Jika Aku Ingin Menjadi….Ahli Telekomunikasi? Informasi? Atau Komunikasi?

Dewasa ini, kita sering mendengar istilah teknologi informasi dan telekomunikasi atau disebut Information Communication Technology dalam bahasa Inggris. Istilah lain  yang sering didengar (setidaknya oleh saya sendiri) adalah bahwa kita  sedang berada dalam era konvergensi, dimana teknologi informasi dan telekomunikasi menyatu. Seperti yang terlihat pada produk-produk telekomunikasi sekarang, handphone keluaran terbaru tidak hanya memiliki fitur untuk menelpon dan sms saja, namun juga dapat digunakan sebagai organizer, untuk main game, dan sebagainya.

Karena seringnya istilah-istilah ini muncul, saya tertarik untuk membahas istilah-istilah ini lebih lanjut, terlebih lagi kebanyakan orang masih belum sepenuhnya memahami apakah teknologi informasi itu sebenarnya, dan apakah bedanya dengan istilah komunikasi?

Jika Aku Ingin Menjadi….Ahli Telekomunikasi? Informasi? Atau Komunikasi?

“Apa cita-citamu, nak?”, sering kali pertanyaan tersebut ditanyakan orang tua kepada anaknya, terutama saat anak masih duduk ditaman kanak-kanak. Mungkin jawaban si anak sering berubah-ubah bahkan terdengar aneh dibandingkan jawaban kita saat masih seusia mereka. Pada tahun 80an pertanyaan tersebut sering dijawab dengan “menjadi dokter,” atau dengan “Menjadi seorang insinyur,”. Namun, Di milenium kedua ini cita-cita seorang anak makin beragam dan berkembang sesuai zaman. Ada yang ingin menjadi pemain sepak bola, banyak pula yang bercita-cita menjadi ahli komunikasi, ahli teknologi informasi, dan tidak sedikit yang memilih menjadi desainer.

Seiring bertambahnya umur anak-anak, cita-cita mereka pun menjadi lebih spesifik. Jika waktu kecil mereka ada yang ingin menjadi dokter, mungkin di waktu besarnya mereka ingin menjadi dokter gigi atau dokter THT. Jika dulu mereka ada yang ingin menjadi ahli di bidang teknologi informasi, mungkin di waktu besarnya mereka sadar bahwa bidang yang sering berhubungan dengan komputer ini merupakan bidang yang luas, yang melibatkan berbagai disiplin ilmu di dalamnya. Komputer memiliki komponen-komponen elektronika di dalamnya, sehingga ilmu di bidang elektro terlibat di dalamnya. Namun, ilmu elektro sendiri juga masih luas, yang salah satunya adalah teknik pengolahan isyarat dari suatu tegangan listrik yang berguna untuk keperluan telekomunikasi.

Di sisi lain, teknologi informasi juga melibatkan disiplin ilmu yang tidak membutuhkan besaran-besaran elektronis sedikitpun. Sebagai contoh, untuk menjadi ahli desain web atau manipulasi gambar kita tidak perlu mempelajari elektronika dasar, transistor, alih ragam fourier, dan operasi matematis atau komponen elektronika lainnya. Yang kita butuhkan adalah ilmu seni, kreativitas, ketekunan, dan pengetahuan tentang pemrograman web yang semuanya tidak menyentuh besaran-besaran elektronis secara langsung bahkan tidak sama sekali.

Maka, mungkin saja anak-anak yang telah mulai beranjak dewasa tadi kebingunan ketika akan melanjutkan kelanjutan studinya jika mereka ingin menjadi seorang ahli komputer atau teknologi informasi. Pertanyaan seperti “Apakah saya harus mempelajari ilmu elektronika? ”, “Apakah saya harus mempelajari ilmu komunikasi?” “Apakah saya harus mempelajari ilmu telekomunikasi?”, dan sebagainya mungkin sering dilontarkan. kepada orang tuanya ketika berkonsultasi jurusan atau program studi apa yang harus ia tempuh nanti. Namun, orang tua pun terkadang tidak bisa banyak membantu anaknya mengarahkan ilmu apa yang pas dipelajari anaknya, karena perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat yang membuat orang tua selalu terlambat mengikuti perkembangan teknologi, terlebih lagi jika orang tuanya tidak terlalu suka dengan teknologi-teknologi yang ada pada komputer.
Untuk itu, saya mencoba membantu bagi orang-orang yang ingin mempelajari teknologi informasi ini lebih lanjut dengan tulisan ini. Dalam tulisan ini saya khususkan untuk membahas 3 terminologi yang sering disebut pada bidang ini, yakni informasi, komunikasi, dan telekomunikasi. Ketiga terminologi ini sering digunakan secara terbalik, padahal ketiganya pada dasarnya masing-masing melibatkan cabang ilmu yang berbeda. Hal ini terjadi karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, khusunya di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang membuat istilah informasi, komunikasi, dan komunikasi semakin konvergen.

Telekomunikasi

Kata telekomunikasi diserap dari bahasa inggris ‘telecommunication’ yang juga diserap dari bahasa perancis ‘communicare’. Secara singkat, telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain yang relatif berjauhan dengan bantuan isyarat-isyarat elektronis, atau dengan kata yang lebih singkat lagi, komunikasi jarak jauh dengan isyarat elektronis. Bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga :
– Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pager, televisi, dan radio.
– Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Telepon dan VOIP.
– Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, FAX, dan Chat Room (Sumber: Wikipedia).

Proses telekomunikasi ini tak terlepas dari tiga unsur dasar, yakni :
– Transmitter yang mengambil informasi dan mengubahnya menjadi isyarat
– Media transmisi yang menghantarkan isyarat, dan
– Reciever yang menereima isyarat dan mengubahnya kembali ke dalam bentuk informasi yang dapat digunakan

Sebagai contoh, dalam sebuah siaran televisi. Maka dalam hal ini, menara broadcast merupakan transmitter, gelombang radio mediumnya dan pesawat radio adalah penerimanya. Untuk sistem yang lebih kompleks, isyarat melewati simpul-simpul atau bagian dari sistem telekomunikasi terlebih dahulu sebelum isyarat sampai ke penerima sehingga isyarat yang dikirim tidak langsung diterima oleh penerima. Setiap hubungan antar simpul pada sistem telekomunikasi yang kompleks ini selalu terdiri dari 3 bagian dasar, yakni transmitter, media transmisi, dan receiver. Sebagai contoh, ketika kita berbicara dengan seseorang dengan handphone pada tempat yang berdekatan, sinyal-sinyal suara yang dikirim dan diterima handphone tidak langsung berasal dari handphone dari lawan bicara walaupun tempat keduanya berdekatan, namun isyarat tersebut harus melewati bagian-bagian lain terlebih dahulu, seperti BTS operator dan sebagainya. Dan pada setiap hubungan antar bagian ini selalu terdapat transmitter, media transmisi, dan media transmisi.

Hal dasar yang dipelajari pada bidang telekomunikasi ini adalah bagaimana membuat ketiga unsur dasar ini bekerja optimal. Dan untuk membuat ketiga unsur ini bekerja optimal, setidaknya kita harus mempelajari ilmu matematika dan elektronika. Matematika penting dipelajari karena semua ilmu teknik berinduk pada matematika, termasuk elektronika. Dan beberapa bagian matematika yang perlu lebih didalami adalah kalkulus, probabilitas dan statistika. Kalkulus berguna untuk melakukan transformasi-transformasi ragam seperti pengubahan grafik sinyal dalam ranah waktu menjadi ranah frekuensi, yang biasa disebut transformasi Fourier.Transformasi ini sering dilakukan khususnya ketika proses telekomunikasi bekerja menggunakan gelombang radio yang bekerja pada frekuensi tertentu sehingga perlu dilakukan analisis-analisis dan manipulasi pada frekuensi gelombang tersebut. Sedangkan probabilitas dan statistika digunakan untuk menganalisis gangguan yang diterima ketika sinyal informasi dikirimkan dari transmitter melalui media. Seringkali gangguan yang menimpa sinyal bersifat acak sehingga analisis gangguan ini memerlukan probabiltas yang dapat memodelkan keacakan. Kemudian, hal yang penting dipelajari adalah pengetahuan tentang elektronika karena transmitter dan receiver merupakan rangkaian elektronika, sehingga untuk membuat transmitter dan receiver yang baik tentunya kita harus berhubungan langsung dengan besaran-besaran elektronis seperti tegangan dan arus yang merupakan bagian dari ilmu elektronika. Dan terkadang diperlukan pengetahuan pada ilmu lain untuk memahami konsep-konsep telekomunikasi, seperti teori gelombang karena dalam proses telekomunikasi gelombang radio sering digunakan sebagai media.

Dewasa ini, perkembangan telekomunikasi mengarah pada penggunaan isyarat digital dan mulai meninggalkan telekomunikasi dengan isyarat analog. Dalam isyarat analog, isyarat memiliki nilai yang bervariasi dan bersifat kontinu (terdapat pada setiap waktu). Sedangkan dalam isyarat digital, isyarat diartikan dengan nilai-nilai tertentu dan tidak bersifat kontinu (diskrit). Isyarat digital ini memiliki beberapa keunggulan dibanding isyarat analog, di antaranya adalah isyarat digital ini relatif lebih tahan terhadap gangguan derau dibanding isyarat analog, karena sifat isyarat digital yang diskrit, sehingga sedikit perubahan nilai pada suatu isyarat pembawa informasi digital tidak mengubah isi informasi digital tersebut, sedangkan pada isyarat analog, sedikit derau yang menimpa pada isyarat pembawanya akan mempengaruhi informasi analog tersebut.

Kemudian, perkembangan telekomunikasi digital ini juga memicu perkembangan komunikasi berbasis data paket, di mana suatu media telekomunikasi seperti kabel data dapat digunakan secara bersama-sama sehingga ongkos pengiriman informasi menjadi lebih ekonomis. Telekomunikasi berbasis data paket ini adalah teknik yang digunakan pada komunikasi internet yang semakin berkembang saat ini. Dan dalam penerapan komunikasi data paket ini, selain melibatkan ilmu di bidang telekomunikasi juga melibatkan ilmu di bidang pengolahan informasi atau informatika, sehingga membuat istilah informasi dan telekomunikasi menjadi lebih erat dan sering dianggap sama, padahal dapat dipisahkan.

Pengolahan Informasi / Informatika

Teknik informatika merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer. Transformasi itu berupa proses-proses logika dan sistematika untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga dengan memilih program studi Teknik Informatika, kita menjadi terlatih berpikir secara logis dan sistematis untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apapun (STMIK Mikroskil). Yang biasa dipelajari dalam perkuliahan teknik informatika antara lain adalah pemrograman, basis data, rekayasa perangkat lunak, teknik komputasi, pemodelan dan simulasi menggunakan komputer , dan kecerdasan buatan.

Seorang sarjana teknik informatika diharapkan dapat menekuni berbagai macam pekerjaan teknologi informasi, antara lain:

• Programmer
• Baik sebagai system programmer atau application developer, sarjana IF/CS sangat dibutuhkan di berbagai bidang, misalnya bidang perbankan, telekomunikasi, industri IT, media, instansi pemerintah, dsb.
• Software Engineer / Web engineer
• Berperan dalam pengembangan perangkat lunak untuk berbagai keperluan. Misalnya perangkat lunak untuk pendidikan, telekomunikasi, bisnis, hiburan, dan sebagainya.
• System analyst dan system integrator
• Berperan dalam melakukan analisis terhadap sistem dalam suatu instansi atau perusahaan dan membuat solusi yang integratIF/CS dengan memanfaatkan perangkat lunak
• Database Engineer / Database Administrator
• Berperan dalam perancangan dan pemeliharaan basis data suatu instansi atau perusahaan.
• Web Engineer / Web Administrator
• Bertugas merancang dan membangun aplikasi berbasis web beserta berbagai layanan dan fasilitas yang berjalan di atasnya. Ia juga bertugas melakukan maintenance untuk website tersebut dan mengembangkannya.
• Computer network / Data Communication Engineer
• Bertugas merancang aristektur jaringan, serta melakukan perawatan dan pengelolaan jaringan dalam suatu instansi atau perusahaan .

Teknik informatika lebih berurusan dengan perangkat lunak suatu komputer dibanding perangkat keras sehingga lebih sering bekerja dengan an Dengan demikian, untuk menjadi ahli dalam bidang informatika, kita tidak perlu menguasai ilmu elektronika walaupun komputer terdiri dari rangkaian elektronika. Pekerjaan-pekerjaan informatika lebih difokuskan kepada pengolahan data yang lebih membutuhkan logika berpikir atau terkadang juga membutuhkan ilmu matematika murni untuk membuat komputer dapat menghitung perhitungan-perhitungan matematis yang rumit.

Bahkan, untuk menjadi ahli informasi, seseorang tidak perlu harus mengikuti pendidikan formal perkuliahan di jurusan teknik informatika. Banyak orang-orang yang dianggap pakar di bidang informatika seperti Bill Gates pendiri Microsoft atau seseorang bernama Xnuxer pembobol situs KPU saat pemilu 2004 lalu ternyata tidak memiliki ijazah sarjana ahli informasi dari universitas manapun. Bill Gates pernah menjadi mahasiswa di suatu universitas namun tidak lulus, dan Xnuxer bukanlah sarjana teknik informatika, melainkan lulusan dari fakultas FISIPOL. Bekal dasar dari informatika adalah kemampuan berpikir logis dan sistematis yang dapat didapat manusia tanpa banyak belajar di bangku kuliah sehingga semua orang pun dapat menekuni bidang teknologi informais ini, asalkan memiliki kemauan.

Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi semakin meluas merambah ke bidang telekomunikasi. Saat ini, sering ditemukan sebuah alat telekomunikasi yang menggabungkan antara teknologi informasi dengan teknologi telekomunikasi. Sebagai contoh, seperti handphone yang tidak hanya dapat digunakan untuk menelpon, namun juga bisa untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang biasa ditemukan pada komputer seperti office, spreadsheet, game, audio player, dan sebagainya. Konvergensi ini juga terlihat pada jaringan internet.yang merupakan komunikasi berbasis data paket. Komunikasi berbasis data paket menggabungkan antara teknologi informasi dengan telekomunikasi. Telekomunikasi diperlukan untuk merancang rangkaian transmitter dan receiver, menentukan jenis modulasi radio jika komunikasi tersebut menggunakan media udara, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan besaran elektronis. Namun, sistem komunikasi ini tergolong rumit karena media yang ada digunakan secara bersama sehingga suatu transmitter/receiver harus ‘berpikir’ menentukan kapan dan ke mana suatu data akan dikirimkan. Untuk membuat proses berpikir tersebut, diperlukan perangkat lunak pada setiap alat. Di sinilah bidang informatika berperan dalam membuat sistem komunikasi ini. Di samping itu, informatika juga berperan untuk membuat ukuran data yang dikirimkan menjadi lebih kecil tanpa mengubah isi data utuhnya agar proses transfer data dapat berjalan lebih cepat, dan bidang ini juga berperan untuk melakukan enkripsi pada data-data yang dikirimkan, agar data yang sedang dialirkan di media tidak dengan mudah terbaca oleh orang-orang yang tidak diinginkan.

Komunikasi

Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.

Menurut ahli kamus bahasa, komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.

Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.

Secara umum, definisi komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan, baik berupa kata-kata, gambar, angka-angka atau lainnya yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.

Berbeda dengan istilah teknologi informasi dan telekomunikasi yang merupakan cabang ilmu teknis, ilmu komunikasi ini adalah bagian dari ilmu sosial. Namun, perkembangan yang sangat pesat dari teknologi informasi dan telekomunikasi ini juga melibatkan ilmu komunikasi di dalamnya, khususnya pada perkembangan telekomunikasi berbasis data paket yang melahirkan internet. Hal ini terjadi karena situs-situs yang tersebar pada jaringan internet pada dasarnya adalah komunikasi dalam bentuk baru. Saat ini, ilmu komunikasi tidak hanya difokuskan pada komunikasi interpersonal saja, namun juga difokuskan pada cara berkomunikasi dengan media telekomunikasi.

Meskipun dalam aktivitas dan proses komunikasi bermedia internet adalah pertukaran data melalui komputer namun tetap melibatkan manusia sebagai pemberi konteks atau situasi pada aktivitas dan process komunikasi tersebut, yang meliputi konteks individual, group, organisasi, massa dan sosial. Pada level individual, pengguna menggunakan internet tools untuk mencari dan menerima informasi dan berkomunikasi dengan pengguna lain. Electronic mail adalah fasilitas yang paling banyak digunakan pada level ini. Pada tingkatan di atasnya yaitu level group communications, Electronic mail masih tetap digunakan dalam bentuk listserver atau mailng list serta penggunaan IRc. Tingkatan komunikasi massa adalah fasilitas broadcast online yaitu web identik dengan komunikasi di level ini.

Ilmu komunikasi memiliki peran pada setiap bentuk komunikasi dalam internet tersebut. Sebagai contoh, dalam diperlukan adab atau aturan-aturan tertentu dalam menulis email. Dan dalam situs-situs e-commerce, desain situsnya sangat mempengaruhi jumlah pelanggan yang tertarik untuk melakukan transaksi. Semua orang memang dapat mendesain web, akan tetapi desain web dapat dibuat lebih baik dengan teori-teori komunikasi. Salah satu contoh dari penerapan teori-teori komunikasi adalah beberapa teori komunikasi menjelaskan pengaruh warna terhadap pikiran bawah sadar manusia. Maka, teori-teori ini dapat membantu untuk menentukan warna-warna yang digunakan dalam web sedemikian rupa sehingga membuat web menjadi lebih menarik.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi memberi ruangan baru bagi bidang komunikasi. Di waktu yang lalu, perkembangan telekomunikasi yang memunculkan siaran-siaran televisi dan radio membuat lulusan dari jurusan ilmu komunikasi memiliki lapangan kerja baru, seperti presenter, dan sebagainya. Saat ini, perkembangan teknologi informasi juga membuat lapangan kerja baru bagi pakar komunikasi, misalnya menjadi evangelist, yakni orang yang memberikan seminar-seminar untuk mempromosikan standar atau produk yang dibuat oleh perusahaanya. Seperti yang dilakukan pada perusahaan Opera baru-baru ini, mereka mengunjungi universitas-universitas di berbagai negara mengadakan seminar untuk mempromosikan open web standard. Dan salah satu pembicara mereka bukan dari lulusan teknik informatika, melainkan dari jurusan seni dan drama, yang merupakan bagian dari ilmu komunikasi.
Daftar Pustaka

A Bruce Carlson, Paul B Crilly, Janet C Routledge.2002.Communication System : An Introduction to Signal Noise in Electrical.New York : The Mc Graw Hill Companies.
Arifin, Anwar. 1988. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta : Rajawali Press.
Djamaludin, Ancok. 2000. Dampak Teknologi Internet Pada kehidupan Manusia dan Pengelolaan Institusi Pendidikan, makalah pada peringatan Lustrumke tujuh Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 15 januari 2000.
Freeman, Roger L. 1999. Fundamentals of Telecommunications. New York : John Wiley & Sons, Inc.
Sosiawan, Edwi Arief. Kajian Teoritis Komunikasi Virtual ( Internet dalam Prespektif Ilmu Komunikasi). http://edwi.dosen.upnyk.ac.id/Kajian%20internet%20kom.pdf.
Williams, Brian and Stacey Sawyer.2000.Using Information Technology : A Practical Introduction to Computers and Communications. New York : The Mc Graw Hill Companies.
Zubair, Agustina. 2006. http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/ (17 Oktober 2006).
Zubair, Agustina. 2006. http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/ (17 Oktober 2006).

Fahim Jatmiko

3 Balasan ke Jika Aku Ingin Menjadi….Ahli Telekomunikasi? Informasi? Atau Komunikasi?

  1. dendy mengatakan:

    makasi atas informasi nya…

  2. Arlun mengatakan:

    Info yang Bagus sekali……..

  3. eyangri mengatakan:

    wordpress itu gak seperti blogspot ya… bikin halamanya gak bisa pakai link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: