Bingung Dengan Aliran2 Islam yang Ada Saat Ini?

Bismillah,

Hidup di lingkungan perkuliahan, kita melihat banyak aktivitas-aktivitas atau kegiatan mahasiswa di kampus. Mulai dari olahraga, workshop, hingga keagamaan. Setiap orang bebas ingin ikut kegiatan apa, ingin jadi BEM, takmir masjid di kampus, panitia2 seminar, atau tidak ikut kegiatan sama sekali juga tidak masalah.

Sebagian mahasiswa memilih untuk mengikuti kegiatan2 yang berbau islami, dengan harapan bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sambil belajar berorganisasi dan meningkatkan prestasi akademis. Namun, setelah bergerak lama di kegiatannya, bukan ketenangan yang didapat, justru kebingungan yang diraih. Soalnya, banyak di kalangan mahasiswa yang melihat banyak golongan-golongan yang berbeda pemahamanya satu sama lain namun semuanya mengaku islam. Ada sebagian kelompok yang merasa paling benar sendiri dan merendahkan pemahamannya yang lain, dan ada pula sebagian kelompok yang berkeinginan untuk menyatukan semua kelompok islam ini dengan prinsip “Kita saling tolong menolong dalam apa yang kita sepakati dan saling memaklumi pada apa yang kita berbeda padanya.” Manakah kelompok yang paling benar? Atau apakah semua golongan tersebut selamat? untuk menjawab pertanyaan ini ternyata Al-Qur’an dan Sunnah telah menjelaskannya, dan sebagai muslim yang baik tentunya kita harus mengembalikan semua perkara kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah jika kita bingung yang mana yang benar dalam perselisihan pendapat , seperti dalam perkataan Allah -azza wa jalla- :

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rosul dan taatilah pemimpin (penguasa) diantara kalian, apabila kalian berselisih pendapat tentang segala sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Ar Rosul (As Sunnah) (An-Nissa:59)

Ketika kita mengembalikan pemecahan masalah ini kepada rasulullah (dengan melihat hadits-hadits), kita mendapati hadits berikut :

“…Dan ummat ini akan terpecah menjadi 73 golongan/sekte, semuanya di Neraka kecuali satu”. Kemudian mereka (Sahabat) bertanya,” Wahai Rasulullah siapa mereka yang satu itu ?”. Dijawab oleh dia (Rasulullah) “Mereka yang berada di atas apa yang saya (Rasulullah) dan Sahabat-sahabatku ada di atasnya hari ini”. (Hadits riwayat Tirmidzi, no.2643)

Hadits ini panjang, tapi  saya potong di bagian akhirnya saja. Pada teks hadits sebelumnya, dijelaskan bahwa umat yahudi akan terpecah menjadi 71 golongan dan umat nashara terpecah menjadi 72 golongan. Dan  umat muslim sendiri akan terpecah menjadi 73 golongan, hanya 1 golongan yang selamat dan 72 golongan lainnya masuk neraka.

Dijelaskan dalam hadits ini pula salah satu ciri-ciri dari golongan selamat ini, yakni golongan memiliki prinsip-prinsip yang mengikuti rasulullah dan sahabatnya pada segala hal dalam setiap zaman. Tidak dipungkiri lagi di kalangan muslimin bahwa pemahaman islam yg paling baik di mata Allah adalah manhaj (metode) yang dianut oleh para sahabat, karena Allah sendiri berfirman bahwa Allah ridho kepada sahabat dan orang2 yg mengikutinya dengan baik.

“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”(At taubah:100)

Jadi jika kita ingin berislam, ikutilah metode-metode yang dilakukan para sahabat dan jauhkanlah dari pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan sahabat rasulullah              -shallallahu ‘alaihi wasallam- . Dan jangan membuat pemikiran sendiri yang baru karena pemikiran selain rasulullah dan sahabatnya belum tentu benar sedangkan manhaj yang ada pada sahabat telah dijamin kebenarannya dengan surat At-Taubah ayat 100 yang lalu. Namun, kenyataanya setiap kelompok islam di zaman sekarang ini semuanya mengaku bahwa pemikiran merekalah yang benar di atas metode sahabat walaupun  mereka memiliki pemikiran-pemikiran yang berbeda2 ttg islam. Secara logis, hal ini tentunya tidak masuk akal, mengapa mengaku di atas ajaran yang satu, Al-Qur’an dan sunnah yang satu, tapi kenyataanya mereka saling berselisih? kalau mereka berpegang teguh di atas jalan yang satu, tentunya kita semua tidak merasakan perselisihan lagi, karena islam hanya akan menjadi satu kelompok saja dan tidak ada lagi yg namanya aliran sempalan islam. Kalaupun terjadi perbedaan pendapat, itupun hanya terjadi di masalah cabang agama saja yang tidak secara jelas terkandung dalam dalil, dan tidak dalam masalah aqidah yg telah jelas dalil2 dalam al-qur’an dan sunnah. Perbedaan pendapat yang biasa terjadi misalnya dalam masalah ‘di mana posisi tangan ketika bersedekap?’ atau ‘ wajibkah bercadar?’ atau masalah cabang lain yang tidak mengapa kita lebih bersikap toleransi thd perbedaan tersebut.

Namun yang terjadi di zaman sekarang ini setiap kelompok tidak hanya memiliki perbedaan dalam cabang agama saja, bahkan mereka berselisih tentang masalah2 pokok agama, yakni aqidah yang telah jelas nash2 yg menjelaskan perkara pokok ini sehingga tidak perlu memerlukan qiyas dalam menentukan hukum. Hal ini terjadi tidak lain karena walaupun mereka berpegang di atas al-qur’an dan sunnah, namun mereka menafsirkan dalil2 hanya berdasar pemikiran mereka sendiri tanpa merujuk kepada orang2 terbaik pemahamannya dalam al-qur’an dan sunnah, yakni nabi dan para sahabatnya.

Maka jika ingin termasuk golongan yang selamat wajib bagi kita untuk berusaha menjadi 1 golongan selamat yang telah disebutkan rasulullah, yakni orang2 yang mengikuti jalan hidup beliau dan sahabatnya. Mengaku islam saja tidak cukup, karena 72 golongan lainnya yang tersesat pun juga mengaku islam. Dan mengaku telah mengikuti jalan hidup nabi dan sahabatnya pun juga tidak cukup, karena sekedar pengakuan di lisan tidak bernilai apa-apa jika tidak dibarengi dengan pengamalan. Kebanyakan firqoh juga pada mengaku ikut nabi semua, tapi yang kita mau bukanlah pengakuan belaka tapi bukti.

Untuk memahami ciri-ciri golongan selamat ini, kita dapat merujuk pada kitab-kitab para ulama, yang salah satunya adalah kitab Irsyadul Bariyah. Dalam Kitab ini dijelaskan ciri-ciri golongan selamat sehingga dapat mempermudah kita untuk membedakan mana yang haq dan mana yang batil, terlebih di zaman sekarang ini, di mana banyak mencampur al-haq bercampur dengan al-batil agar menjadi kerancuan (syubhat) yang dapat melariskan ajaran sesatnya, karena kebatilan tidak akan laris kecuali jika dibungkus rapi dengan sedikit al-haq.

(Bersambung insya Allah..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: