objek, yakni enkapsulasi, yang method tersebut berfungsi sebagai pengakses atribut privat kelas dari luar kelas. Mungkin kita tidak perlu repot mendeklarasikan getter dan setter dan membuat akses atribut publik agar atribut dapat diakses dari luar kelas, namun pola desain kode dengan getter dan setter ini dapat membuat proses pengembangan program lebih mudah, karena jika kita ingin membuat kode pengaman tambahan sebelum suatu atribut diakses (misalkan ketika mengubah atribut harga, nilai dicek dulu agar tidak minus), kita tidak perlu menambahkan kode pengaman tambahan di luar kelas tersebut ketika mengakses atribut, sehingga tidak mengganggu kode program yang sudah jadi (dengan menyelipkan kode-kode pengaman yang dapat menimbulkan error) ketika kita ingin mengembangkan program.</p>
<p>Selain getter dan setter, dalam bagian deklarasi method kita juga mendapati lain, yakni method 4 method konstruktor yang di-overload, toArray(), method toString(), hashCode() , dan equals(). Penjelasan method-method tersebut adalah sebagai berikut :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Kelas memiliki method konstruktor yang memiliki parameter yang berbeda-beda, yakni tanpa paramater, ada yang berparamater kodeBarang, ada yang memiliki parameter yang berjumlah sama dengan jumlah attribut kelas, dan ada juga yang memiliki parameter yang sama dengan atribut kelas, kecuali custID tidak terdapat dalam parameter konstruktor. Overloading pada konstruktor kelas ini membuat fleksibilitas pemrogram pengguna kelas dalam meng-instance objek dan menginisialisasi instance variable-nya.</li>
<li> Pendeklarasian method equals yang diawali annotation @override ini merupakan method yang di-override dari method virtual equals() (setiap method dalam Java dideklarasikan secara virtual) dalam kelas induk dari semua kelas dalam bahasa java, yakni Object. Setiap kelas memiliki method equals() yang digunakan untuk membandingkan kesamaan antara suatu objek dengan objek yang lain. Jika method equals() tidak di-override, method equals() didefinisikan menurut definisi dalam kelas Object, yakni suatu objek akan dianggap sama dengan objek lain jika bereferensi sama atau menunjuk ke suatu alamat pada heap yang sama dan jika kedua objek memiliki hashcode yang sama. Namun, setelah method equals di-override, ukuran kesamaan objek tidak hanya karena menunjuk ke referensi yang sama. Dalam badan method, kita dapat melihat bahwa suatu objek dianggap sama dengan objek lainnya (ditandai dengan method equals mengembalikan nilai true) jika objek tidak memiliki referensi (berniliai null), memiliki kelas yang sama, atau memilki nilai atribut kodeBarang yang sama.</li>
<li> Method hashcode() berguna untuk membangkitkan kode-kode tertentu yang biasa dipakai dalam method equals() sebagai identitas dan pembeda antara objek satu dengan objek lainnya. Dalam kelas ini, method hashcode() di-override dari kelas induknya, sehingga hashcode yang dihasilkan tidak memiliki nilai unik pada setiap objek yang dibuat (berdasarkan definisi method hashcode() dalam kelas Object) melainkan hashcode dihasilkan berdasarkan nilai atribut kodeBarang suatu objek.</li>
<li> Method toString() juga merupakan method yang di-override dari kelas Object. Method ini membangkitkan nilai string sebagai representasi objek. Dalam hal ini, representasi dari setiap objek Item adalah kode barangnya.</li>
<li> Method toArray() berguna untuk menghasilkan array yang elemen-elemennya merupakan seluruh atribut kelas, mulai dari kodeBarang, merek, hingga custID. Dalam program ini, array ini akan digunakan sebagai input untuk memasukkan baris data ke dalam tabel pada user interface melalui method addRow(). Array ini bertipe Object yang merupakan kelas induk dari segala kelas, sehingga array dapat menampung semua tipe data referensi, termasuk String yang merupakan tipe data pada hampir semua atribut, dan Integer (Integer berbeda dengan int, Integer adalah tipe data referensi yang merupakan kelas wrapper dari tipe data primitif int) yang merupakan tipe data yang digunakan pada atribut harga dan custID (walaupun custID bertipe value int, namun JVM akan secara otomatis membungkus nilai custID ke dalam kelas wrapper Integer). Hal ini termasuk penggunaan dari konsep dasar pemrograman berbasis objek, yakni polimorfisme.</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Pembahasan Kelas </strong><strong>Admin</strong><strong></strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong> </strong></p>
<pre style="padding-left:30px;">package waroeng_laptop.domain;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">public class Admin {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String username;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String password;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public boolean equals(Object obj) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (obj == null) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (getClass() != obj.getClass()) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        final Admin other = (Admin) obj;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if ((this.username == null) ? (other.username != null) : !this.username.equals(other.username)) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if ((this.password == null) ? (other.password != null) : !this.password.equals(other.password)) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return true;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int hashCode() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        int hash = 5;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 29 * hash + (this.username != null ? this.username.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 29 * hash + (this.password != null ? this.password.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return hash;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Admin(String username, String password) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.username = username;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.password = password;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Admin() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getPassword() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return password;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setPassword(String password) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.password = password;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getUsername() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return username;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setUsername(String username) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.username = username;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p style="padding-left:30px;"> </p>
<p>Berikut adalah pendeklarasian kelas Admin. Mirip pada kelas Customer, kelas Admin digunakan sebagai representasi dari entity Admin dalam database. Admin memiliki atribut username dan password beserta method getter dan setternya. Dalam bagian pendeklarasian method, terdapat override pada methode equals dan hashcode untuk mengubah ukuran kesamaan antara suatu objek dengan objek lainnya dalam satu kelas Admin. Isi method equals menjelaskan bahwa kedua objek dianggap sama jika kedua objek tidak bernilai null (tidak bereferensi), sama-sama di-instans dari kelas yang sama, dan memiliki nilai atribut username dan password yang sama.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Pembahasan Kelas </strong><strong>Customer</strong></p>
<pre style="padding-left:30px;">package waroeng_laptop.domain;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">import java.util.ArrayList;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">public class Customer {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private int custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String name;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String phone;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private String address;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    private ArrayList&lt;Item&gt; shopingCart = new ArrayList&lt;Item&gt;();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public boolean equals(Object obj) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (obj == null) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (getClass() != obj.getClass()) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        final Customer other = (Customer) obj;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (this.custID == other.custID)</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            return true;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        else {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            if ((this.name == null) ? (other.name != null) : !this.name.equals(other.name)) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            if ((this.phone == null) ? (other.phone != null) : !this.phone.equals(other.phone)) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            if ((this.address == null) ? (other.address != null) : !this.address.equals(other.address)) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                return false;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return true;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int hashCode() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        int hash = 7;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 31 * hash + (this.name != null ? this.name.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 31 * hash + (this.phone != null ? this.phone.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        hash = 31 * hash + (this.address != null ? this.address.hashCode() : 0);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return hash;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    @Override</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String toString() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return String.valueOf(custID);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Customer() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Customer(int custID) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.custID = custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Customer(String name, String phone, String Address) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.name = name;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.phone = phone;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.address = Address;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Customer(int custID, String name, String phone, String Address) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.custID = custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.name = name;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.phone = phone;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.address = Address;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public int getCustID() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setCustID(int custID) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.custID = custID;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getName() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return name;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setName(String name) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.name = name;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getAddress() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return address;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setAddress(String Address) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.address = Address;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public String getPhone() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return phone;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setPhone(String telephoneNumber) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.phone = telephoneNumber;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void addToCart(Item item) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        shopingCart.add(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void removeFromCart (Item item) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        shopingCart.remove(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public ArrayList&lt;Item&gt; getShopingCart() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return shopingCart;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setShopingCart(ArrayList&lt;Item&gt; shopingCart) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.shopingCart = shopingCart;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti pada 2 kelas sebelumnya, kelas Customer merupakan POJO yang digunakan sebagai representasi entity customer pada database. Customer memiliki attribut seperti entity customer, yakni name, address, dan phone beserta method getter dan setternya. Dan dalam database, customer memiliki hubungan one to many dengan entity item. Maka, untuk mencoba menjembatani antara konsep relational database dengan OOP, kami membuat attribut tambahan bernama cart pada customer. Attribut cart bertipe arrayList digunakan untuk menampung objek-objek bertipe Item yang dipesan oleh customer. Untuk menambahkan atau menghapus laptop ke dalam daftar keranjang belanja, kita dapat menggunakan method addToCart dan removeToCart. Method addToCart dan removeToCart ini menggunakan method add dan remove pada ArrayList. Dan agar method remove dapat menghapus item yang sesuai dengan masukan parameternya, overriding pada method equals dan hashcode pada kelas Item perlu dilakukan, yang telah dilakukan pada deklarasi kelas. Method equals dan hashcode digunakan untuk mengecek apakah suatu objek dianggap sama dengan objek lainnya. Dan berdasarkan definisi method equals pada kelas Item, kita menganggap suatu objek item sama dengan objek item lainnya jika memiliki kode barang yang sama. Maka, ketika method remove dipanggil dengan masukan argumennya, arrayList akan menghapus objek di dalam listnya yang memiliki kode barang yang sama dengan kode barang yang dimiliki masukan argumen objeknya.</p>
<p>Selain itu, dalam kelas ini juga dilakukan overriding pada method equals dan hashcode, membuat suatu objek dianggap sama dengan objek lainnya dalam kelas Customer jika keduanya memiliki atribut custID yang sama atau memiliki nilai name, phone, dan address yang sama.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Penjelasan Kelas </strong><strong>Manager</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<pre style="padding-left:30px;">package waroeng_laptop.entityManager;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">import java.sql.Connection;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">import java.sql.DriverManager;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">import java.sql.SQLException;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">public abstract class Manager {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    protected Connection connection = null;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Manager (Connection connection) throws Exception {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.connection = connection;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        getList();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Manager () throws Exception {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver"); //Me-load driver JDBC</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.connection = DriverManager.getConnection(</pre>
<pre style="padding-left:30px;">               "jdbc:mysql://localhost/laptop",</pre>
<pre style="padding-left:30px;">               "root", //username</pre>
<pre style="padding-left:30px;">               "admin" //password</pre>
<pre style="padding-left:30px;">               );</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        connection.setAutoCommit(false);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        getList();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void commit() throws SQLException {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        connection.commit();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void rollBack() throws SQLException {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        connection.rollback();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void tutupKoneksi() throws SQLException {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        connection.close();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public Connection getConnection() {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        return connection;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    public void setConnection(Connection connection) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        this.connection = connection;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    protected abstract void getList() throws Exception;</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p>Ketika melakukan perancangan kelas-kelas dalam program ini, walaupun belum sempurna, kami mencoba memisahkan antara lapisan user interface dengan business logic dan pengakses database. Dan dalam kelas abstrak Manager ini yang merupakan kelas induk dari kelas ItemManager, AdminManager, dan CustomerManager, di dalamnya terdapat fungsi-fungsi untuk keperluan pengaksesan database dan beberapa bussiness logic pada kelas turunannya. Untuk Keperluan pengaksesan database, kelas membutuhkan objek connection (memiliki hubungan asosiatif) yang didefinisikan dalam package java.sql . Sebelum objek connection digunakan untuk mengakses database, terlebih dahulu kita harus meng-instance objek tersebut dengan bantuan method statik getConnection pada kelas DriverManager. Method getConnection akan mencoba membuat koneksi ke url database yang diberikan pada argumen method beserta username dan passwordnya, dengan menggunakan driver yang teregistrasi (Driver yang teregistrasi adalah JDBC mySQL yang diregistrasikan  dengan sintaks Class<strong>.</strong>forName <strong>(</strong>&#8220;com.mysql.jdbc.Driver&#8221;<strong>);</strong><strong> )</strong>. Sebagai catatan, kami menggunakan database mySQL bernama laptop yang berada di localhost, dan server memiliki admin username bernama &#8220;root&#8221; dengan password &#8220;admin&#8221;. Maka, untuk menjalankan program ini, mySQL server harus terinstal dalam komputer dan database laptop harus dibuat, dengan sintaks seperti dalam file laptopDatabaseSample.sql yang kami lampirkan dalam makalah.</p>
<p>Inisialisasi objek koneksi dan pemanggilan method getList ini dilakukan ketika konstruktor yang tidak memiliki parameter dipanggil. Namun, kami juga menambahkan konstruktor lain dengan parameter koneksi yang memungkinkan kelas untuk mengambil koneksi yang sudah ada di luar kelas dan tidak perlu membuat koneksi baru. Dan method-method pada kelas Manager ini hanya sebagai interface untuk mengakses method-method dalam kelas Connection dari luar kelas Manager.</p>
<p>Setelah koneksi ke database tersambung, dalam konstruktor, koneksi disetel agar mode autocommit dimatikan, membuat setiap statemen SQL yang dibuat program tidak langsung dieksekusi ke server, melainkan ditampung dulu dalam semacam connection pool. Hal ini dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain kita dapat membatalkan operasi-operasi SQL yang akan dikirimkan, menjaga kekonsistenan data, dan tidak memerlukan bandwith koneksi yang banyak jika letak server berjauhan.</p>
<p>Selanjutnya, dilakukan pemanggilan method getList untuk mengambil data dalam database dan menyimpannya ke memori sementara pada klien komputer. Implementasi method getList ini berbeda-beda, tergantung tabel dalam database mana yang akan diambil dan disimpan. Maka, dalam kelas abstrak ini, kami membuatnya method tersebut tersebut abstrak dan mengharuskan pada kelas turunan Manager ini untuk mengimplementasikan method tersebut sesuai data dari database yang diambil.</p>
<p>Dalam kelas Manager, selain method getter dan setter, terdapat method-method lain untuk mengakses method pada objek connection dari luar kelas, seperti commit, rollBack, dan tutupKoneksi. Method commit akan memanggil method commit pada objek connection yang membuat statemen-statemen SQL yang telah ditampung dikirimkan dan dieksekusi ke server, sedangkan method rollBack memanggil method rollback pada objek connection membuat statement yang ditampung dihilangkan dan dibatalkan untuk dieksekusi ke server. Dan method tutupKoneksi memanggil method close pada objek connection yang melakukan penutupan koneksi ke database.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Penjelasan Kelas </strong><strong>ItemManager</strong><strong>, </strong><strong>CustomerManager</strong><strong>, dan </strong><strong>AdminManager</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ketiga kelas ini merupakan turunan dari kelas abstrak Manager, sehingga ketiga kelas ini memiliki atribut dan method seperti kelas Manager, ditambah atribut dan method khusus yang hanya terdapat pada masing-masing kelas.</p>
<p>Kelas ItemManager memiliki atribut itemList yang berupa arrayList bertipe Item, yang digunakan untuk tempat menyimpan hasil query yang akan dilakukan database. Query ini dilakukan pada method getList, yang badannya sebagai berikut :</p>
<pre style="padding-left:30px;">protected void getList() throws Exception {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        itemList = new ArrayList&lt;Item&gt;();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        //Membuat arrayList untuk menampung data-data dari server</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        // Create a result set containing all data from my_table</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        Statement stmt = connection.createStatement();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        ResultSet rs = stmt.executeQuery(</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                "SELECT * FROM laptoptable");</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        commit();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        // Fetch each row from the result set</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        while (rs.next()) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            // Get the data from the row using the column index</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            Item item = new Item(</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("Kode_Barang"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("Merek"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("Type"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("Processor"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("HDD"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("RAM"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getString("Layar"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getInt("Harga"),</pre>
<pre style="padding-left:30px;">                rs.getInt("customer_ID")</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            );</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            itemList.add(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        }</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p>Terlihat bahwa ketika method dipanggil, dilakukan query SQL &#8220;SELECT * FROM laptoptable&#8221; ke server dan statement langsung diteruskan ke server dengan perintah commit. Setelah query berhasil, dilakukan pembuatan objek bertipe Item dengan pengisian atributnya berdasarkan setiap baris pada hasil query yang berada dalam resultSet. Setiap objek item dimasukkan ke dalam itemList, sehingga setelah loop keluar (pembacaan row pada resulSet selesai) semua data pada tabel laptoptable di database dikopi ke dalam itemList.</p>
<p>Implementasi method getList pada kelas AdminManager juga hampir sama dengan method getList pada kelas itemManager ini. Namun, pada method getList pada kelas CustomerManager, implementasinya berbeda. Statemen query pada method getList di kelas CustomerManager berbeda dengan query pada method getList lainnya, yakni query merupakan left join antara tabel Customer dengan tabel laptoptable, sehingga dalam satu baris terdapat kolom-kolom yang berasal dari tabel customer dan ada yang berasal dari tabel laptoptable. Jika pada satu baris seorang customer tidak memesan barang apapun, maka kolom yang berasal dari laptoptable akan bernilai null. Dan jika seorang customer memesan lebih dari satu laptop, maka kolom-kolom dari customer tersebut akan tercetak lebih dari satu baris, sesuai dengan jumlah barang yang dipesan. Agar pengisian data dalam bentuk objek ke dalam array list dilakukan dengan benar, ditambahkan perintah-perintah berikut setiap loop pembacaan resultSet :</p>
<p><strong> </strong></p>
<pre style="padding-left:30px;">if (customerList.isEmpty()) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    if (item.getKodeBarang()!=null)</pre>
<pre style="padding-left:30px;">      customer.addToCart(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    customerList.add(customer);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<pre style="padding-left:30px;">else</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    if (customerList.get(customerList.size()-1).equals(customer))</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        customerList.get(customerList.size()-1).addToCart(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    else {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        if (item.getKodeBarang()!=null)</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            customer.addToCart(item);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">        customerList.add(customer);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    }</pre>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ketika customerList masih belum memiliki elemen, akan dilakukan perintah di bawah pernyataan if yang pertama, yakni jika customer memiliki barang yang dipesan, maka barang tersebut dimasukkan ke dalam keranjang belanja (cart) dari customer tersebut. Kemudian, objek customer dimasukkan ke dalam customerList. Kemudian, ketika customerList sudah memiliki elemen lebih dari satu, akan dilakukan perintah di bawah pernyataan else. Pada pernyataan-pernyataan di bawah else, terdapat perintah jika customer yang terbaca pada baris tersebut sama dengan baris yang pertama, maka item yang terbaca dimasukkan ke dalam cart customer sebelumnya. Hal ini dilakukan karena objek customer yang baru tidak perlu dimasukkan ke dalam list, karena customer dari pembacaan baris yang baru sama dengan customer pada baris sebelumnya. Namun, jika saat pembacaan baris selanjutnya, customer berbeda dengan baris sebelumnya, maka customer tersebut akan dimasukkan ke dalam customerList dan item yang dibaca pada baris yang sama dimasukkan ke dalam cart customer tersebut jika ada (nilai kolom tidak null). Dengan demikian, setelah loop pembacaan resultSet selesai, customerList akan mengandung semua pelanggan-pelanggan yang terdaftar dalam database, dan keranjang belanja (cart) pada setiap pelanggan akan berisi barang-barang yang akan dipesan oleh pelanggan tersebut.</p>
<p>Selain method tersebut, kelas ItemManager dan CustomerManager memiliki method addRow dan removeRow. Method addRow pada keduanya berfungsi untuk menambahkan baris baru ke dalam list dan database, sedangkan removeRow digunakan untuk menghapus data yang terdapat dalam list dan database. Kedua method tersebut akan mengembalikan nilai true jika eksekusi berhasil, dan mengembalikan nilai false jika eksekusi tidak berhasil.</p>
<p>Method-method khusus lainnya yang tidak terdapat pada kelas turunan Manager lainnya adalah method orderItem pada kelas CustomerManager dan isAccessGranted pada kelas AdminManager, yang keduanya berperan dalam keperluan business logic. Method isAccessGranted  digunakan ketika seseorang ingin login untuk mengecek apakah username dan password pada argumen yang dimasukkan cocok dalam database atau tidak. Sedangkan method orderItem  digunakan ketika seseorang pelanggan ingin memesan barang. Yang pertama kali yang dilakukan ketika method ini dipanggil adalah penghapusan item dalam itemList di itemManager. Selanjutnya, jika nama, alamat, dan nomor telepon pelanggan yang dimasukkan terdapat dalam list, item yang dimasukkan dalam argumen sebagai barang yang ingin dipesan disetel nilai custID nya dengan custumer ID yang sesuai dengan nama,alamat, dan telepon yang dimasukkan melalui argumen. Kemudian, item akan dimasukkan ke dalam cart customer pemesan barang. Jika nama, alamat, dan nomor telepon pelanggan tidak terdapat dalam customerList, cart customer tersebut juga dimasukkan item yang dipesan dan customerList akan dimasukkan data customer baru sesuai nama, alamat, nomor telepon yang dimasukkan argumen dan customer ID baru yang dihasilkan dari urutan customer ID terakhir dalam database. Dan hal terakhir yang dilakukan adalah memasukkan item yang atribut custID nya yang telah diubah ke dalam itemList, dan method akan mengeluarkan nilai balik berupa item yang dipesan oleh pelanggan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Penjelasan kelas </strong><strong>MenuUtama</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kelas yang merupakan turunan dari kelas JFrame ini berisi komponen-komponen dari framework java swing seperti tombol, tabel, dan sebagainya yang akan ditampilkan ke layar sebagai user interface anatara pengguna dengan komputer. Selain memiliki atribut-atribut berupa komponen dari java swing, kelas ini juga memiliki atribut itemManager, CustomerManager, dan AdminManager untuk keperluan business logic dan pengaksesan database.</p>
<p>Kelas ini mengandung fungsi utama main yang dipanggil pertama kali ketika program dijalankan. Hanya terdapat satu baris pada fungsi main, yakni meng-instans objek dari kelas menuUtama ini dan menampilkannya ke layar dengan method setVisible dari kelas JFrame. Dan pada saat objek dari kelas MenuUtama di-instans, method konstruktor kelas MenuUtama dipanggil. Dalam method konstruktor, objek itemManager dibuat, diikuti adminManager, dan customerManager dengan menggunakan koneksi yang telah dibuat oleh itemManager. Namun, jika salah satu atau lebih di antara objek ini gagal dibuat, suatu objek Exception akan ditangkap dan program akan mengeluarkan pesan error ke layar, bertuliskan, &#8220;Pengaksesan Database Gagal!&#8221;</p>
<p>Blok exception handling atau try-catch ini dan kebanyakan blok try-catch lainnya biasanya bersifat polimorfis, yakni penganggapan suatu objek yang berbeda tipe dengan tipe objek yang dibaca. Dalam kasus ini, ketika pembuatan koneksi database gagal, method konstruktor yang dipanggil melemparkan exception berjenis Exception (dideklarasikan dengan sintaks throws Exception). Sebenarnya, ketika method mengalami kegagalan pengaksesan database tidak mengeluarkan objek bertipe umum exception, namun biasanya mengeluarkan exception berjenis yang spesifik, yakni SQLException dan turunannya. Konstruktor tidak dideklarasikan untuk melempar exception berjenis SQLException, melainkan superclass dari seluruh tipe exception, Exception. Namun, pendeklarasian tipe yang berbeda dengan jenis exception yang dilempar ini tidak mengapa karena SQLException dapat dianggap sebagai tipe Exception , mengingat kelas SQLException merupakan turunan dari kelas Exception. Demikian pula, pada blok try-catch, kita tidak perlu melakukan catch pada setiap tipe exception yang mungkin keluar. Kita cukup melakukan catch exception bertipe umumnya, dan semua tipe exception akan ditangkap oleh perintah catch tersebut dan program akan mengeksekusi code exception handler nya.</p>
<p>Setelah membuat ketiga tersebut, dalam method konstruktor dilakukan pemanggilan method initComponents. Method ini akan meng-instans komponen-komponen dari framework java swing, seperti tabel, button, textfield, pane, dan sebagainya kemudian meletakkannya ke koordinat tertentu sedemikian rupa sehingga membentuk tampilan seperti gambar yang ditampilkan di bagian awal makalah ini:</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Dalam method initComponents juga dilakukan registrasi interface ActionListener dengan meng-instans interface ActionListener tersebut dan langsung mengimplementasikan method dalam interfacenya, yakni actionPerformed, pada setiap tombol-tombol sehingga jika tombol-tombol tersebut ditekan, program akan otomatis melakukan aksi-aksi tertentu, sesuai dengan tombol yang ditekan.</p>
<p>Berikut ini adalah fungsi-fungsi yang dipanggil ketika sebuah tombol ditekan :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>adminAddButtonActionPerformed</strong>. Fungsi ini akan dipanggil ketika tombol add ditekan (Bergambar     )Pertama-tama, dilakukan eksekusi perintah DefaultTableModel model = (DefaultTableModel) itemTable.getModel(); yakni pengambilan model dari itemTable dan mengubahnya ke tipe DefaultTableModel. Model adalah objek yang menyimpan data-data yang ditampilkan dengan baris dan kolom pada tabel, maka kita perlu mengambilnya dengan method getter getModel untuk menambahkan data ke dalam model. Namun, method getModel ini akan mengembalikan nilai balik bertipe TableModel yang merupakan superclass dari model lainnya, dan dalam TableModel ini belum terdapat method untuk menambahkan baris pada tabel. Maka, kita perlu &#8216;menganggap&#8217; tabel model yang dikeluarkan dari method getModel ini menjadi model yang lebih spesifik, yakni DefaultTableModel, dengan sintaks (DefaultTableModel) dan mereferensikannya ke objek model bertipe DefaultTableModel, karena objek yang didefinisikan dalam kelas DefaultTableModel sudah memiliki method addRow untuk menambahkan baris ke tabel, yang kita dapat menggunakannya untuk keperluan penambahan data ke dalam tabel yang dilakukan pada perintah-perintah berikutnya. Hal ini termasuk penerapan prinsip polimorfisme, yakni kita menganggap objek dengan suatu tipe dengan tipe yang lain yang masih dalam satu pohon inheritansnya. Namun, terkadang penganggapan suatu objek bertipe umum menjadi objek beripe yang lebih khusus (turunan kelasnya) seperti yang dilakukan pengambilan table model ini, terkadang berbahaya, karena bisa saja suatu objek yang umum bukan termasuk dari kelas turunannya, atau dalam hal ini bisa saja model yang digunakan tabel bukan merupakan DefaultTableModel, sehingga jika tetap dipaksakan dianggap sebagai DefaultTableModel, program akan mengalami runtime error.</p>
<p>Selanjutnya, dilakukan penambahan data ke database dan itemList melalui method addRow pada objek itemManger yang dibentuk dari method statik getValue pada kelas AddItemDialog. Method getValue ini akan mengeluarkan nilai berupa objek yang mermiliki atribut seperti data-data yang dimasukkan pengguna secara lengkap dalam dialog AddItemDialog dan setelah pengguna menekan tombol OK. Jika pengguna tidak memasukkan nilai pada kolom customer ID, nilai atribut custID pada item akan 0 yang berarti barang tersebut belum dipesan oleh siapapun.Namun, jika pengguna tidak memasukkan data-data lain pada barang secara lengkap, objek item gagal dibentuk dan pengguna diminta untuk memasukkan data-data barang kembali secara benar. Selain itu, penambahan barang ke database juga akan gagal jika customer ID yang dimasukkan belum terdaftar dalam database. Kegagalan ini ditandai dengan dilemparnya Exception oleh method addRow pada objek itemManager., kemudian pada blok try-catch dalam method AddButtonActionPerformed, exception tersebut ditangkap sebagai SQLIntegrityConstraintException dan program akan menampilkan pesan error ke layar, &#8220;Customer ID yang dimasukkan tidak terdaftar dalam database&#8221;. Jika terdapat exception lain yang juga menandakan gagalnya pengaksesan database, program akan menangkap SQLException dan menampilkan pesan error bahwa pengaksesan database gagal. Dan jika terdapat exception lainnya, program menganggap bahwa exception yang ditangkap berjenis Exception dan program mencetak pesan error yang dihasilkan ke konsol.</p>
<p>Dan hal terakhir yang dilakukan method ini adalah penambahan data objek item ke tabel dengan method addRow pada objek model. Agar data dapat dimasukkan ke dalam tabel model, nilai-nilai atribut pada item harus diubah menjadi bentuk array, menggunakan method toArray, karena method addRow pada objek model memerlukan masukan argumen bertipe array object. Penggunaan array bertipe Object ini bersifat polimorfis, karena tipe data Object merupakan induk dari semua tipe data referensi sehingga dalam array bertipe objek kita dapat menyimpan elemen-elemen data yang bertipe data apapun.</p>
<p><strong>loginButtonActionPerformed. </strong>Method ini dipanggil ketika login button yang bergambar          (    )  ditekan oleh pengguna. Dalam method ini, dilakukan pengecekan input username yang berasal dari adminNamaField dan input password yang berasal dari adminPasswordField dengan pemanggilan method isAccessGranted pada objek adminManager. Jika method isAccessGranted mengembalikan nilai boolean true, maka tombol-tombol yang ada pada tab admin dihidupkan atau dapat ditekan, dan pemilihan tab dimatikan. Jika pengguna ingin mengaktifkan pemilihan tab dan mematikan fungsi tombol-tombol pada tab admin, maka pengguna dapat menekan tombol logoutButton dan program akan memanggil method <strong>logoutButtonActionPerformed </strong>yang berisi perintah-perintah tersebut.</p>
<p><strong>discardButtonActionPerformed. </strong>Method ini dipanggil ketika tombol discard yang bergambar (   ) ditekan. Ketika method bekerja, dilakukan pemanggilan method rollBack pada objek itemManager, mengakibatkan semua statemen SQL yang ditampung dalam connection pool dibatalkan, kemudian objek itemManager dan customerManager yang lama dibuang dan diganti dengan instans baru sehingga keadaan itemList dan customerList pada manager  akan sama dengan keadaan list sebelum dilakukan manipulasi-manipulasi oleh pengguna. Terakhir, isi tabel pada itemTable dipulihkan (refresh) dengan fungsi refreshTable. Fungsi refreshTable membuat model pada itemTable dibuang, digantikan dengan model baru bertipe DefaultTableModel dan model tersebut langsung diisi dengan data-data yang terdapat pada itemList, sehingga isi data-data pada tabel yang mungkin telah diubah oleh pengguna akan digantikan dengan data-data ketika belum terjadi manipulasi.<strong></strong></p>
<p><strong>adminRemoveButtonActionPerformed. </strong>Method ini dipanggil ketika tombol remove yang bergambar (   )pada tab admin ditekan. Method ini bekerja mirip dengan kebalikan method adminAddButtonActionPerformed, yakni ketika method ini dipanggil, dilakukan penghapusan data item pada itemList di itemManager yang sama dengan baris pada tabel yang dipilih pengguna (menggunakan fungsi getItemOnSelectedRow )  sekaligus penghapusan baris pada database, dengan pemanggilan method deleteRow pada objek itemManager. Kemudian, dilakukan penghapusan baris yang dipilih pengguna pada tabel, dengan sintaks model.removeRow(itemTable.getSelectedRow());<strong></strong></p>
<p><strong>orderButtonActionPerformed. </strong>Method ini dipanggil ketika tombol orderButton yang bergambar (   ) ditekan. Method ini pertama-tama akan melakukan pengambilan objek item dari baris yang dipilih pelanggan. Selanjutnya, program akan mengecek apakah barang yang dipilih sudah dipesan atau belum, dengan melihat nilai atribut custID pada item. Jika barang sudah dipesan, program akan memunculkan pesan peringatan bahwa barang yang dipilih sudah dipesan pelanggan lain. Apabila barang belum dipesan pelanggan lain,  dilakukan pembuatan objek customer yang attribut-attributnya berasal dari isi text field yang dimasukkan pengguna, dan pengecekan kembali apakah attribut nama, alamat, dan nomor telepon pada customer sudah berisi atau tidak. Kemudian, dilakukan pemanggilan method orderItem pada objek customerManager, membuat nilai custID pada item yang dipilih diisi dengan customer id pelanggan yang ingin membeli dan barang yang dipilih masuk ke dalam keranjang belanja pemesan. Terakhir, data dalam tabel di-update dengan menghapus baris barang yang dipesan dan menambahkan baris dengan data barang yang sama namun kolom &#8220;Dipesan oleh&#8221; sudah tidak nol lagi, yang menandakan bahwa barang tersebut telah dipesan.<strong></strong></p>
<p><strong>aboutItemMouseReleased. </strong>Method ini dipanggil ketika menu &#8220;about&#8221; dipilih. Dalam badan methodnya, terdapat perintah membuat meng-instans objek dari kelas AboutBox dan membuat komponen-komponennya terlihat pada layar, menggunakan method setVisible. Kelas AboutBox ini merupakan turunan dari kelas JDialog dari package javax.swing . Kelas ini digunakan untuk menampilkan dialog berisi informasi about program. Ketika kelas diinstans, JVM akan memanggil konstruktor kelas :</p>
<pre style="padding-left:30px;">public AboutBox(java.awt.Frame parent, boolean modal) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">              super(parent, modal);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">            initComponents();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p style="padding-left:30px;"><strong></strong></p>
<p>Dalam konstruktor, terdapat pemanggilan konstruktor kelas induknya dengan perintah super(parent,modal) yang menyetel parent dan modality dialog. Selanjutnya, method initComponents akan dipanggil. Method initComponents ini akan mengininisialisasi instance variable pada objek dari kelas AboutBox yang baru diinstans sebagai komponen-komponen yang akan ditampilkan ke layar, seperti frame, gambar, dan button. Gambar-gambar yang diambil berasal dari package waroeng_laptop.UI.gambar .</p>
<p><strong>paymentButtonActionPerformed. </strong>Method ini dipanggil ketika tombol payment bergmbar (   ) dipilih. Method ini akan melakukan pembuatan dialog PaymentDialog dengan masukan argumen parent frame objek menuUtama ini, objek customer dengan nilai custID yang diinginkan pengguna, objek itemManager dan customerManager untuk keperluan pengakses database. Isi method tersebut adalah sebagai berikut :</p>
<pre style="padding-left:30px;">try {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">Customer selectedCustomer = new Customer(Integer.parseInt(adminCustIDField.getText()));</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    new PaymentDialog(this,selectedCustomer,customerManager,itemManager).setVisible(true);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">     refreshTable();</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<pre style="padding-left:30px;">catch (NumberFormatException ex) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">     JOptionPane.showMessageDialog(this, "Pastikan field customer ID terisi dengan benar.", "Peringatan", JOptionPane.WARNING_MESSAGE);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<pre style="padding-left:30px;">catch (ArrayIndexOutOfBoundsException ex) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    JOptionPane.showMessageDialog(this, "Customer ID tidak terdaftar dalam database.", "Peringatan", JOptionPane.WARNING_MESSAGE);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<pre style="padding-left:30px;">catch (Exception ex) {</pre>
<pre style="padding-left:30px;">    JOptionPane.showMessageDialog(this, "Customer tidak memiliki barang yang akan dibeli.", "Peringatan", JOptionPane.WARNING_MESSAGE);</pre>
<pre style="padding-left:30px;">}</pre>
<p>Saat pembentukan dialog PaymentDialog, objek selectedCustomer dicocokkan ke elemen-elemen customerList pada customerManager. Jika customer tidak terdapat dalam customer list, exception berjenis ArrayIndexOutOfBoundsException akan ditangkap dan program akan mengeluarkan pesan bahwa customer Id yang dimasukkan tidak cocok dalam database. Exception lain yang mungkin ditangkap adalah NumberFormatException ketika customer yang dimasukkan tidak terdapat dalam itemList, dan exception berjenis Exception yang dilempar method konstruktor kelas PaymentDialog ketika customer tidak memiliki barang yang dipesan. Jika customer terdapat dalam customerList, label-label pada bagian customer diisi dengan data pada customer yang diinginkan dan tabel pada dialog diisi dengan daftar barang yang dipesan oleh customer tersebut. Ketika pengguna memasukkan nilai uang yang akan dibayarkan pada label dan menekan tombol bayar, setiap item yang dibeli customer pada itemList di itemManager akan dihapus dan isi keranjang belanja customer juga dihapus. Kemudian, dimunculkan sebuah dialog berisi ucapan terima kasih dan nilai kembalian uang yang dibayarkan.</p>
<p><strong>exitButtonActionPerformed. </strong>Ketika tombol exit bergambar (   ) ditekan.  Method ini akan dipanggil. Dalam method terdapat pernyataan kondisional switch-case. Ekspresi yang digunakan dalam switch-case ini adalah nilai balik dari pemanggilan JoptionPane .showOptionDialog  .Option dialog dari Jframe ini akan mengembalikan nilai balik nol jika pengguna menekan tombol &#8220;yes&#8221;, nilai balik 1 untuk tombol &#8220;no&#8221;, dan nilai 2 untuk tombol &#8220;cancel&#8221;. Untuk ekspresi bernilai 0 yang berarti pengguna ingin menyimpan perubahan data ke database dan keluar dari program, dilakukan eksekusi pernyataan-pernyataan SQL dalam connection pool ke server dengan menggunakan method commit pada objek itemManager, kemudian dilakukan penutupan koneksi ke server dengan method tutupKoneksi. Untuk ekspresi bernilai 1 yang berarti pengguna ingin keluar dari program tanpa melakukan penyimpanan perubahan data dalam database, dilakukan pembatalan eksekusi-eksekusi perintah SQL dalam connection pool dengan method rollBack dan penutupan koneksi database. Jika ekspresi bernilai selain 1 dan 0, method tidak melakukan apa-apa dan pengguna dapat kembali masuk ke program.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam, semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=116&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/22/contoh-aplikasi-java-dengan-jdbc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahim007.files.wordpress.com/2009/01/waroeng_laptop_screenshot.png" medium="image">
			<media:title type="html">waroeng_laptop_screenshot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Asasi Manusia Dalam Timbangan Syari’at Islam (III)</title>
		<link>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/20/hak-asasi-manusia-dalam-timbangan-syari%e2%80%99at-islam-iii/</link>
		<comments>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/20/hak-asasi-manusia-dalam-timbangan-syari%e2%80%99at-islam-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 10:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahim007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahim007.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Bukankah Rasulullah Pernah Berdamai dengan Orang Kafir? Di sisi lain, pada hukum Islam (Al-Qur’an dan al-hadits) yang lain juga dijelaskan bahwa rasulullah pernah berdamai dengan orang kafir (non-islam) sehingga tidak mengganggu mereka untuk beribadah, atau ayat tentang larangan mencela sesembahan orang-orang kafir. Dengan demikian, hukum pembunuhan orang kafir yang asalnya halal perlu diperinci berdasarkan situasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=109&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukankah Rasulullah Pernah Berdamai dengan Orang Kafir?<br />
</strong><strong><br />
</strong>Di sisi lain, pada hukum Islam (Al-Qur’an dan al-hadits) yang lain juga dijelaskan bahwa rasulullah pernah berdamai dengan orang kafir (non-islam) sehingga tidak mengganggu mereka untuk beribadah, atau ayat tentang larangan mencela sesembahan orang-orang kafir. Dengan demikian, hukum pembunuhan orang kafir yang asalnya halal perlu diperinci berdasarkan situasi dan kondisi tertentu sesuai dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang ada. Hal ini juga sebagai bantahan kepada kelompok teroris yang terlalu ekstrim dengan menganggap bolehnya membunuh orang kafir secara mutlak.</p>
<p><span id="more-109"></span></p>
<p>Akan tetapi, ini bukanlah berarti bahwa Islam menganggap semua agama adalah sama dan membolehkan seseorang untuk berpindah-pindah agamanya, walaupun dari kacamata barat kebebasan beragama ini tidak mengapa karena tidak merugikan orang lain. Biasanya orang-orang yang menganggap adanya pembolehan hormat-menghormati urusan beragama secara mutlak, mereka berpendapat dengan berdasarkan hadits-hadits tentang sikap damainya rasulullah atau sahabatnya dengan orang kafir, seperti salah satunya adalah pesan khalifah Abu Bakar ketika mengirim ekspedisi pertama ke negri Syam: <em>&#8220;Hendaklah kamu bersikap adil. Jangan patahkan keyakinan yang telah kamu ikrarkan. Jangan memenggal seseorangpun. Jangan bunuh anak-anak, laki-laki dan perempuan. atau membakar pohon-pohon kurma, dan jangan tebang pohon-pohon yang menghasilkan buah-buahan. Jangan bunuh domba-domba, ternak-ternak atau unta-unta, kecuali untuk sekedar dimakan. Mungkin sekali kamu akan bertemu dengan orang-orang yang telah mengundurkan diri ke dalam biara-biara, maka biarkan mereka dan kegiatan mereka dalam keadaan yang damai.&#8221; </em></p>
<p><strong><br />
</strong>Sekilas perkataan Abu Bakar ini membenarkan pemikiran mereka yang telah tercampur pemikiran orientalis. Namun, perlu diketahui bahwa rasulullah dan sahabatnya tidak mengganggu orang-orang musyrik di Madinah waktu itu untuk beribadah, atau perintah untuk bersikap adil oleh khalifah Abu Bakar ini bukan karena dasar mereka menganggap bahwa agama mereka juga benar, karena Islam mengajarkan kepada orang yang beriman untuk bersikap loyal terhadap orang beriman dan menanamkan kebencian kepada orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah :<em></em></p>
<p><em>”Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayaMang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya &#8230;”</em> <strong><strong>(Al-Mujadilah : 22)</strong></strong></p>
<p>Ayat ini diturunkan ketika kaum muslimin di zaman nabi berperang melawan kaum kafir quraisy, agar mereka tidak ragu-ragu untuk memerangi kaum kafir tersebut, walaupun mereka mendapati musuh-musuh mereka masih memiliki hubungan keluarga mereka sendiri, dan bahkan pemimpin musuh-musuh mereka banyak yang berasal paman-paman rasulullah sendiri.</p>
<p>Lalu, mengapa kaum muslimin juga diperintahkan untuk tidak keras terhadap orang kafir? Walaupun pada dasarnya kaum muslimin diperintahkan untuk membenci orang kafir, rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam melarang kaum muslimin untuk mengganggu orang-orang non-Islam yang hidup sebagai kafir dzimmi, yakni orang kafir yang termasuk warga negara Islam yang dilindungi selama mereka mentaati peraturan-peraturan negara dan membayar jizyah (semacam upeti atau pajak). Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:<strong><em></em></strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak mengizinkan kalian untuk masuk ke rumah orang-orang ahli kitab kecuali dengan seijin mereka, tidak boleh memukul mereka dan mengambil buah-buahan mereka selama mereka memberikan kepada kalian kewajiban mereka.” </em><strong><strong>(HR. Abu Dawud).</strong></strong></p>
<p>Demikianlah warga negara non-Islam diberikan hak-haknya dan dijaga hartanya, tidak boleh dirampas hartanya atau dibunuh jiwanya dengan dhalim selama mereka mentaati peraturan-peraturan negara Islam, walaupun kaum muslimin harus meyakini bahwa kedudukan mereka lebih rendah, sebagaimana ucapan Umar bin Khattab radliyallahu `anhu:<strong><strong> <em>“Rendahkanlah mereka tapi jangan dhalimi mereka.”</em></strong></strong></p>
<p><strong><strong><br />
</strong></strong>Demikian pula orang-orang non-Muslim yang bukan warga negara tetapi terikat perjanjian damai. Seperti para pendatang dari negara asing yang tidak dalam keadaan berperang (dengan Muslim) atau dalam kata lain terikat perjanjian damai. Maka kaum muslimin tidak boleh mengganggu, apalagi membunuh mereka selama mereka mengikuti peraturan-peraturan negara Islam. Demikian pula duta-duta asing yang tinggal di negara Islam. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam mengancam orang-orang yang mengganggu atau mendhalimi mereka. Mereka ini distilahkan dengan kafir mu’ahhad (yaitu terikat perjanjian):<strong><strong><strong><em>“Ketahuilah barang siapa mendhalimi seorang mu’ahad; atau mengurangi hak-haknya; atau membebaninya di luar kemampuannya; atau mengambil sesuatu daripadanya tanpa keridlaannya. Maka aku akan menjadi penentangnya pada hari kiamat.”</em><strong> (HR. Abu Dawud dan Baihaqi, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 1 / 807).</strong></strong></strong></strong></p>
<p>Demikianlah sebagian hukum dalam syari’at Islam . Di antara hikmah dari hukum ini adalah memberi kesempatan kepada rakyat non Islam untuk menjalankan agamanya sambil melihat kesempurnaan syariat Islam sehingga suatu saat mereka akan masuk Islam tanpa paksaan. Namun, hal ini bukan berarti bahwa hukum Islam menganggap bolehnya kebebasan beragama karena kaum muslimin telah diperintahkan untuk bersikap benci kepada orang yang menentang Allah, sehingga hukum Islam tetap tidak dapat disatukan dengan konsep hak asasi manusia yang telah diakui dunia sekarang ini.</p>
<p><strong>Kesimpulan dan Penutup</strong></p>
<p>Masih banyak lagi gesekan-gesekan yang terjadi antara pemikiran HAM dengan hukum-hukum Islam, misalkan seperti masalah pembagian harta waris menurut hukum Islam yang dinilai tidak adil dalam kacamata HAM karena seorang wanita mendapat separuh jatah dari bagian laki-laki, pembolehan banyaknya aliran-aliran sesat agama seperti Ahmadiyah dan semisalnya dengan atas nama kebebasan beragama, pembolehan atas nama hak asasi manusia untuk orang yang berzina jika didasari suka sama suka, atau seorang wanita yang mendedahkan aurat, tampil dengan penuh percaya diri di media-media iklan, namun ketika sekelompok masyarakat menggugat, maka sanggahannya pun bertameng dengan kebebasan berekspresi dan seni, yang juga termasuk bagian dari hak asasi manusia. Namun, saya cukupkan pembahasan saya mengenai HAM dipandang dari syari’at Islam ini pada masalah kebebasan beragama saja, yang menyangkut di dalamnya berhubungan dengan dasar-dasar hukum Islam yakni akidah. Hal ini dikarenakan selain adanya keterbatasan pengetahuan saya lebih lanjut dalam masalah-masalah lain dan agar tulisan ini tidak terlalu panjang, masalah akidah ini adalah masalah paling krusial yang harus dikuasai oleh setiap muslim, sehingga diharapkan bagi warga negara Indonesia yang mayoritasnya beragama muslim terjaga akidahnya dan tidak tertipu dengan kerancuan-kerancuan HAM ini yang telah dibungkus rapi dengan muka kebaikan ternyata isinya banyak bertentangan dengan ajaran agama Islam yang diyakini oleh mayoritas warga negara Indonesia. Oleh karena itu, pembahasan HAM ini mungkin lebih bersifat subjektif menurut Islam sendiri dan tidak dilihat dari sisi ajaran lain. Saya tetap membahas dengan satu pandangan saja, dikarenakan kebanyakan warga Indonesia beragama muslim jadi sekiranya pembahasan ini lebih bermanfaat jika juga dapat dijadikan sebagai bekal ilmu agama dan menambah keimanan bagi kaum muslimin. Jika warga negara Indonesia muslim telah seluruhnya menguasai ajaran agamanya, tentunya akan memberikan pengaruh positif yang besar bagi negara ini, dan bagi warga negara non-muslim pun juga akan mendapatkan pengaruh positif tersebut, sebagaimana dulu orang-orang non-muslim yang tinggal satu negeri bersama nabi Muhammad, mereka merasa aman dan tidak dizalimi.</p>
<p>Konsep HAM versi barat bersifat antroposentris, sehingga ukuran pokok kebenaran suatu perbuatan hanya didasari oleh hati nurani seseorang, atau juga dipandang dari apakah perbuatan tersebut merugikan orang lain atau tidak. Sedangkan hukum Islam lebih bersifat theosentris, yakni segala perbuatan didasari dengan wahyu Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, sebagai al-bayan (penjelasan) dan al-furqon (pembeda yang benar dan salah) bagi manusia. Maka, bisa saja suatu perbuatan walaupun tidak dianggap suatu kejelekan bagi hati nurani manusia, atau perbuatan tersebut tidak mengandung unsur merugikan bagi orang lain, ternyata perbuatan tersebut diharamkan bagi Islam. Dan sebaliknya, bisa saja suatu perbuatan tidak dianggap baik oleh mayoritas manusia akan tetapi hukum Islam membolehkannya. Sebagai contoh, telah dikenal bahwa hukum di antara hukum-hukum Islam menjelaskan diwajibkannya jihad fii sabilillah dengan cara berperang, padahal secara tabiat manusia, berperang adalah sesuatu yang dibenci, sebagaimana perkataan Allah :<em></em></p>
<p><em>”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</em> <strong><strong>(Q.S Al-Baqarah : 216)</strong></strong></p>
<p>Kemudian, jika kaum muslimin memperoleh kemenangan dalam peperangannya, terdapat hukum yang menjelaskan disyari’atkannya untuk melakukan pembagian harta rampasan perang, termasuk di dalamnya pembagian jatah budak yang berasal orang-orang sipil tawanan perang. Jika budak tersebut adalah wanita, maka pemiliknya dihalalkan untuk mencampurinya, sebagaimana firman Allah :</p>
<p><em>”Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.”</em><strong><strong><strong><strong> (Q.S : Al-Mu’minun : 6)</strong></strong></strong></strong></p>
<p>Walaupun memang orang yang membebaskan budak akan mendapat pahala dalam Islam, hukum perbudakan (dari hasil kemenangan perang) ini tidak hanya berlaku ketika zaman rasulullah dan sahabatnya berperang saja, namun berlaku sepanjang zaman hingga hari kiamat. Namun, sebagian besar orang, bahkan dari kaum muslimin sendiri, menafikan hukum ini dan menentang adanya perbudakan. Mereka menganggap bahwa perbudakan telah dihapus dan tidak ada lagi yang namanya perbudakan, karena perbudakan ini dianggap tidak manusiawi. Apakah yang dimaksud perbuatan manusiawi? Jika yang mereka maksud adalah perbuatan yang sesuai dengan hati nurani manusia, tentunya ukuran ’manusiawi’ ini akan menjadi rancu, karena kemurnian hati nurani manusia berbeda-beda, ada yang masih bersih dan ada yang sudah kotor. Bagaimana jika yang dimaksud ’berdasarkan hati nurani’ ini adalah bukan anggapan individu, melainkan anggapan kebanyakan manusia? Ini pun juga dapat menimbulkan kerancuan, karena kebanyakan manusia berada dalam kesesatan, berdasarkan ayat Al-Qur’an :<strong><strong><strong><strong><strong><em></em></strong></strong></strong></strong></strong></p>
<p><em>Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)</em> <strong><strong><strong><strong><strong><strong>(Q.S Al-An’am : 116)</strong></strong></strong></strong></strong></strong></p>
<p>Maka, jika ukuran manusiawi suatu perbuatan didasari oleh mayoritas manusia yang hati nuraninya kebanyakan telah kotor, yang terjadi adalah kebenaran akan dianggap sebagai kebatilan, sebaliknya kebatilan akan dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan manusiawi. Hal ini benar-benar terjadi di zaman ini, kita lihat kabar-kabar di mancanegara, beberapa negara telah membuat undang-undang untuk melindungi kaum homoseksual atas nama perlindungan HAM, karena kaum homo di sana sudah mulai menjadi kaum mayoritas sehingga perbuatan homoseksual dianggap sebagai hal yang ’manusiawi’. Di Indonesia sendiri pun juga sudah ada kaum homo yang mulai berdemonstrasi di beberapa daerah memperjuangkan aspirasinya agar dilindungi dan tidak dikucilkan dari masyarakat. Perbuatan-perbuatan lain yang dianggap aneh oleh masyarakat namun dibolehkan Islam juga banyak terjadi di Indonesia walaupun mayoritas penduduknya muslim, seperti penganggapan aneh/sinis kepada orang yang berpoligami, penganggapan aneh bahkan pelarangan bagi orang yang berjenggot panjang atau berjilbab bagi wanita yang bekerja di suatu perusahaan, dan lain-lain.<strong><strong><strong><strong><strong><strong> </strong> </strong> </strong> </strong> </strong> </strong></p>
<p>Sebagai penutup, saya mencoba memberikan solusi bagi kerancuan permasalahan HAM saat ini, yakni janganlah kaum muslimin di Indonesia memahami hak-hak dasar manusia berdasarkan ajaran barat, akan tetapi dari ajaran Islam yg murni. Memang, di era globalisasi ini, orang yang akan berpegang teguh dengan agama Islam ini akan mengalami cobaan yang sangat berat. Banyak mayoritas orang telah menganggap bahwa hukum-hukum Islam perlu direvisi ulang agar sesuai dengan perkembangan zaman, bukan perkembangan zaman harus disesuaikan dengan hukum Islam, atau juga bagi yang berpegang kuat dengan agama ini akan ditempeli banyak gelar negatif oleh banyak orang, seperti ’ekstrim’, ’kolot’, ’tidak sesuai dengan perkembangan barat’, dan semisalnya. Memang, telah dikabarkan oleh Rasulullah, memegang sunnah pada akhir zaman akan terasa sangat sulit seperti memegang bara api karena orang tersebut akan terlihat aneh mengingat banyaknya manusia telah meremehkan agama. Dan juga beliau juga mengabarkan bahwa Islam akan mulai dengan keterasingan dan berakhir dengan keterasingan pula, berdasarkan sabda-sabda beliau :<strong><em></em></strong></p>
<p><em>”Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: “Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian”.</em> (HR. Tirmidzi)<em>&#8220;Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula.Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba&#8217;).&#8221;</em><strong><strong><strong> (H.R Muslim)</strong></strong></strong></p>
<p><em>&#8220;Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba&#8217;). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk.Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka&#8221;</em><strong><strong><strong><strong>(H.R Ahmad)</strong></strong></strong></strong></p>
<p>Tapi hal ini tidaklah mengapa dan bukan penghalang yang sulit bagi orang yang benar-benar bertaqwa, karena Allah yang Maha Mengetahui hal-hal yang terjadi di masa depan akan memberikan pahala yang berlipat bagi yang berpegang teguh dengan Islam, dan Islam juga telah menjelaskan bahwa berpegang dengan ajaran rasulullah merupakan kewajiban bagi umat Islam dan solusi memecahkan berbagai permasalahan yang ada di akhir zaman, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah :<strong><br />
<em>”</em></strong><em>Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em><strong>(Q.S Al-Baqarah : 206)</strong></p>
<p><em>Dari Al-’Irbadh bin Sariyah –radhiyallahu ’anhu- ia berkata : ”Rasulullah –shollallahu ’alaihi wasallam- memberikan sebuah nasihat kepada kami dengan nasihat yang mengena, hati menjadi gemetar dan mata pun berlinang air mata karenanya, maka kami katakan : ’Wahai Rasulullah, seolah-olah ini nasihat perpisahan maka berikan wasiat kepada kami’, lalu beliau katakan : ’Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak karena sesungguhnya barangsiapa yang hidup sepeninggalku ia akan melihat perbedaan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah para Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin, gigitlah dengan gigi-gigi geraham kalian dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru karena sesungguhnya semua bid’ah (perkara baru dalam agama) itu sesat.”</em><strong><strong> (HR. Ahmad, disahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no, 2549 )</strong></strong></p>
<p>Demikian Nabi mewasiatkan kepada para sahabat beberapa wasiat penting. Di antaranya adalah perintah untuk berpegang teguh dengan sunnahnya dan sunnah Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin. Bahkan beliau menyuruh untuk menggigitnya dengan gigi kita yang paling kuat. Di masa sahabat saja Rasulullah telah berwasiat demikian. Lebih-lebih di zaman sepeninggal beliau di mana kondisi masyarakat dari sisi keagamaan semakin buruk.<strong><strong> </strong> </strong></p>
<p>Dan Allah juga telah menjanjikan kejayaan bagi kaum yang berpegang teguh dengan Islam, dalam firman-Nya :<em>”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” </em><strong><strong>(Q.S An-Nur : 55)</strong></strong></p>
<p>Allah adalah Sang Maha Menepati janji. Maka, jika melihat kondisi kaum muslimin yang terpuruk saat ini, jangan salahkan Allah karena belum menepati janji-Nya, namun salahkan kita, karena janji Allah tersebut belum terpenuhi syaratnya, yakni masih banyak kaum muslimin belum yang belum mempelajari dan mengamalkan agama ini secara menyeluruh.<strong><strong> </strong> </strong></p>
<p>Dan untuk berpegang teguh dengan Islam, tentunya kaum muslimin harus mempelajari dan memahami ilmu-ilmu agama yang sangat luas, sehingga menuntut ilmu agama hukumnya wajib bagi seluruh kaum muslimin. Kemudian, orang-orang yang telah meluruskan niatnya untuk mempelajari ilmu agama ini pun juga harus mengambil ilmu dari orang yang terpercaya dan berhati-hati agar tidak ekstrim dalam beragama, disebabkan mereka mengambil ilmu dari orang-orang yang tidak berpemahaman Islam seperti pemahaman salafush saleh (orang-orang Islam terdahulu), yakni pemahaman seperti rasulullah sendiri, sahabat, dan golongan setelahnya. Maka, bagi penuntut ilmu wajib mengetahui keadaan gurunya, apakah ia berpemahaman salaf atau tidak, mengingat sekarang banyak kaum muslimin telah meninggalkan pemahaman salaf ini, karena menganggap pemahaman Islam dulu harus direvisi untuk menyesuaikan keadaan zaman sekarang, padahal para salafus shalih dan para pengikut pemahamannya ini telah dipuji oleh Allah yang Maha mengetahui segala perkembangan zaman, dalam firman-Nya :</p>
<p><em>Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. </em><strong>(Q.S At-Taubah : 100)</strong></p>
<p>Bagaimana dengan warga non-Islam? Saya rasa jika mayoritas warga negara Indonesia yang beragama Islam telah melaksanakan ajaran Islam secara benar, janji Allah berupa kejayaan akan datang dan warga non-Islam pun akan merasakan pengaruh positifnya pula, karena pada dasarnya Islam adalah pembawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk kehidupan orang non-muslim di dunia. Hal ini telah terbukti di zaman nabi Muhammad dahulu, ketika kaum muslimin telah beragama secara benar dan menyeluruh, mereka mendapat kejayaan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah, dan kaum non-islam yang tinggal bersama nabi –shollallahu ‘alaihi wassallam- pun juga merasakan amannya tinggal di negeri yang kaum musliminnya telah beragama secara benar. <em>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab</em>, semoga Allah selalu memberikan taufiq dan hidayah bagi kita semua.<strong><strong> </strong></strong></p>
<p>REFERENSI</p>
<p>Al-Qur’an Al-Karim.<br />
Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz. 2006. Bantahan terhadap orang yang menganggap bahwa hukum-hukum syari&#8217;at Islam tidak sesuai lagi dengan keadaan/perkembangan jaman sekarang. http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=314<br />
Abu Hamzah Yusuf. 2005. Membongkar pemikiran sang begawan teroris (I). http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=878<br />
As-Sewed, Muhammad Umar. 2003. Islam Sebagai Rahmat Untuk Seluruh Alam. http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=54<br />
As-Sewed, Muhammad Umar. 2004. Kaidah penerapan Sunnah : Tegakkan Sunnah setiap masa. http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=740<br />
Elviandri. 2005. Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam : Kajian Konsep dan  Historisitas. http://eprints.ums.ac.id/280/<br />
Kelsay, John dan Summer B. Twiss. Agama dan Hak Asasi Manusia.<br />
Prasetyo, Teguh (2007) HAK ASASI MANUSIA DALAM TRADISI ISLAM. Jurnal Ilmu Hukum, Vol.10 (No.1). pp. 46-54. ISSN 1410-7880<br />
Suaidi, Qomar. 2003. Menghidupkan Sunnah yang Kian Terasing. Yogyakarta : Oase Media.<br />
Syafruddin, Abulfaruq Ayip. 2008. Apa itu Hak Asasi Manusia (HAM) ? (majalah Asy-Syari’ah no.42/IV/1429H/2008) . Yogyakarta : Oase Media.<br />
Syafruddin, Abulfaruq Ayip. 2008. Atas Nama Kebebasan. Yogyakarta : Oase Media.<br />
Syafruddin, Abulfaruq Ayip. 2008. Kampanye Memalingkan Umat dari Islam. Yogyakarta : Oase Media.<br />
Yusup, Deni K. 2008. Hukum Islam dan HAM. http://dkyusup.blogspot.com/2008/04/hukum-islam-dan-hak-azasi-manusia.html</p>
<p>(dibuat sebagai tugas akhir mata kuliah Pancasila, 19 Januari 2009)</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahim007.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahim007.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahim007.wordpress.com&amp;blog=4948380&amp;post=109&amp;subd=fahim007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahim007.wordpress.com/2009/01/20/hak-asasi-manusia-dalam-timbangan-syari%e2%80%99at-islam-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/62a02797161431d01ca3e76856dcaa1d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">فهيم</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
