Ayo Ngaji

Banyak orang yang mengelu-elukan keberadaan orang jenius, orang yang expert dalam satu ataupun banyak hal.

Banyak orang yang bangga bila dirinya dianggap jenius.

Banyak orang yang iri kepada orang jenius atas bakat yang dimilikinya.

Banyak orang tua yang sangat berharap anak-anaknya tergolong jenius.

Banyak orang yang bahagia bila bisa bersahabat dengan orang jenius.

Banyak orang yang……………………………….

Memang pernyataan2 diatas bukanlah hal yang salah. Tapi bukankan pada kenyataannya ORANG JENIUS kalah dengan ORANG BERUNTUNG ?

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang jenius akan kalah dengan orang beruntung, sejenius apapun orang itu. Banyak orang jenius tapi tidak bisa bahagia, harta kekurangan, hati tidak tenang. Walupun itu tidak semua. Tapi kejeniusan bukanlah suatu jaminan dan kejeniusan tidak bisa diperoleh dengan suatu pembelajaran yang ekstra ketat, karena jenius merupakan bakat bawaan dari lahir.

Sedangkan orang yang beruntung, banyak yang tidak jenius tapi sukses dalam hidup. Lalu, siapa sebenarnya orang beruntung itu ? Orang yang berhasil mengalahkan orang jenius……padahal keberuntungan tidak bisa dirumuskan secara pasti dalam perhitungan matematis…….

Siapa sebenarnya orang2 yang sangat hebat itu?

Orang beruntung yang bisa mengalahkan orang jenius adalah ORANG YANG TAQWA………

Ketaqwaaan adalah suatu kejeniusan tingkat tinggi dan suatu keberuntungan yang hakiki.

Jika ada yang mengatakan bahwa orang jenius lahir dengan perbandingan 1 : 1000 orang, lalu jika orang taqwa lebih hebat lagi,….apakah perbandingan orang taqwa adalah 1:10000 atau 1:1000000000 ???

Tentu tidak seperti itu…….orang jenius terlahir sebagai bawaan dari lahir, tapi orang taqwa ada karena suatu proses yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sekali lagi, itu merupakan kelebihan orang taqwa. Jadi, jika orang jenius terlahir dengan ratio 1:1000 orang , maka bisa jadi orang taqwa terlahir dengan ratio 2000:1000……….lho kok bisa! Ini mungkin terjadi jika dari 1000 orang taqwa, masing2 mengajak 1 orang untuk bertaqwa…….satu lagi nilai plus taqwa.

Itu baru ditinjau dari beberapa sisi, belum dibahas mengenai kehidupan selanjutnya, yang tentu saja menempatkan orang taqwa dalam derajat lebih tinggi….

Jadi, haruskah kita malu untuk bertaqwa ???

(Thanks to blognya Canggih )

Secara fitrah, memang pada dasarnya manusia akan menganggap bahwa tujuan hidup ini adalah beribadah kepada Allah saja dan inilah cara meraih kebahagiaan hidup hakiki. Dan kalo kita mau buka Al-Qur’an yang jarang dibaca di rumah2 kita, ternyata hal ini sangat sesuai dengan fitrah manusia, karena segala isi Al-Qur’an akan bersesuaian dengan akal sehat manusia, misalnya ayat ini :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ” (Adz-Dzaariyaat : 56)

Tapi, kenyataannya orang yg bertaqwa itu jumlahnya sangat sedikit..bener banget ap yg dikatakan dlm Al-Qur’an dan hadits, coba aj kalo buka al-qur’an digital, search pake keyword ‘kebanyakan’ atau ‘اكثر’ pasti keluarnya ayat yg menjelaskan bahwa orang kebanyakan itu sesat, misalnya ayat ini :

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S Al-An’am : 116)

Di hadits pun juga demikian, apa lagi di zaman sekarang ini, orang-orang muslim pun sudah malu untuk menampakkan keislamannya, kyk jilbaban, jenggotan, celana cingkrang, dll jadinya orang yg berislam justru jadi orang ‘aneh’.

Tapi gpp, rasulullah pun juga udah mengabarkan berita demikian,

“Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula.Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’).” (H.R Muslim)

”Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari dimana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya: “Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian”. (HR. Tirmidzi)

Makanya, mari kita jadi ‘orang asing’ ini dengan menambah ilmu agama! jangan terlalu banyak disibukkan oleh bahasa-bahasa pemrograman, kalkulus, integral, apa lagi dengan hal-hal yang tidak membawa manfaat baik di akhirat maupun di dunia.. Kalo kita bisa bersungguh-sungguh dalam urusan kuliah atau dunia, harusnya dalam urusan agama tentunya harus bisa lebih bersungguh-sungguh lagi. Dan alhamdulillah, apalagi di jogja udah banyak kajian2 yg bermutu, yg terbebas dari aliran2 sesat atau liberal..

Menuntut ilmu agama adalah wajib bagi setiap muslim. Dan biasanya, Rasulullah dalam memerintahkan hal yang wajib, akan memberikan motivasi-motivasi berupa keuntungan bagi yang menjalankannya, agar seseorang dapat mengamalkan perintah wajib tersebut dengan tanpa paksaan. Misalnya hadits-hadits berikut.

من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين

man yuridillahu bihi khoiron, yufaqqihu fiddin. “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama men-syarah (menjelaskan) hadits ini, dengan memperhatikan kata ” خيرا ” (khoiron, kebaikan) . Dalam kaidah bahasa arab, kata khairon ini merupakan kalimat nakirah yang jatuh setelah isim syarat kata من (man,”Barangsiapa”). Nakirah, mudahnya itu adalah kata yang bertanwin, mengandung makna benda yang belum ditentukan maksudnya, lawan dari jenis kata ma’rifat yang ditandai dengan alif-lam di awal katanya, yang mengandung makna benda yang sudah ditentukan maksudnya (Kalau mau dianalogikan dalam bahasa inggris, seperti pemakaian “the” pada “the house” dengan “a” pada “a house”.) Dengan demikian, hadits ini berarti bahwa dipahamkannya oleh Allah ilmu agama pada seseorang  merupakan tanda-tanda bagi orang yang akan dikehendaki kebaikan oleh Allah, apapun kebaikan itu, baik yang bersifat dunia, kekayaan harta, maupun di kebaikan di akhirat, yakni surga.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

man salaka thoriiqon yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallahu lahu bihi thoriiqon ilal jannah. “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujaadilah : 11)

Demikian pula disebutkan dari banyak para ulama bahwa menuntut ilmu lebih baik dibanding sholat malam 1000 rakaat. Jadi, tunggu apa lagi ? berikut jadwal terbaru kajian di sekitar Kampus UGM – UNY.

SENIN
Tema: Muslimah
Kitab: Nashihati Lin Nisa, karya Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah
Pemateri: Al-Ustadz Abu Umar Ibrohim
Waktu: 16.00 s.d selesai
Tempat: Masjid Al-Hasanah, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM – utara Mirota Kampus
Informasi: 0274-7170587

RABU
Tema: Hadits
Kitab: Arbaun An-Nawawiyah, karya Al-Imam An-Nawawi
Pemateri: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
Waktu: 16.00 s.d selesai
Tempat: Masjid Pogung Raya (MPR) atau Masjid Nurul Barokah
Informasi: 0274-7170587

KAMIS
Pemateri: Al-Ustadz Hamzah
Waktu: 16.00 s.d selesai
Tempat: Masjid Al Hasanah
Informasi: 0274-7170587

JUMAT
Tema:  Adab dan Akhlak
Kitab: Makarimul Akhlaq karya Syaikh Al-Utsaimin
Pemateri: Al-Ustadz Abdul Mu;thi Al-Maidani
Waktu: 16.00 s.d selesai
Tempat: Masjid  Muhajirin, Perumnas Condong Catur (Utara Pasar Condong Catur)

KAJIAN AHAD PAGI (Pukul 09.00 s.d selesai)

MINGGU PERTAMA-KEEMPAT
Waktu : Pukul 09.00 s.d selesai
Tempat: Masjid Al-Hasanah, depan Kampus Prodi Ilmu Komputer UGM – utara Mirota Kampus
Informasi: 0274-7170587

MINGGU KELIMA
Insya Allah setiap minggu kelima akan diisi oleh Al-Ustadz Luqman Baabduh atau Al-Ustadz Muhammad As-Sewed.Informasi tempat dan waktu pelaksanaan akan diumumkan beberapa waktu sebelum pelaksanaannya.

Informasi lebih lanjut : 0274-7170587

Sumber : http://ashthy.wordpress.com/kajian-islam/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: