Tidur Siang

Bismillah,

Agama Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia mulai hal-hal kecil seperti adab berbisik, hingga hal-hal besar seperti kepemimpinan negara. Dan salah satu tanda kebesaran dan lengkapnya agama Islam ini adalah disyariatkannya untuk melakukan tidur siang. Berikut saya nukilkan dari majalah islami sebuah artikel yang membahas tentang tidur siang ini. Mungkin artikel ini juga sedikit menyinggung pendidikan anak karena dalam majalah aslinya artikel ini terdapat dalam bagian pendidikan anak. Semoga Allah memberikan dari manfaat bagi kita semua dari tulisan ini..

————————————————————————————-

Oleh : Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran

Masa anak-anak masa penuh aktivitas. Anak-anak seolah tak berhenti bergerak, dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Lebih-lebih lagi bermain, sebuah aktivitas yang menjadi favorit dalam dunia anak. Kadang karena asyik bermain atau melakukan aktivitas yang lain, anak jadi susah diminta tidur siang. Bahkan tidur siang menjadi sesuatu yang menjengkelkan karena memutuskannya dari kegembiraan aktivitas yang dilakukannya.

Ternyata faktor yang menghalangi anak-anak istirahat di siang hari bukan hanya datang dari diri mereka sendiri. Bahkan terkadang, ada orangtua yang justru menghasung anak-anak untuk menyibykkan waktunya dengan segudang kegiatan, tanpa istirahat siang. Les ini, les itu, kegiatan ini dan itu, bersiap menyongsong ini dan itu, sehingga anak tak berhenti dari satu kesibukan ke kesibukan yang lain.

Kita –orangtua- seyogianya tidak membiarkan anak-anak tanpa tidur siang ataupun sekadar beristirahat di siang hari. Dari sisi kesehatan, tentu hal ini banyak manfaatnya, mengistirahatkan tubuh sejanak dari aktivitas agar bugar kembali untuk menyambut aktivitas berikutnya.

Tak hanya dari sisi kesehatan tinjauannya. Jauh lebih penting lagi, tidur siang adalah sunnah yang diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم  . Beliau memerintahkan kita untuk tidur siang dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه   :

قيلوا فإن الشياطين لا تقيل

Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’ain dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani رحم الله   dalam Ash-Shahihah no.1637 : isnadnya shahih)

Yang dimaksud dengan qailulah adalah istirahat di tengah hari walaupun tidak disertai tidur. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Apa yang dilakukan dan dihasung oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم   ini juga diikuti oleh para sahabat رضي الله عنه   . Di antaranya ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه   dalam riwayat dari ‘Umar ibnul Khaththab رضي الله عنه    :

ربما قعد على باب ابن مسعود رجال من قريش، فإذا فاء الفيء قال : قوموا فما بقي فهو للشيطان. ثم لا يمر على أحد إلا أقامه

Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang, pent.) ! Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1238, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani رحم الله   dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.939: hasanul isnad)

Dalam riwayat yang lainnya disebutkan :

كان عمر رضي الله عنه يمر بنا نصف النهار – أو قريبا منو – فيقول : قوموا فقيلوا، فما بقي فللشيطان

Biasanya ‘Umar رضي الله عنه bila melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari mengatakan, “Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bagian untuk setan.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1239, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani رحم الله   dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.939: hasanul isnad)

Begitulah kebiasaan para sahabat رضي الله عنه   . Diceritakan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه   , ketika datang pengharaman khamr, para sahabat sedang duduk-duduk minum khamr di rumah Abu Thalhah رضي الله عنه   . Dengan segera mereka menuangkan isi bejana khamr, lalu mereka istirahat siang di rumah Ummu Sulaim رضي الله عنها   , istri Abu Thalhah رضي الله عنه   . Anas رضي الله عنه    menuturkan :

ماكان لأهل المدينة شراب – حيث حرمت الخمر – أعجب إليهم من التمر والبسر ، فإني لأسقي اصحاب رسول الله صلى الله عليه  وسلم و هم عند ابي طلحة، مر رجل قال : إن الخمر قد حرمت. فما قالوا: متى ؟ أو حتى ننظر. قالوا: ثا أنس، أهرقها، ثم قالوا عند أم سليم ثم راحوا إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأذا الخمر كما قال الرجل. قال أنس: فما طعموها بعد

“Tidak ada minuman yang paling disukai penduduk Madinah tatkala diharamkannya khamr, selain (khamr dari) rendaman kurma. Sungguh waktu itu aku sedang menghidangkan minuman itu kepada para sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang sedang berada di rumah Abu Thalhah. Tiba-tiba lewat seseorang, dia mengatakan “Sesungguhnya khamr telah diharamkan!” Sama sekali para sahabat tidak menanyakan, “Kapan?” atau “Kami lihat dulu.” Mereka justru langsung mengatakan, “Wahai Anas, tumpahkan khamr itu!” Lalu mereka pun beristirahat siang di rumah Ummu Sulaim sampai hari agak dingin, setelah itu mereka mandi. Kemudian Ummu Sulaim memberi mereka minyak wangi. Setelah itu mereka beranjakl menuju ke hadapan Nabi صلى الله عليه و سلم . Ternyata beritanya memang seperti yang dikatakan orang tadi. Maka mereka tak pernah lagi meminumnya setelah itu.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1241. dikatakan oleh Imam Al-Albani رحم الله   dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.940: shahihul isnad)

Anas bin Malik رضي الله عنه   mengabarkan kebiasaan para sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم  dahulunya :

كانوا يجمعون ثم يقيلون

Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang. (HR.Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1240, dikatakan oleh Al-Imam Al-Abani رحم الله   dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.939: shahihul isnad)

Jika para sahabat saja bersemangat mengikuti perintah Rasulullah صلى الله عليه و سلم  serta mengajak yang lainnya melakukan kebaikan ini, tentu kita tak pantas meninggalkannya. Kita melakukan dan kita ajak anak-anak kita untuk melakukannya pula.

Manfaat yang besar akan mereka dapatkan; tubuh akan terasa segar untuk melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah سبحانه و تعالى  , juga menyelisihi kebiasaan setan yang tak pernah istirahat di siang hari. Lebih penting lagi, membiasakan diri mereka untuk meneladani sunnah Rasulullah صلى الله عليه و سلم  .

Wallahu a’lam bish-shawab.

(dinukil dari majalah Asy-Syariah Vol. V/No.50/1430 H/2009, hal 80)

4 Balasan ke Tidur Siang

  1. masmoi mengatakan:

    Assalamualaikum.
    Artikel yg menarik! Syukron.
    Salam ukhuwah, salam kenal.

    Wassalam.

  2. edo mengatakan:

    berarti tidak salah kalo aku selalu menyempatkan untuk tidur siang :D

  3. Rahmat Miftahul Habib mengatakan:

    Wah ngajari elek ki..
    bobo siang pas di Lab :P
    di-(taser) ben tangi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: