Smart Card

Smart card adalaha kartu yang memiliki embedded system di dalamnya. Embedded system tersebut berupa IC mikrokontroller untuk memproses aliran data yang keluar dan masuk pada memori chip. Smart card biasa digunakan dalam transaksi pembayaran barang non-tunai, pembayaran ongkos alat transportasi umum, SIM card dalam handphone, atau dalam system pembayaran lainnya sebagai penyimpan informasi elektronis mengenai identitas pengguna.

Mungkin dari sisi kegunaan, smart card tidak jauh berbeda dengan kartu pita magnetic yang juga menyimpan informasi elektronis mengenai identitas pengguna. Namun, jika dilihat lebih jauh, smart card berbeda dengan kartu pita magnetic. Dalam kartu pita magnetik, informasi langsung disimpan dalam pita magnetic tanpa ada pengamanan sedikit pun, sehingga data tersebut dapat dengan mudah dibaca, ditulis, dihapus, ataupun diubah. Hal ini menyebabkan kartu magnetic tidak aman untuk menyimpan informasi-informasi penting yang sensitif. Mungkin tingkat keamanan pada kartu magnetik masih dapat ditingkatkan lagi, namun hal ini memerlukan biaya mahal karena pembaca kartu harus terhubung dengan server khusus untuk melakukan verifikasi keaslian kartu dan pemrosesan, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat.
Di sisi lain, berbeda dengan Amerika Serikat, di negara-negara Eropa yang menggunakan smart card tidak memerlukan server khusus untuk keamanan, karena setiap smart card sudah dapat ‘menjaga’ keamanan datanya sendiri. Dalam smart card, data-data yang disimpan dalam memori terenkripsi atau diacak secara algoritmis matematis sehingga jika orang lain mencoba membaca langsung informasi penting yang terkandung dalam memori smart card tersebut, data yang dibaca seakan-akan telah diacak-acak urutannya sehingga sangat sulit untuk diartikan. Maka, untuk membaca isi informasi dalam smart card, card reader harus berhubungan dengan mikroprosesor yang terdapat dalam kartu dahulu dan meminta mikroprosesor untuk menerjemahkan atau mendekripsi data dalam memori menjadi data utuh yang akan disampaikan ke reader. Dan sebelum mikroprosesor dapat memproses dalam memori, mikroprosesor meminta kode kunci kepada card reader terlebih dahulu, seperti password, gambar sidik jari, retina, atau tanda-tanda identifikasi personal lainnya yang sulit diketahui atau dipalsukan orang kecuali pemilik smart card itu sendiri. Oleh karena itu, tingkat keamanan data yang tersimpan dalam smart card lebih tinggi dibanding kartu pita magnetik biasa.
Secara umum, smart card memioliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Memiliki ukuran seperti sebuah kartu kredit. Berdasarkan standar ISO/IEC 7810, ukuran smart card adalah 85,60 x 53,98 mm dan memiliki tebal 0,76 mm yang berjenis ID-1. Ukuran lain adalah 25 x 15 mm berjenis ID-000 dan memiliki tebal 0,76mm pula.
  • Memiliki RAM sebesar 8 kB, ROM sebesar 246 kB, programmable ROM sebesar 256 kB, dan mikroprosessor 16-bit. Smart card menggunakan port serial untuk keperluan transfer data dan memerlukan catu daya eksternal, seperti card reader untuk menghidupkan mikroprosessor di dalam smart card tersebut. Prosessor dalam smart card memiliki instruction set terbatas untuk menjalankan program aplikasi pengamanan dengan metode enkripsi-dekripsi atau kriptografi yang membutuhkan operasi-operasi aritmatika sebagai sistem pengamanan data.
  • Suatu smart card biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki pusat sistem administrasi, seperti bank dan sebagainya.
  • Data yang terkandung dalam kartu di-transfer ke pusat sistem administrasi untuk diolah lebih lanjut melalui alat pembaca (card reader), seperti ATM dan sebagainya.

Kemudian, jika dilihat dari bentuk fisiknya, kita juga mendapati bagian smart card berwarna emas. Bagian emas tersebut dibagi menjadi segmen-segmen, yang tiap segmen dihubungkan ke pin-pin IC yang terletak di atas bagian emas tersebut. Berikut adalah bagian emas yang ada dalam smart card beserta penjelasan tiap segmennya.

A Smart Card Pinout

A Smart Card Pinout

VCC : Sumber Tegangan
RST : Digunakan untuk mereset operasi-operasi yang dilakukan pada mikroprosessor
CLK : Untuk menginput sinyal clock yang diperlukan mikroprosessor.
GND : Ground.
VPP : Pemakaian opsional tergantung oleh kartu
I/O : Input atau Output data serial yang mengalir ke IC kartu

Smart card yang memiliki bagian emas ini merupakan smart card bertipe contact card, yakni bagian smart card yang dibaca harus bersentuhan dengan pin-pin pada reader. Saat ini, ada tipe lain dari smart card yang biasa disebut contactless card, yakni untuk membaca isi smart card, reader tidak harus bersentuhan langsung secara fisik dengan kartu. Contactless card berkomunikasi dengan card reader melalui teknologi induksi RFID pada kecepatan aliran data 106 hingga 848 kilobit/s (1 kilobit = 125 Byte). Contactless card biasa digunakan ketika transaksi harus dilakukan secara cepat atau tanpa harus menggunakan tangan, seperti pada sistem pembayaran tiket alat transportasi umum. Dengan memakai contactless card, pelanggan hanya dilewatkan ke sebuah gerbang pembaca kartu saja, dan untuk menggunakan smart card pelanggan tidak perlu mengeluarkan kartunya dari dompetnya sehingga proses mengantri dapat dilakukan lebih cepat.
Standar yang digunakan dalam komunikasi contactless smart card adalah ISO/IEC 14443 tahun 2001. Standar tersebut mendefinisikan 2 tipe contactless card, yakni tipe A dan B yang mengizinkan komunikasi reader dengan kartu hingga 10 cm. Alternatif standar lainnya adalah ISO 15693, yang mengizinkan jarak komunikasi hingga 50 cm.
Teknologi contactless smart card ini mirip dengan teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Dalam beberapa sisi, RFID dapat digunakan pada berbagai macam aplikasi seperti penggunaan gerbang elektronis pada jalan tol untuk mempermudah dan mempercepat sistem pembayaran pengguna jalan tol. Namun, tidak seperti smart card yang memiliki mikrokontroller, RFID biasanya tidak ‘sepintar’ smart card, yakni tidak memiliki mikroprosessor dan atau memori yang dapat ditulis di dalamnya.
Seperti pada contact smart card, contactless smart card juga tidak memerlukan baterai. Sebagai gantinya, mikroprosesor dalam contactless smart card mendapat daya dari induktor yang ditanam dalam kartu yang menghasilkan sedikit energi listrik dari tangkapan sinyal-sinyal radio.
Saat ini, contactless smart card telah banyak digunakan di beberapa negara, seperti octopus card di Hong Kong, T-Money di Korea Selatan (untuk keperluan tiket transportasi bus, subway, dan taxi), oyster card di London, dan sebagainya.
Selain jenis contact dan contactless card, smart card juga memiliki varian jenis lain, yaitu dual-interface card yang menggabungkan fungsi contact dengan fungsi contactless, sehingga kartu dapat dibaca dari jarak jauh selayaknya contactless card ataupun dengan memasukkan kartu ke dalam reader seperti halnya contact card.
Wallahu a’lam bisshowab, semoga bermanfaat…

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Smart_card
http://www.howstuffworks.com/question332.htm
http://www.smartcardbasics.com/overview.html
http://searchsecurity.techtarget.com/sDefinition/0,,sid14_gci213004,00.html

Satu Balasan ke Smart Card

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: